North Sumatera Trip (part 1): Danau Toba & Pulau Samosir

Sebuah artikel–yang mana saya lupa namanya–pernah menuliskan bahwa provinsi di Indonesia yang memiliki potensi wisata hampir lengkap adalah Sumatera Utara; kota besar seperti Medan, bangunan-bangunan tua dan bersejarah, pantai, laut, gunung, surga kuliner, hingga danau vulkanik seperti Danau Toba. Terlepas dengan benar atau tidaknya hal tersebut, saya juga jatuh cinta pada Sumatera Utara.

Saya masukkan provinsi ini ke dalam bucket listsaya sekitar 2 tahun lalu. Bagaimana pun caranya saya harus bisa sampai ke tanah Batak. Toh lokasinya bukan di negeri antah berantah yang tak saya kenal, tapi masih di Indonesia dan masih satu wilayah waktu dengan Jakarta.

Samosir Cover

Jelajahilah negerimu, nikmati keindahannya, jaga serta lestarikan ciptaan-Nya.

Berbekal mencari di internet, saya dapatkan informasi mengenai berbagai lokasi yang menarik untuk dikunjungi di Sumatera Utara. Tentu saja yang menjadi incaran pertama saya adalah bisa sampai ke Danau Toba dengan bonus menyeberangi danaunya agar dapat berpijak di Pulau Samosir, pulau yang berada di tengah Danau Toba.

Saya mengambil penerbangan malam hari dari Jakarta menuju bandara Kualanamu di Medan, bandara yang baru beroperasi menggantikan bandara Polonia. Penerbangan malam saya pilih karena biasanya harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding waktu lainnya. Namun karena saya tiba di bandara Kualanamu hampir tengah malam, demi menekan biaya, saya memilih untuk tidur di dalam bandara. Cukup nyaman untuk tidur di bangku-bangku yang tersedia di depan loket-loket check-in. Tapi saya sarankan bagi yang ingin menginap untuk membawa selimut atau baju hangat karena AC di bandara pada malam hari (saat itu) tidak disesuaikan temperaturnya, jadi sangat dingin.

Bandara Kualanamu

Suasana di Kualanamu pada malam hari. Menginap di bandara bisa menjadi alternatif mensiasati pengeluaran saat traveling.

Lokasi Danau Toba
Danau Toba merupakan danau vulkanik yang terbentuk puluhan ribu tahun lalu. Terletak 176 kilometer dari Kota Medan, dan secara administratif dikelilingi oleh 7 kabupaten. Ukurannya konon hampir menyerupai luas negara Singapura dengan panjang sekitar 100 kilometer dan lebar 30 kilometer. Untuk mencapai lokasi bisa ditempuh melalui 2 jalur; jalur Brastagi dan jalur Pematang Siantar.

Saya mengambil jalur melalui Pematang Siantar (Medan – Lubuk Pakam – Tebing Tinggi – Pematang Siantar – Parapat), waktu yang ditempuh untuk mencapai kota Parapat di pesisir Danau Toba sekitar 5 hingga 6 jam. Ada beberapa kendaraan umum untuk mencapai lokasi, misalnya taksi antar jemput lokal dari bandara Kualanamu, atau juga mini bus dari Terminal Amplas di Medan.

Nice Taksi

Salah satu cara menuju kota Parapat adalah menggunakan taksi antar jemput lokal.

Parapat
Setibanya di Parapat, pengunjung akan disuguhi pemandangan kota kecil yang ramai dan indah berlatar Danau Toba yang cantik. Tersedia beberapa penginapan terjangkau di pesisir danau dengan harga yang cukup murah. Susurilah jalan menuju Pelabuhan Ajibata dan Pelabuhan Tiga Raja, penginapan tersebut akan dapat ditemui dengan mudah.

Parapat

Kiri atas searah jarum jam: Kota Parapat, Pelabuhan Tiga Raja, anak-anak penangkap koin, dan kapal menuju Tuk Tuk maupun Tomok.

Tapi jika ingin langsung menyeberang menuju Samosir, ada dua lokasi yang bisa dituju: Tuk Tuk dan Tomok. Naiklah taksi lokal (angkot) dari Parapat menuju Pelabuhan Tiga Raja, jaraknya memang bisa ditempuh dengan jalan kaki, tapi tak ada salahnya menggunakan cara ini. Di Pelabuhan Tiga Raja beberapa kapal siap mengantar pengunjung menuju Tuk Tuk atau pun Tomok. Tapi bagi pengnujung yang membawa kendaraan, ada baiknya menyeberang Danau Toba melalui Pelabuhan Ajibata. Terdapat kapal feri yang akan membawa pengunjung ke Tomok. Selama di kapal, sesekali kita akan disuguhi oleh pemandangan bocah-bocah sekitar yang siap menangkap uang yang dilempar oleh penumpang kapal. Ikutlah berpartisipasi dengan melemparkan uang pada mereka, maka kalian akan mendapatkan keseruannya. ๐Ÿ™‚

Menikmati hidup…
Saya diberitahu bahwa di sebuah bukit yang tak jauh dari Tuk Tuk ada toko roti yang cukup terkenal. Dengan menyewa sepeda motor sebelum berkeliling Samosir, saya bersama seorang teman mampir ke Toko Roti Samuel. Letaknya bisa dibilang sangat strategis, mengingatkan saya pada sebuah restoran di Kwalata Game Reserve di Afrika Selatan yang saya kunjungi tahun 2010 lalu.

Toko Roti Samuel

Toko Roti Samuel, tak hanya bisa menikmati roti dan minuman hangat, pengunjung juga bisa menginap di penginapan di sebelah toko roti dengan harga yang sangat terjangkau.

Ditemani roti yang enak dan minuman hangat serta buku bacaan, lokasi ini sangat pas untuk bersantai dan menikmati hidup. Sejauh mata memandang akan dimanjakan oleh keindahan tak henti-hentinya. Belum lagi udara yang menghembus, membuat siapa saja tak ingin cepat-cepat pergi meninggalkan tempat ini.

Tips:
– Sebelum melakukan perjalanan, pastikan kondisi tubuh sedang dalam keadaan prima. Makan makanan yang sehat, istirahat yang cukup serta minum vitamin sangat dianjurkan sebelum perjalanan.
– Bawalah uang secukupnya, hitung sesuai anggaran, usahakan agar tidak perlu mengambil uang di ATM karena ATM yang tersedia di Parapat maupun Samosir masih terbilang terbatas. Ambil uang ketika sedang berada di kota besar sebagai antisipasi.
– Jika akan menggunakan taksi antar jemput, pastikan sudah memesan maksimal sehari sebelumnya. Musim liburan akan berpengaruh pada ketersediaan kendaraan. Usahakan agar berangkat pagi sehingga ketika tiba di Danau Toba saat menjelang siang dan bukan malam hari.
– Bawa obat-obatan pribadi. Persiapkan pula obat anti mabuk atau obat masuk angin karena sepanjang perjalanan akan ditemui jalan yang berkelok-kelok yang bagi beberapa orang akan mengakibatkan rasa mual.

Estimasi biaya:
– Taksi antar jemput: Rp 75.000,- s/d Rp 150.000,- per orang.
– Taksi lokal (angkot) dari pasar di Parapat menuju pelabuhan Tiga Raja: sekitar Rp 3.000,- sekali jalan.
– Kapal dari Tiga Raja menuju Tuk Tuk: Rp 10.000,- per orang.
– Penginapan di Tuk Tuk: mulai dari Rp 100.000,- per orang per malam.

Baca cerita selanjutnya di sini. Sampai ketemu lagi! ^^

Thanks to:
@SantikaOnline
@indrayust
– Debby Simarmata
– Ibu Yuniarta & Bapak MH. Pasaribu

20 thoughts on “North Sumatera Trip (part 1): Danau Toba & Pulau Samosir

  1. Pingback: North Sumatera Trip (part 2): Tomok, Aek Natonang dan Mi Gomak | Blognya Umen

  2. Hallo, salam kenal! ๐Ÿ™‚
    Saya mau minta info nih…
    Bulan november besok saya dan teman- teman berencana menuju Medan-Samosir-Brastagi. Saya mau tanya untuk nice trans itu bila ambil jalur pematang siantar menuju prapat apakah langsung atau akan transit dan erganti kendaraan di siantar? berapa jumlah maksimal satu taksi kurang lebih? Terimakasih.. ๐Ÿ™‚

    • Salam kenal juga! Terima kasih sebelumnya sudah berkunjung.

      Setahu saya, Nice Trans Taksi hanya membuka rute Medan, Lubuk Pakam, Kualanamu, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Parapat dan Kisaran saja. Untuk Brastagi mungkin bisa menggunakan bus dari Terminal Amplas di kota Medan.

      Tidak ada pergantian armada selama perjalanan, tapi karena ini angkutan antar jemput, kemungkinan akan mampir di Pematang Siantar (atau di kota yang disebutkan di atas) untuk menjemput penumpang lain jika memang dalam armada tersebut masih ada ruang angkut penumpang. Biasanya per armada akan mengangkut sekitar 5-7 orang, tergantung juga jumlah barang bawaan masing-masing penumpang.

  3. salam kenal..
    tanggal 4 oktober saya mau berkunjung kesana mas. tapi kebetulan teman ga bisa nemenin kesana. saya bingung soal transportasi dan penginapan yang murah. nice trans itu ada haltenya sendiri di kualanamu atau bagaimana mas? nama penginapan mas waktu disana apa?
    mohon dibantu. terima kasih

    • Salam kenal juga, terima kasih sudah berkunjung! ๐Ÿ™‚

      Loket Nice Trans Taksi ada di sebelah kanan pintu kedatangan domestik setelah pengambilan bagasi. Akan ada banner seperti gambar di atas. Coba hubungi nomer 061-4558844 untuk menanyakan agen di Kualanamu.

      Untuk penginapan di Samosir, saya minta diantarkan ke Dermaga Silintong di Tuk Tuk. Turun dari sana jalan sedikit hingga ketemu jalan aspal, lalu ambil ke kanan. Kira-kira 100 meter dari dermaga. Temui restoran Bernard saja, tanya apakah masih ada kamar atau tidak. Tapi kalo di sana penuh jangan khawatir, di sekitarnya banyak kok penginapan murah. ^^

  4. Pingback: North Sumatera Trip (part 3): Keliling Medan Sambil Makan-Makan! | Blognya Umen

    • Wah maaf baru balas. ๐Ÿ˜€

      Untuk sewa motor sebenarnya beberapa penginapan banyak yang menyediakan sewa motor, harga kisaran sewa adalah 80ribu-100ribu per unit, tergantung jenis motor. Untuk rekomendasi ada baiknya langsung sewa di tempat penginapan, dan kalaupun mereka tidak menyediakan biasanya pemilik penginapan akan menunjukkan tempat sewa motor yang baik dan harga yang bersaing (biasanya warung-warung di sekitar sana menjejerkan sepeda motornya untuk disewakan).

      Selamat eksplorasi Danau Toba dan Samosir ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *