#EastJavaTrip (part 2): Menapaki Indahnya Bromo

Setelah siang hari lidah saya dimanjakan dengan makan-makan, perjalanan ke Malang pun segera berlanjut ke Bromo. Agen perjalanan yang saya hubungi sudah siap untuk menjemput saya di hotel pada tengah malamnya. Rencana akan menuju Bromo pada pukul 1 pagi dan akan ditempuh dengan waktu sekitar 2 jam perjalanan dengan menggunakan mobil jeep.

“Pak Umen, saya sudah di depan hotel..bisa berangkat sekarang?” kata pemandu saya di telepon tengah malam itu. Bergegaslah saya keluar kamar menuju lobi hotel lalu menemui pemandu yang akan membawa saya ke Bromo. Wohooo…perjalanan dimulai!

Saya duduk di jok bagian depan. Malang sangat dingin malam itu. Suhu dinginnya masih bisa saya rasakan walaupun baju yang saya kenakan sudah cukup tebal. Tapi semangat untuk melihat matahari terbit di Bromo tidak surut, justru inilah waktu yang saya tunggu-tunggu selama ini.

Dalam perjalanan, saya tidak sendiri dalam grup tersebut. Saya berkenalan dengan Tijs Bouwhuis, turis asing asal Belanda yang juga akan ke Bromo dengan pacarnya, Alyke Deunk, serta seorang teman lagi yang saya lupa namanya. Hehe.. Mereka bertiga sudah beberapa pekan di Indonesia. Setelah Bromo ini mereka akan ke Jogjakarta lalu bertolak kembali ke negara asal mereka di Belanda.

Malam yang sangat cerah menyambut kami di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Saya masih bisa melihat hutan lebat, jalan berbatu serta lembah-lembah yang disinari oleh terangnya bulan sepanjang perjalanan. Perjalanan yang lebih mencengangkan saya adalah ketika jeep kami telah melintasi padang savana dengan tebing panjang yang indah. Tidak terlalu jelas, namun sinar bulan tadi masih menyinari tempat yang indah itu. Bahkan di tengah tiupan pasir yang lebat sekalipun, bintang-bintang masih dapat terlihat dengan jelas menyempurnakan perjalanan kami.

Malang 3

Adalah Pananjakan 2 yang akan menjadi tempat saya melihat matahari terbit. Mobil kami adalah mobil pertama yang tiba di sana. Kami harus melanjutkan perjalanan ke Pananjakan 2 dengan berjalan kaki sebelum akhirnya bertemu dengan ratusan anak tangga. Jalan tersebut berpasir serta penuh debu vulkanik. Yang sangat saya sesalkan adalah, saya tidak membawa senter, sehingga pinjakan saya sering kali terbenam cukup dalam di jalanan tersebut.

Malang 4

Berhubung 3 bule tadi memiliki kondisi tubuh yang lebih baik dari saya, mereka pun berjalan lebih cepat ketimbang saya. Saya akhirnya memutuskan menelusuri ratusan anak tangga itu seorang diri, hanya dibantu sinar bulan dan cahaya dari telepon genggam. Sesekali saya berpapasan dengan pendaki lain, mereka juga dengan senang hati membantu saya dengan memberikan cahaya dari senter yang mereka bawa.

Menjelang pukul 4 pagi saya sudah berdiri di Panajakan 2. Belakangan saya tahu 3 bule tadi menanjak hingga Panajakan 1 yang lokasinya lebih tinggi lagi. Hebat! 😆

Malang 5

Sungguh pemandangan yang luar biasa. Lelah dan letih terbayar sudah. Saya melihat Bromo dengan mata saya sendiri. Benar kata orang, Bromo sungguh indah.

Tak puas dengan itu saja, pada pagi hari kami menelusuri area Bromo yang dikenal dengan Lautan Pasir.
Ah…sungguh pengalaman yang sangan menyenangkan. Jika ada waktu pun saya akan kembali lagi ke sini.. 🙂

11 thoughts on “#EastJavaTrip (part 2): Menapaki Indahnya Bromo

  1. Bromo juga masuk ke list tujuan jalan-jalan aku tahun ini. Udah cita-cita dari lama. Dulu ke sana bulan apa, Men? Ada rekomendasi waktu (bulan) yang tepat untuk ke sana ngga? Thanks ya.. 😀

    • Pas ke sana akhir September, dan alhamdulillah cuaca sedang bagus. Rekomendasi sih jangan pas musim penghujan, jangan pula musim liburan. Hehe.. :p

    • Harus ke sana segera, Pha! Ditunda-tunda malah ga jadi lagi lho 😆

      Foto yang di sini tanpa edit, paling cuma nambahin watermark aja, hehe.. :p
      Kebetulan pake Canon IXUS 115HS udah bagus hasilnya 😀

  2. Yah kalo bule atau orang asing manapun jangan dibandingin deh men kalo naek gunung… Stamina mereka luar biasa hebatnya…
    Btw suka ama lagu di videonya… untung kamu mencantumkan nya di video jadi bs lgsg cari ga perlu pake nanya… huehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *