Catatan Dari Bangkok (part 1): #PiyambakanTrip, Suk11 & BTS Skytrain

Ini merupakan catatan yang belum terselesaikan. Sebuah catatan sederhana saya mengagumi kota Bangkok yang eksotis, ramah dan penuh cita rasa. Januari lalu akhirnya saya menginjakkan kaki di sana. Nekat dan dengan persiapan yang seadanya…

Awalnya, jalan-jalan ini memang dipersiapkan untuk proyek bernama #PiyambakanTrip yang dicetus @aralle. Niatnya adalah merekam setiap peristiwa jalan-jalan yang dilakukan oleh seorang diri dan nantinya dibukukan. Karena itulah namanya #PiyambakanTrip (baca: jalan-jalan sendirian). *tapi entah kelanjutannya gimana..hihihi* ๐Ÿ˜†

Kesan Pertama
Pukul 8 malam pesawat saya mendarat dengan sangat baik di Bandara Don Mueang, Bangkok, Thailand. Walaupun saat saya berangkat di Jakarta cuaca sedang tidak baik, tapi cuaca di Bangkok malam itu cukup cerah dan sejuk. Saya segera memesan taksi yang terparkir di depan bandara, tidaklah sulit untuk mendapatkan taksi resmi. Lalu menuju ke pusat kota Bangkok. Tujuan saya adalah Suk11 Hostel di kawasan Sukhumvit.

Melihat sekeliling Bangkok dari dalam taksi rasanya seperti melihat kota Jakarta, namun dengan penambahan infrastruktur mencolok seperti BTS atau Skytrain. Jalur-jalurnya yang menjulang di samping gedung-gedung menarik minat saya untuk segera mencobanya. Maklum, di Jakarta baru ada di tempat wisata seperti di Taman Mini Indonesia Indah saja, masih sebatas kereta wisata.

Sesampainya di depan Suk11 Hostel saya disuguhkan pemandangan khas layaknya lokasi turis. Mirip Jalan Jaksa atau Kemang di Jakarta. Gang-gang penuh warga asing, penjual makanan dan barang-barang kaki lima yang bertebaran di setiap jalan (yang juga menjual sex toys), minimarket di sana-sini, hingga cafe dan restoran siap saji 24 jam. Oh iya…juga waria yang terlihat mencolok. Denyut kehidupan malam menyambut..

Kenapa sih, Suk11 Hostel terasa spesial?
Suk11 Hostel memiliki bangunan serta dekorasi yang unik. Tampak tidak teratur, berantakan, tumbuhan menjalar di tiap sudut bangunannya, serta penuh unsur-unsur budaya Thailand. Saya memutuskan menginap di sini karena ingin mencoba pengalaman yang berbeda tersebut, bahkan dari buku yang saya baca tertulis bahwa hostel ini merupakan salah satu hostel berbiaya rendah terbaik di kota Bangkok. So…buat apa cari tempat lain jika bisa merasakan pengalaman baru serta bisa lebih berhemat untuk biaya menginap?

Bangkok1

Kamar-kamar di hostel ini tersedia dalam dorm dan private. Saya memilih kamar private yang memiliki kamar mandi sendiri di dalamnya, selain itu harganya pun masih terbilang sangat murah. Air panas untuk mandi juga tersedia selalu.

Syarat menginap di sini adalah tidak membawa makanan ke dalam kamar. Tamu hanya diijinkan membawa makanan hanya di lobby saja. Untuk jam tenang berlaku mulai dari pukul 10 malam, jadi diharapkan tidak melakukan kegiatan yang menimbulan keributan pada jam tersebut hingga keesokan harinya. Tak hanya itu saja, kegiatan seks ilegal juga sangat dilarang. Siapa saja yang melakukan tindak prostitusi di hostel ini akan langsung diusir tanpa pengembalian uang yang telah dibayarkan. Hehe..

Keunikan lain di tempat ini adalah lorong yang juga dibuat seperti gang kumuh. Tembok-tembok penuh coretan yang dituliskan oleh semua tamu yang pernah menginap di sini menjadi hiburan tersendiri bagi saya. Membaca pesan-pesan dalam berbagai bahasa mengenai kesan mereka saat berkunjung ke Bangkok. Sama halnya dengan kertas warna-warni di depan lobby, setiap kertas tertulis pesan dari tamu yang datang.

Beberapa daun kering dan bambu-bambu diletakkan dengan sengaja di setiap lorong. Lantai lorong hostel yang terbuat dari tumpukan batu bata dan bilah-bilah kayu juga menambahkan kesan unik yang sedikit menyeramkan. Saya sendiri agak sedikit takut jika melintas di lorong tersebut, tapi ini benar-benar pengalaman berbeda sekaligus super menyenangkan! ๐Ÿ˜€

BTS Skytrain, cara mudah berkeliling kota!
Salah satu cara berkeliling Bangkok adalah dengan menaiki BTS Skytrain. Rutenya yang membelah jantung kota Bangkok memungkinkan bagi siapa saya yang baru pertama kali berkunjung untuk menikmati Bangkok dengan cepat, aman dan nyaman. Petugas di tiap stasiun sangat membantu bagi penumpang yang membutuhkan bantuan. Mulai dari instruksi pembelian tiket, penukaran koin untuk beli tiket, rute-rute, hingga lokasi wisata terdekat dari stasiun yang disinggahi.

Harga tiket tergantung dari jarak stasiun yang akan ditempuh, dan penumpang bisa memilih menggunakan tiket sekali jalan atau pun tiket top-up.

Bangkok3

BTS Skytrain memiliki 2 jalur, jalur Hijau (Sukhumvit Line) membentang dari Mo Chit di dekat Chatuchak melintasi Sukhumvit lalu berakhir di Bearing, sedangkan jalur Hijau Tua (Silom Line) membentang dari National Stadium melintasi kawasan Silom hingga berakhir di Wongwian Yai. Kedua jalur tersebut bertemu di stasiun Central atau Siam, persis di depan Siam Paragon, pusat belanja yang sangat tersohor di Bangkok. Di statiun Siam lah penumpang bisa berganti jalur alias transit.

Jam-jam sibuk merupakan waktu di mana BTS Skytrain penuh sesak oleh penumpang, jadi pastikan bahwa waktu jalan-jalan berkeliling Bangkok tidak tepat pada saat jam tersebut jika ingin menggunakan BTS Skytrain.

Sampai di sini dulu ya catatan dari Bangkok bagian pertama. Di artikel selanjutnya saya akan ceritakan pengalaman makan saya di Bangkok. ^^

18 thoughts on “Catatan Dari Bangkok (part 1): #PiyambakanTrip, Suk11 & BTS Skytrain

    • Udah punya kan, di Taman Mini Indonesia Indah. #eaaaa

      Iya, semoga monorail cepet jadi ya, terus subway-nya juga segera terlaksana. ๐Ÿ˜€

    • Aku pun, Mbok! Udah mau nekat si ke Chiang Mai, bahkan temen nawarin kalo dia punya temen juga di sana yang siap nampung. Tapi berhubung keterbatasan dana jadilah aku semingguan keliling Bangkok sampe blenger. Tetap aja ga bosen dan pengen ke sana lagi. ;D

  1. Videonya bagus, walau cuma gabungan foto-foto sama video singkat, tapi asik dinikmati. Jadi pengen bikin kek beginian kalo ke Bawean ๐Ÿ˜€

    Umen jalan-jalan terus :O

    • Syukurlah kalo bagus. Ayo sini pulang ke Jakarta, nanti diajarin bikin. Gampang kok..

      Ini berangkatnya emang sendiri. Ayo yuk, ke Bangkok! Aku juga kangen pengen ke sana lagi~ ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *