#ACI2011: Pindang Patin Yang Kucinta

Inilah pengalaman daku saat berpetualang Aku Cinta Indonesia di Palembang. Beberapa rumah makan yang menyediakan pindang patin daku coba. Semua memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Mulai dari kuahnya yang kental dan agak sedikit cair, mulai dari tingkat kepedasannya, hingga dari aroma amis ikan patin yang berbeda-beda di setiap rumah makan. Semua tergantung proses dan penyajian makanannya.

Pindang Patin dengan kuah yang asam, gurih dan pedas.

Pindang Patin dengan kuah yang asam, gurih dan pedas.

Pindang Ikan Patin, atau yang biasanya disebut Pindang Patin merupakan makanan yang mudah ditemui di Palembang, layaknya Pempek. Tak sulit menemui restoran untuk mencicipi nikmatnya ikan patin dalam kuah yang segar dan pedas.

Kuah segar dan asam dihasilkan dari potongan buah nanas. Sedangkan cabai yang digunakan biasanya merupakan cabai keriting yang dimasukkan saat proses pembuatan bumbu, dan cabai rawit yang dimasukkan secara utuh saat dimasak. Selain itu, asam jawa dan atau asam kandis menjadikan Pindang Patin terasa sangat nikmat di lidah. Sedangkan aroma cengkeh dan lengkuas yang menjadikan santapan ini lebih berempah dan kaya rasa.

Pindang Patin di rumah makan Pindang Musi Rawas.

Maka jika teman-teman berkunjung ke Palembang, mampirlah ke restoran yang menyediakan Pindang Patin. Nasi yang hangat akan sangat cocok disantap bersama Pindang Patin. Selamat mencoba, sekali makan akan jatuh cinta dengan rasanya.

 

================

Rekomendasi:

– Pindang Musi Rawas, Jl Angkatan 45 No.18, Palembang, Sumatera Selatan.

– Komplek Benteng Kuto Besak, Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan.

================

*tulisan ini diambil dari tulisan saya di ACIdetikcom.

7 thoughts on “#ACI2011: Pindang Patin Yang Kucinta

  1. jaman masih tinggal sama nyokap sih ga pernah jajan ke restoran kalo mau makan beginian, mamaku bikin pindang jago banget deh!
    ah jadi kangen mama… 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *