[Tokoh] Mengenal Sosok Prita Kemal Gani

Malam itu saya terlambat hadir ketika Simbok Venus mengirimkan pesan melalui WhatsApp, “Kamu sudah di mana?” Saya langsung menjawab, ” Saya sudah di parkiran, sebentar lagi saya ke atas ya, Mbok..” Tapi ternyata butuh waktu hampir 10 menit berkeliling mal karena luasnya mal itu agak membingungkan saya mencari lokasi yang dituju.

Tepat pukul 7:15 menit saya sudah tiba di lokasi undangan makan malam. Sebuah meja yang sudah dipenuhi makanan itu nampak sudah dikelilingi oleh para tamu lain yang hadir. Beberapa dari mereka yang telah duduk nampak tidak asing, mereka adalah teman-teman blogger. Saya melihat satu kursi kosong tersisa, tentunya itu kursi yang dipersiapkan untuk saya. Dengan nampak tak enak hati saya masuk ke ruangan dan langsung meminta maaf karena datang terlambat. Sesosok ibu dengan senyumnya yang ramah kemudian berdiri dan menjabat tangan saya, “Ini Mas Umen ya? Iya, tidak apa-apa.. Mari..mari..silahkan duduk!” Saya jadi makin tak enak hati, pertama karena telat datang, kedua karena beliau sudah tahu nama saya (iya, pasti Simbok yang mengenalkan nama saya, saya jadi sangat terharu..hihi).

Tak berjudul

Ternyata teman-teman saya yang hadir pada malam itu sedang larut berbincang dengan sosok yang akhirnya saya kenal dengan nama Prita Kemal Gani. Ibu Prita terlihat antusias mendengar cerita-cerita dari para blogger. Begitu juga sebaliknya ketika Ibu Prita bercerita mengenai dunia public relations. Dari informasi yang saya dengar, Ibu Prita ini baru saja kembali ke tanah air setelah menerima ASEAN People’s Award (APA) dari KTT ASEAN 2015 ke-27 yang berlangsung pada 20-21 November 2015 di Kuala Lumpur, Malaysia. Ibu Prita ini dinilai sebagai figur wanita yang dapat memberi dampak besar terhadap community building di masyarakat ASEAN. Wah hebat ya! 🙂

Tapi siapa sih Ibu Prita Kemal Gani ini?
Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR atau yang lebih akrab dipanggil Ibu Prita ini adalah Founder & Director London School of Public Relations Jakarta. Ibu dari 3 orang anak yang sekarang juga menjabat sebagai Ketua ASEAN Public Relation Network (APRN) ini pernah mengetuai Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia pada tahun 2011-2014. Beliau dikenal sebagai sosok ibu aktif yang memberi kontribusi besar bagi pendidikan public relations di Indonesia.

Tak berjudul

Kisah itu bermula saat membuka lembaga kursus public relations (PR) pada tahun 1992. Berbekal menyewa ruang kantor berukuran 12 meter persegi di bilangan Jalan Sudirman, Jakarta, lembaga kursus ini terus berkembang hingga pada akhirnya menjadi sebuah sekolah tinggi pada tahun 1999, yang kemudian dikenal secara luas sebagai Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “The London School of Public Relations Jakarta” (LSPR). Kini LSPR semakin besar dan berkembang, dengan memiliki 6 konsentrasi studi pilihan yaitu; Public Relations, International Relations, Marketing, Mass Communication, Visual Design Communication & Advertising dan Performing Arts Communication.

Masa depan public relations di Indonesia..
Ibu Prita bercerita banyak hal, mulai dari kesukaannya yang bekerja dari rumah hingga fakta bahwa orang-orang Indonesia sangat siap bersaing dalam dunia public relations dengan negara-negara ASEAN. Selain tahan banting, kita dikenal sebagai orang yang kreatif, begitu Ibu Prita bercerita. “Kita sangat bisa bersaing dan unggul, sayangnya kendala kita belum banyak yang percaya diri berbahasa asing (baca: Bahasa Inggris)”, beliau menambahkan.

Keoptimisannya terhadap masa depan public relations Indonesia direncanakan dengan pembangunan kampus baru di daerah Bekasi. Tak hanya itu saja, tekad beliau ingin LSPR kelak menjadi London School of Public Relations ASEAN. Wah…saya dukung, Ibu!

Tak berjudul

Tak terasa 2 jam kami makan dan berbincang tentang banyak hal. Saya pribadi juga mendapat ilmu dari beliau.
Terima kasih atas waktunya ya, Ibu Prita. Semoga kita bisa bertemu kembali di lain kesempatan. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *