Kelapa, Kuliner Nusantara Dan Kepopulerannya Di Dunia

Sebagai negara kepulauan, Indonesia adalah surga bagi tumbuhnya tanaman kelapa. Sepanjang pesisir pulaunya, kelapa bisa dengan mudah ditemui di Indonesia.

Hei….masih ingatkah kalian lagu Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki? Ya, tak hanya menceritakan bagaimana kaya dan eloknya negeri ini tapi juga menyampaikan bahwa negeri ini memiliki sumber nutrisi penting yang sangat melimpah, yaitu kelapa.

Pulau Lengkuas, Belitung, Indonesia

“…Pulau Kelapa Yang Amat Subur…” – Nyanyian Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki

Apa saja manfaat dari kelapa?
Coba sebutkan, bagian mana yang tidak bisa dimanfaatkan dari tanaman kelapa? Hampir tak ada, alias semua bagiannya mempunyai manfaat yang beragam. Misalnya saja akar dan batangnya yang bisa dijadikan bahan baku kerajinan, air niranya yang diolah menjadi gula merah, serat sabutnya bisa dijadikan tali atau dianyam menjadi keset, daunnya kerap dijadikan atap rumah dan sapu lidi, batoknya bisa jadi arang, sedangkan bakal tunas, air serta daging buahnya bisa diolah menjadi bahan makanan dan minuman. Tidak hanya itu saja, kelapa memiliki nutrisi yang baik untuk tubuh.

Dikutip dari website Sari Husada, asam lemak omega 3 pada kelapa dapat mengurangi peradangan serta melumasi sel-sel dan sendi. Kandungan gulanya yang kecil bermanfaat sebagai energi bagi tubuh. Yang juga tak kalah pentingnya, di dalam santan kelapa terkandung kalsium, protein, serta bermacam mineral seperti natrium, kalium, fosfor, zat besi dan tembaga.

Gizi Kelapa

Kuliner Nusantara
Kuliner Indonesia sejak lama dikenal memiliki cita rasa yang kaya. Bayangkan saja, dengan jumlah wilayahnya yang luas, didukung komoditi bahan baku berlimpah, serta banyaknya suku dan budaya, Indonesia punya banyak makanan lezat yang beraneka ragam. Uniknya lagi, banyak kuliner nusantara tersebut yang mengandung bahan baku dari kelapa.

Di Aceh misalnya, kita bisa menemui Gulai Aceh yang menggunakan santan. Sama halnya seperti Mie Gomak dari Sumatera Utara dan Mie Celor buatan orang Palembang yang juga menggunakan santan pada kuahnya. Oh iya, Dendeng Batokok khas Minang juga akan lebih sedap jika Lado Mudo-nya menggunakan minyak kelapa asli. Minyak dihasilkan dari memasak santan kental yang kemudian akan memisahkan antara minyak dari ampasnya. Saya pernah membuatnya bersama Mamah dan ternyata memang terbukti lebih enak. Hehe..

Dendeng Batokok

Bergeser ke Pulau Jawa, Sop Buntut Betawi, Gepuk Sapi Serundeng Khas Sunda serta areh pada Gudeg Jogja juga menggunakan kelapa sebagai bahan bakunya. Kalau Bali? Hmmm…kalian pernah coba Sate Lilit? Sate dari olahan daging cincang ini juga menggunakan parutan kelapa sebagai bahannya. Cara mengolahnya adalah daging cincang dicampur dengan kelapa parut, lalu ditambah dengan bumbu lainnya. Bahan sate kemudian dililitkan (atau dibentuk) pada batang serai sebelum akhirnya dibakar di atas bara api kecil.

Bagaimana dengan pedalaman Kalimantan? Adalah Sayur Umbut Kelapa, makanan warisan leluhur suku Dayak yang tentu saja mengambil manfaat dari kelapa. Sedangkan pada daerah Timur Indonesia, kita punya Sinole (berbahan sagu, kelapa dan gula) dari Papua, Putu Cangkiri’ (tepung beras ketan yang dicampur gula merah dan kelapa muda) dari Bugis-Makassar dan Nasi Lapola dari Maluku.

Mana saja kuliner Indonesia yang populer di dunia?
Pertanyaan yang sangat mudah dijawab tentulah Rendang. Sajian daging yang dimasak lama dengan berbagai bumbu dan santan kelapa ini sangat populer di dunia internasional karena kelezatannya. Bahkan beberapa waktu lalu sempat masuk dalam daftar makanan terlezat dunia versi kantor berita asing. Hebat bukan?

Hanya itu saja? Tentu tidak. Kita juga punya Es Cendol yang menggunakan santan kelapa. Hidangan penutup dan segar ini bahkan populer juga di negara tetangga. Dan jangan salah, Sate dan Soto yang menjadi sajian kuliner khas Indonesia juga populer di mancanegara lho! Wah bangga ya.. :)

Jadi, kuliner Indonesia gak kalah keren kan? Apalagi setelah tahu dari nilai gizi dan juga kepopulerannya di luar negeri.. :D

—-

Informasi diambil dari berbagai sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>