Pulau Perak Trip: Total Recharge To Face My Day

Minggu lalu adalah sebuah momen cukup bersejarah bagi saya karena pada akhirnya saya dapat mengunjungi Kepulauan Seribu untuk pertama kalinya. Pencapaian yang harus disambut meriah oleh seluruh warga sekampung, bukan?

Hahaha…oke tadi lebay, tapi gak juga sih. Lho? 😆
Beberapa waktu lalu saya pernah berdiskusi di Twitter tentang warga lokal yang kadang jarang atau belum pernah sama sekali mengunjungi tempat wisata di daerahnya sendiri. Diskusi tadi muncul setelah saya beberapa kali membaca komentar yang masuk ke blog saya yang mengatakan hal tersebut. Kita juga bahkan sering mendengar beberapa warga Jakarta yang belum pernah masuk dan naik ke puncak Monumen Nasional alias Monas kendati dalam perjalanan kantor hampir mereka lewati setiap hari. Begitu pula dengan saya, setelah 20 tahun tinggal di Jakarta, saya belum pernah jalan-jalan ke Kepulauan Seribu. Hihihi..

Beberapa alasan tersebut mulai dari, “Ah…itu mah dekat rumah, kapan-kapan juga bisa..” hingga yang klasik seperti, “Duh, belom ada uang sama waktunya..” kadang jadi hal mengganjal buat melakukan liburan lokal yang sebenarnya tidak terlalu mengeluarkan biaya besar dan waktu yang banyak.

Pulau Perak 1

Berkemah di tepi pantai bisa jadi alternatif mengisi liburan yang singkat. Total recharge to face my day!


Terlebih lagi bagi saya yang menganggap bahwa liburan itu sebuah kegiatan wajib. Rasanya kalo gak berlibur itu bikin mumet, stres dan hati jadi gak enak. Bisa-bisa malah nongol jerawat saking stres lagi. Hiii…

Beruntunglah teman-teman ACI2011 punya agenda jalan-jalan yang cukup sering, dan senangnya lagi ketika saya tahu bahwa tujuan kali ini adalah Pulau Perak di Kepulauan Seribu. Saya belum pernah ke sana nih! Tanpa perlu pikir panjang, saya langsung mendaftarkan diri ke Audrey, yang memang sudah beberapa kali ke sana.

Bersama 11 teman, kami memutuskan berangkat dari Pelabuhan Muara Angke. Tujuan pertama adalah Pulau Harapan yang waktu tempuhnya sekitar 3 jam dengan kapal kayu reguler. Oh iya, sebagai catatan, kapal dari sini bukan kapal feri yang mewah ya… Tapi kapal penumpang yang memang sederhana namun bisa memuat ratusan penumpang.

Setelah tiba di Pulau Harapan, kami singgah sejenak di rumah salah satu pemilik ojek perahu yang akan membawa kami ke Pulau Perak yaitu Pak Bob. Di rumahnya telah disajikan santapan makan siang yang lezat buat kami. Pak Bob dan kru perahunya mengantarkan kami menuju Pulau Perak selepas istirahat makan siang. Ombak yang cukup bersahabat mengiringi perjalanan siang itu yang memakan waktu sekitar hampir 1 jam.

Pulau Perak 3

Ajak teman buat liburan bareng bisa bikin hati dan pikiran jadi "total" lagi.

Udara di sana relatif masih cukup bersih, hanya saja cuaca saat itu sangat panas dan agak kering. Hmmm…yang kayak begini nih yang bikin kulit cepat rusak.

Pantai yang cukup landai, air yang jernih serta pasir putih membuat saya langsung histeris untuk segera turun ke sana, yaaa…walaupun ada beberapa sampah yang cukup mengganggu pandangan mata. Tapi biarin deh, gak ada alasan kan buat gak bersenang-senang? 😆

Tak ada sarana mewah di sana. Di dermaga terdapat warung kecil yang menyediakan makanan serta kelapa segar bagi yang datang berkunjung ke pulau itu. Beberapa gubuk juga kondisinya biasa saja, tak ada toilet maupun listrik. Cocok bagi pelancong yang menyukai kegiatan luar ruangan. Eitsss…tapi jangan khawatir, buat wisatawan yang ingin sekedar berfoto dan berenang di sini juga bisa kok. Banyak perahu yang mampir untuk mengantarkan wisatawan mengelilingi pulau ini dan pulau-pulau di sekitarnya.

Surpriseeeee….!
Ada kejadian yang benar-benar mengejutkan, khusus bagi saya, Regy dan Titiw. Kami sama-sama berulang tahun pada bulan September, dan di sana kami diberi kejutan yang bikin saya terharu. Hahahaha…

Pulau Perak 4

Thanks, God!

Kami sama sekali tidak melihat akan adanya pesta kejutan. Terlebih sebelum kami berangkat terjadi insiden salah naik kapal yang memaksa kami berangkat menjadi 2 grup. 😆

Ini benar-benar perjalanan liburan singkat yang menyenangkan dan tak telupakan. Selain bikin hati senang, bikin badan juga lebih segar. Terima kasih ya, Gengssss! 😆
Now…I’m ready to face my day!

Tips:
– Pastikan perlengkapan dan bahan pangan yang dibawa memadai selama berkemah. Periapkan tubuh dalam kondisi yang fit dan bugar. Bawa obat-obatan pribadi serta obat anti mabuk sebagai antisipasi.
– Polusi udara saat berada di pelabuhan akan berpengaruh pada kesehatan kulit. Disarankan membawa produk perawatan wajah yang dapat mengatasi masalah pada wajah (kalo saya sih pakenya NIVEA MEN Total Recharge yang facial foam dan moisturizer). Kenapa? Karena dapat membersihkan wajah dari minyak berlebih, komedo dan kotoran, mengangkat sel kulit mati, wajah lebih cerah, mencegah komedo, mengatasi bakteri penyebab jerawat, serta mengatasi atau mengurangi kelelahan pada wajah.
– Cuaca juga bisa dipastikan sangat panas dan kering, penggunaan pelembab wajah sangat baik dilakukan terlebih saat musim kemarau seperti sekarang.

Pulau Perak 2

"It Starts With You!"


Thanks to:
@adragesza buat fotonya..
– Geng #ACI2011
@NiveaMenWorld

14 thoughts on “Pulau Perak Trip: Total Recharge To Face My Day

    • Kamu harus coba ke sini, Pul. Kemping di sini asik banget lho… Kamu ke Pulau Harapan dulu, dari sana nanti naik perahu ojek. 😀

  1. keren ih pantainya… itu kamu tidur di pinggir pantai ya men?
    Kalau tiba2 tengah malam air nya pasang bisa hanyut dong… xD
    banyak nyamuk ga sih?
    Ada kepiting ga di pinggir pantai?
    Bisa main pasir ga bentuk menara?
    *nanya hal hal yg ga penting kayaknya ya xD

    • – Iya, aku tidur di pinggir pantai, tapi aman kok. Pasirnya cukup tinggi dan luas buat area berkemah.
      – Sepertinya ga ada nyamuk.
      – Ga lihat kepiting sih..
      – Bisa banget!
      😆

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *