Garut Trip: Talaga Bodas, Pemandian Air Panas & Wisata Kuliner

Apa yang terlintas dari benak Anda ketika mendengar kata “Garut”? Saya sendiri langsung menggambarkan Garut sebagai sebuah kabupaten di Jawa Barat yang memiliki hawa sejuk, dengan komoditi teh dan penganan khasnya yaitu dodol. Saya juga pernah mendengar soal budaya adu domba (dalam arti sebenarnya) serta lokasi pemandian air panas yang banyak tersebar di daerah Garut.

Namun selain itu semua, Garut juga memiliki lokasi wisata lain—yang menurut teman saya, @efenerr—belum begitu banyak diketahui orang lain. Apakah itu?

Garut1

Bersama teman-teman ACI, atas dasar rasa penasaran tempat wisata yang disebutkan oleh teman saya, kami pun memustuskan berangkat ke Garut. Menggunakan bus Big Bird berkapasitas 10 orang, kami berangkat menuju Garut pukul 10 malam dari Jakarta.

Perjalanan dari Jakarta menuju Garut melalui tol Cipularang seharusnya dapat ditempuh sekitar 4 jam. Sayangnya saat kami melewati Rancaekek di Bandung, terjadi kemacetan yang cukup panjang akibat adanya perbaikan jalan. Kami secara bergantian melihat kondisi selama perjalanan, sedangkan sisanya tertidur lelap dalam kursi nyaman bus Big Bird.

Garut2

Menjelang pukul 4 pagi, kami tiba di sebuah penginapan bernama Tirta Merta 2. Dua kamar yang kami sewa masing-masing memiliki 2 ranjang yang cukup nyaman dengan kamar mandi di dalam. Setelah cukup beristirahat dan sarapan, tujuan kami hari itu adalah mengunjungi Talaga Bodas, yang dalam Bahasa Indonesia berarti telaga atau danau putih. Talaga Bodas merupakan kawah yang terbentuk akibat letusan Gunung Talaga Bodas. Sama halnya dengan Kawah Putih Patuha di Ciwidey, Bandung, Talaga Bodas juga memiliki pemandangan yang sangat indah. Sayangnya, akses yang kurang baik menuju lokasi mungkin menjadi alasan Talaga Bodas tidak sepopuler Kawah putih Patuha.

Garut3

Tak jauh dari lokasi utama danau, kita bisa menemui pemandian air panas di alam terbuka. Namun lagi-lagi, lokasi pemandian air panas masih dalam renovasi, sehingga usaha untuk mandi di pemandian masih terbilang kurang nyaman. Oh iya, untuk bisa menuju akses ini sangat murah kok. Retribusi sekitar 3000 rupiah per orang akan ditarik saat kita memasuki pintu gerbang (yang juga sedang dalam renovasi).

Garut4

Karena cuaca pada sore itu kurang baik, akhirnya kami memutuskan untuk mencoba berenang di kolam air panas di dekat tempat kami menginap. Kami bertolak menuju lokasi sambil menikmati tayangan yang tersedia di dalam bus Big Bird. Kita bisa menonton DVD yang kita bawa masih-masing dari rumah.

Sebenarnya banyak hal menarik yang bisa kita temui di Garut, misalnya di Tirta Merta 2 tempat kami menginap, terdapat fish spa dan taman dengan batu refleksi. Dan bicara soal kuliner, Garut tak hanya dikenal dengan dodol Garut saja, tapi ada cokelat yang berisi dodol.

Garut juga terkenal dengan es goyobod, yaitu es campur berisi potongan hunkue atau kanji, avokad dan kelapa muda. Masih ada lagi, di beberapa restoran, terdapat juga es kelapa yang diberi durian dan es krim aneka rasa. Bagi penggemar durian, pasti tidak akan melewatan minuman ini!

Garut5

Makanan enak juga banyak terdapat di Garut. Jangan ragu untuk mencicipi kuliner yang terdapat di dekat alun-alun Garut. Sepanjang jalan akan ditemui panganan seperti onde-onde, kue putu, sop kaki sapi, sate domba, siomay, cilok (baso sagu), dan banyak lainnya.

Selamat berkunjung ke Swiss van Java! ^^

Bikin Video Waisak 2012 itu…

Akhir tahun lalu saya iseng-iseng bikin video untuk pertama kalinya, hasilnya…hahaha, jangan tanya hasilnya! Tapi yang terpenting adalah kepuasan saat video itu jadi dan dilihat banyak orang. Sungguh menyenangkan. Apalagi bonus yang kita terima itu adalah bentuk pujian atas apresiasi terhadap hasil karya kita. Dobel menyenangkan! 🙂

Jadi ingat waktu Waisak yang lalu, saya melakukan perjalanan ke Jogja lalu dilanjut ke Magelang untuk mengintip sakralnya perayaan Waisak di sana. Ditemani oleh teman-teman adi #ACI2011, perjalanan singkat dan super menyenangkan itu pun dimulai. Inilah video perjalanan saat Waisak buatan saya sendiri…

Episode 1
Jakarta menuju Jogja

Continue reading »

#ACI2011: Pindang Patin Yang Kucinta

Inilah pengalaman daku saat berpetualang Aku Cinta Indonesia di Palembang. Beberapa rumah makan yang menyediakan pindang patin daku coba. Semua memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Mulai dari kuahnya yang kental dan agak sedikit cair, mulai dari tingkat kepedasannya, hingga dari aroma amis ikan patin yang berbeda-beda di setiap rumah makan. Semua tergantung proses dan penyajian makanannya.

Pindang Patin dengan kuah yang asam, gurih dan pedas.

Pindang Patin dengan kuah yang asam, gurih dan pedas.

Continue reading »