#EastJavaTrip (part 1): Makan-Makan di Kota Malang

“Oke, sebut salah satu daerah yang ingin kamu kunjungi, Men!” Begitulah batin saya ketika merencanakan liburan waktu itu. Ada beberapa destinasi yang ingin saya datangi, dan dari sekian banyak rencana liburan yang sudah disusun, Malang serta Bromo menjadi tujuan saya berikutnya..

Berbekal voucher penginapan gratis yang saya dapat dari kuis Santika Hotel dan kado ulang tahun berupa tiket pesawat Garuda Indonesia dari teman saya @KoGary, saya pun berangkat menuju Malang siang itu. Cuaca cerah serta pendaratan yang–bagi saya–agak kurang nyaman mewarnai kali pertama saya menginjakkan kaki di Malang. Sedikit bengong karena bandara yang saya kira besar ternyata tak lebih besar dari Puskesmas dekat rumah saya. :p

Malang 1


Pemilihan tujuan seperti Malang ini memang sudah menjadi agenda di “daftar tujuan kuliner wajib kunjung” bagi saya. Jauh-jauh hari saya sudah merencanakan mengunjungi Malang karena kulinernya. Selain itu Malang juga lebih dekat jika ingin mengunjungi Bromo. Jadi keputusan saya waktu itu benar-benar sudah matang dan terencana.

Menghindari matahari yang semakin lama membakar kulit siang itu, saya pun segera memesan taksi menuju Hotel Santika Premiere Malang. Tidak ada argo. Jadi siapkan saja 100.000 rupiah saat pemesanan taksi di dalam bandara. Tarif ke kota Malang bervariasi tergantung jauhnya tujuan. *yaiyalah* :p — Tapi yang menarik dari Bandara Abdul Rachman Saleh adalah airport tax-nya yang sangat murah, yaitu 6000 rupiah saja. Namun, jangan berharap banyak terhadap toiletnya yang sangat kecil untuk ukuran sebuah bandara. Yaa…kendati saat saya ke sana sedang ada pembangunan agar bandara menjadi lebih besar. Semoga segera rampung ya 😉

Terus ngapain aja di Malang? Makan apa aja?
Sesampainya di hotel saya langsung menghubungi @chiw dan @nengbiker, mereka bisa dibilang blogger dan pelaku digital yang cukup hits di sana. Hehe.. Namun berhubung @nengbiker sedang ada acara, jadi hanya @chiw yang menengoki saya di hotel. Saya yang kelaparan dan kelelahan langsung menodong @chiw menjadi guide dan memintanya mengantarkan saya ke tempat makan. :p

Yang pertama ke Toko Oen. Gak pengen makan sih, selain mahal dan tidak direkomendasikan oleh teman saya itu, tujuan utama saya ke sini ya hanya untuk menikmati eskrimnya yang terkenal itu. Saya pesan 2 porsi yang berbeda. Hanya jatuh cinta pada eskrim stroberi dan vanila-nya. Sisanya standar bagi saya.

Malang 2

Kemudian kami naik angkot ke tujuan selanjutnya yaitu Bakso Bakar Pak Man. Tempatnya ada di antara rumah-rumah dengan bentuk tempo dulu. Pohon di sekitarnya masih rindang dan cukup asri. Ada beberapa meja dan kursi yang berjajar di depan halamannya. Tak terlalu besar memang, namun sore itu terlihat masih cukup ramai oleh pelanggan.

Saya memesan 2 porsi bakso (eh, atau sebenarnya ini satu porsi ya?), 1 mangkok berisi bakso bakar berbumbu pedas dan kecap, 1 mangkok lagi merupakan bakso kuah dengan isian mi so’un dan tahu. Berhubung ini pertama kali bagi saya, saya kebingungan bagaimana membuat sebuah porsi yang benar. Ternyata pelayanannya self-service alias ambil sendiri. Teman saya cuma bilang, “Ini bakso bakarnya, nah yang itu bakso kuahnya. Kamu ambil aja mau berapa biji. Mi juga ambil sesuai keinginan.” *makin bingung*

Bakso bakarnya enak, pedas-manis-gurih serta aroma bakaran membuat saya dengan cepat melahapnya. Iyaaa…ini antara laper sama enak sih, hehe.. Sedangkan bakso kuahnya ya sama aja, karena memang hanya beda penyajian. Kuahnya gurih dan nikmat, tapi untuk mi kurang pas di lidah saya. Sedangkan tahu coklatnya standar lah..

Setelah perut kenyang, saya pun balik ke hotel. Rencana berkeliling kota pada malam hari akhirnya saya batalkan karena kondisi tubuh yang tidak memungkinkan. Saya menghubungi @chiw lagi untuk menanyakan apakah agen perjalanan yang pernah ia sarankan untuk mengunjungi Bromo masih punya tempat untuk saya ikut. Dan ternyata saya bisa ikut rombongan 3 bule asal Belanda jika mau. Oh tentu saja saya mau.. :p

[bersambung…]

7 thoughts on “#EastJavaTrip (part 1): Makan-Makan di Kota Malang

  1. Pingback: #EastJavaTrip (part 2): Menapaki Indahnya Bromo | Blognya Umen

  2. Pingback: Mewujudkan Impian Jalan-Jalan dengan Mudah | Blognya Umen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *