#UMENvlog: Makassar Trip (Festival Layang-Layang 2016, Fort Rotterdam)

Pertama kali dapat kabar kalau klien bakal bikin acara di Makassar, wuih…antusias banget dong! Soalnya saya sendiri memang belum pernah ke Makassar.

Eh tapiiii….saya ini juga sedikit banget pengetahuan tentang kota ini. Udah gitu, waktu bebas tugas pun hanya 1 hari saja. Jadi, ke manakah Umen jalan-jalan ke Makassar hanya dalam waktu 1 hari saja? Ceritanya sudah dirangkum di video ini…

Kojak Piknik Ke PIK

Akhir Januari lalu jadi momen menyenangkan buat keluarga Kopdar Jakarta. Setelah sekian lama jarang ada acara di Kopdar Jakarta, kali ini kami mengadakan piknik ke Taman Wisata Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk. Senangnyaaaa!

Minggu pagi kami sudah berkumpul di f(X) Senayan, tempat bertemu sebelum berangkat. Dari sana menuju lokasi terbilang lancar, kira-kira waktu tempuhnya sekitar setengah jam lebih. Untuk sampai ke lokasi wisata juga tidak sulit, karena pintu masuknya ada di samping bangunan besar milik Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Jl. Pantai Indah Kapuk (PIK) Boulevard, Jakarta Utara.

Kojak Piknik Big Bird

Intip video keseruannya yuk!

Biaya masuk ke Taman Wisata Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk adalah Rp 25.000,- per orang. Namun meskipun tersedia lokasi parkir kendaraan, lokasi ini masih kurang mengakomodir bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda dua. Sedangkan bagi kamu yang ingin membawa kamera, ehem…akan dikenakan tarif yang sangat mahal yaitu 1-1,5 juta rupiah. Eitsss…tapi dengan kamera di handphone juga bisa tetap berfoto kan? :)

Selain area hutan bakau (mangrove) dan pengamatan burung, terdapat beberapa fasilitas di lokasi ini seperti pndok penginapan, tempat ibadah, kantin, toilet umum dan juga area outbond. Oh iya, untuk harga makanan dan minuman yang dijual bisa dibilang sedikit lebih mahal. Jadi usahakan makan dulu sebelum berwisata ya, karena dilarang membawa makanan dan minuman dari luar.

Kojak Piknik Big Bird

Yang pasti tempat ini cocok untuk kamu warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin berwisata di akhir pekan. Ada banyak spot foto menarik yang bisa dimanfaatkan dengan baik.

Kojak Piknik Big Bird

Berikut beberapa saran untuk kamu yang ingin berkunjung:
1. Gunakan sepatu atau sandal yang nyaman serta anti licin. Hati-hati saat masuk ke area hutan bakau, perhatikan langkah karena ada beberapa pijakan yang rapuh atau licin berlumut.
2. Sedia payung dan kenakan topi untuk menghindari panas di siang hari. Usahakan juga datang pagi hari saat matahari belum terik.
3. Jaga barang bawaan. Hati-hati saat mengeluarkan barang (misal handphone) karena bisa berisiko terjatuh dan masuk ke air.

Kojak Piknik Big Bird

Tak lupa kami juga ingin berterimakasih untuk Big Bird yang dengan baik hati mengantarkan kami ke lokasi. Kapan-kapan lagi ya! ;)

Garut Trip: Talaga Bodas, Pemandian Air Panas & Wisata Kuliner

Apa yang terlintas dari benak Anda ketika mendengar kata “Garut”? Saya sendiri langsung menggambarkan Garut sebagai sebuah kabupaten di Jawa Barat yang memiliki hawa sejuk, dengan komoditi teh dan penganan khasnya yaitu dodol. Saya juga pernah mendengar soal budaya adu domba (dalam arti sebenarnya) serta lokasi pemandian air panas yang banyak tersebar di daerah Garut.

Namun selain itu semua, Garut juga memiliki lokasi wisata lain—yang menurut teman saya, @efenerr—belum begitu banyak diketahui orang lain. Apakah itu?

Garut1

Bersama teman-teman ACI, atas dasar rasa penasaran tempat wisata yang disebutkan oleh teman saya, kami pun memustuskan berangkat ke Garut. Menggunakan bus Big Bird berkapasitas 10 orang, kami berangkat menuju Garut pukul 10 malam dari Jakarta.

Perjalanan dari Jakarta menuju Garut melalui tol Cipularang seharusnya dapat ditempuh sekitar 4 jam. Sayangnya saat kami melewati Rancaekek di Bandung, terjadi kemacetan yang cukup panjang akibat adanya perbaikan jalan. Kami secara bergantian melihat kondisi selama perjalanan, sedangkan sisanya tertidur lelap dalam kursi nyaman bus Big Bird.

Garut2

Menjelang pukul 4 pagi, kami tiba di sebuah penginapan bernama Tirta Merta 2. Dua kamar yang kami sewa masing-masing memiliki 2 ranjang yang cukup nyaman dengan kamar mandi di dalam. Setelah cukup beristirahat dan sarapan, tujuan kami hari itu adalah mengunjungi Talaga Bodas, yang dalam Bahasa Indonesia berarti telaga atau danau putih. Talaga Bodas merupakan kawah yang terbentuk akibat letusan Gunung Talaga Bodas. Sama halnya dengan Kawah Putih Patuha di Ciwidey, Bandung, Talaga Bodas juga memiliki pemandangan yang sangat indah. Sayangnya, akses yang kurang baik menuju lokasi mungkin menjadi alasan Talaga Bodas tidak sepopuler Kawah putih Patuha.

Garut3

Tak jauh dari lokasi utama danau, kita bisa menemui pemandian air panas di alam terbuka. Namun lagi-lagi, lokasi pemandian air panas masih dalam renovasi, sehingga usaha untuk mandi di pemandian masih terbilang kurang nyaman. Oh iya, untuk bisa menuju akses ini sangat murah kok. Retribusi sekitar 3000 rupiah per orang akan ditarik saat kita memasuki pintu gerbang (yang juga sedang dalam renovasi).

Garut4

Karena cuaca pada sore itu kurang baik, akhirnya kami memutuskan untuk mencoba berenang di kolam air panas di dekat tempat kami menginap. Kami bertolak menuju lokasi sambil menikmati tayangan yang tersedia di dalam bus Big Bird. Kita bisa menonton DVD yang kita bawa masih-masing dari rumah.

Sebenarnya banyak hal menarik yang bisa kita temui di Garut, misalnya di Tirta Merta 2 tempat kami menginap, terdapat fish spa dan taman dengan batu refleksi. Dan bicara soal kuliner, Garut tak hanya dikenal dengan dodol Garut saja, tapi ada cokelat yang berisi dodol.

Garut juga terkenal dengan es goyobod, yaitu es campur berisi potongan hunkue atau kanji, avokad dan kelapa muda. Masih ada lagi, di beberapa restoran, terdapat juga es kelapa yang diberi durian dan es krim aneka rasa. Bagi penggemar durian, pasti tidak akan melewatan minuman ini!

Garut5

Makanan enak juga banyak terdapat di Garut. Jangan ragu untuk mencicipi kuliner yang terdapat di dekat alun-alun Garut. Sepanjang jalan akan ditemui panganan seperti onde-onde, kue putu, sop kaki sapi, sate domba, siomay, cilok (baso sagu), dan banyak lainnya.

Selamat berkunjung ke Swiss van Java! ^^

North Sumatera Trip (part 3): Keliling Medan Sambil Makan-Makan!

Taksi lokal yang membawa saya menuju Medan dari Parapat – Danau Toba tiba di kota saat siang hari. Namun karena harus mengantar penumpang lain yang jaraknya cukup berjauhan dari Hotel Santika tempat saya menginap, saya baru bisa check-in menjelang pukul 4 sore. Ada rasa lelah yang membebani tubuh, tapi semangat untuk berkeliling kota Medan sambil makan-makan meruntuhkan kelelahan itu.

WisataMedan

Kediaman Tjong A Fie, Dinas Kebudayaan & Pariwisata, Gedung Juang '45 dan Masjid Raya Medan (kiri atas searah jarum jam)

Saya membuka kertas berisi daftar tempat-tempat menarik di kota Medan sambil merebahkan diri di atas kasur empuk super nyaman sore itu. Saya juga sempat nge-tweet untuk menanyakan tempat makan enak yang ada di Medan. Beberapa teman merekomendasikan banyak tempat wisata dan tempat makan. Lalu saya berpikir, “Apakah semua ini bisa saya kunjungi hanya dalam waktu 2 malam 1 hari? Karena lusa pagi-pagi sekali saya sudah harus pulang kembali ke Jakarta..”
Continue reading »

Pulau Perak Trip: Total Recharge To Face My Day

Minggu lalu adalah sebuah momen cukup bersejarah bagi saya karena pada akhirnya saya dapat mengunjungi Kepulauan Seribu untuk pertama kalinya. Pencapaian yang harus disambut meriah oleh seluruh warga sekampung, bukan?

Hahaha…oke tadi lebay, tapi gak juga sih. Lho? :lol:
Beberapa waktu lalu saya pernah berdiskusi di Twitter tentang warga lokal yang kadang jarang atau belum pernah sama sekali mengunjungi tempat wisata di daerahnya sendiri. Diskusi tadi muncul setelah saya beberapa kali membaca komentar yang masuk ke blog saya yang mengatakan hal tersebut. Kita juga bahkan sering mendengar beberapa warga Jakarta yang belum pernah masuk dan naik ke puncak Monumen Nasional alias Monas kendati dalam perjalanan kantor hampir mereka lewati setiap hari. Begitu pula dengan saya, setelah 20 tahun tinggal di Jakarta, saya belum pernah jalan-jalan ke Kepulauan Seribu. Hihihi..

Beberapa alasan tersebut mulai dari, “Ah…itu mah dekat rumah, kapan-kapan juga bisa..” hingga yang klasik seperti, “Duh, belom ada uang sama waktunya..” kadang jadi hal mengganjal buat melakukan liburan lokal yang sebenarnya tidak terlalu mengeluarkan biaya besar dan waktu yang banyak.

Pulau Perak 1

Berkemah di tepi pantai bisa jadi alternatif mengisi liburan yang singkat. Total recharge to face my day!

Continue reading »

North Sumatera Trip (part 2): Tomok, Aek Natonang dan Mi Gomak

Jika sebelumnya saya lebih banyak membahas bagaimana cara menuju Danau Toba dan Pulau Samosir, dalam tulisan ini akan saya bahas tempat-tempat yang menarik yang bisa didatangi di Samosir. Apa sajakah tempat itu? Mari dibaca.. ^^

Setelah menempuh perjalanan dari bandara Kualanamu, Medan, menuju Parapat hampir 6 jam, lalu dilanjut perjalanan dengan kapal menuju Samosir selama 45 menit, akhirnya saya tiba di Samosir. Pada hari berikutnya saya beserta teman saya, Debby, yang memang tinggal di Samosir memiliki agenda untuk mengunjungi beberapa tempat..

Tomok

Danau Toba dan Pulau Samosir.

Continue reading »

North Sumatera Trip (part 1): Danau Toba & Pulau Samosir

Sebuah artikel–yang mana saya lupa namanya–pernah menuliskan bahwa provinsi di Indonesia yang memiliki potensi wisata hampir lengkap adalah Sumatera Utara; kota besar seperti Medan, bangunan-bangunan tua dan bersejarah, pantai, laut, gunung, surga kuliner, hingga danau vulkanik seperti Danau Toba. Terlepas dengan benar atau tidaknya hal tersebut, saya juga jatuh cinta pada Sumatera Utara.

Saya masukkan provinsi ini ke dalam bucket listsaya sekitar 2 tahun lalu. Bagaimana pun caranya saya harus bisa sampai ke tanah Batak. Toh lokasinya bukan di negeri antah berantah yang tak saya kenal, tapi masih di Indonesia dan masih satu wilayah waktu dengan Jakarta.

Samosir Cover

Jelajahilah negerimu, nikmati keindahannya, jaga serta lestarikan ciptaan-Nya.

Continue reading »

#EastJavaTrip (part 2): Menapaki Indahnya Bromo

Setelah siang hari lidah saya dimanjakan dengan makan-makan, perjalanan ke Malang pun segera berlanjut ke Bromo. Agen perjalanan yang saya hubungi sudah siap untuk menjemput saya di hotel pada tengah malamnya. Rencana akan menuju Bromo pada pukul 1 pagi dan akan ditempuh dengan waktu sekitar 2 jam perjalanan dengan menggunakan mobil jeep.

“Pak Umen, saya sudah di depan hotel..bisa berangkat sekarang?” kata pemandu saya di telepon tengah malam itu. Bergegaslah saya keluar kamar menuju lobi hotel lalu menemui pemandu yang akan membawa saya ke Bromo. Wohooo…perjalanan dimulai!

Saya duduk di jok bagian depan. Malang sangat dingin malam itu. Suhu dinginnya masih bisa saya rasakan walaupun baju yang saya kenakan sudah cukup tebal. Tapi semangat untuk melihat matahari terbit di Bromo tidak surut, justru inilah waktu yang saya tunggu-tunggu selama ini.

Dalam perjalanan, saya tidak sendiri dalam grup tersebut. Saya berkenalan dengan Tijs Bouwhuis, turis asing asal Belanda yang juga akan ke Bromo dengan pacarnya, Alyke Deunk, serta seorang teman lagi yang saya lupa namanya. Hehe.. Mereka bertiga sudah beberapa pekan di Indonesia. Setelah Bromo ini mereka akan ke Jogjakarta lalu bertolak kembali ke negara asal mereka di Belanda.

Malam yang sangat cerah menyambut kami di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Saya masih bisa melihat hutan lebat, jalan berbatu serta lembah-lembah yang disinari oleh terangnya bulan sepanjang perjalanan. Perjalanan yang lebih mencengangkan saya adalah ketika jeep kami telah melintasi padang savana dengan tebing panjang yang indah. Tidak terlalu jelas, namun sinar bulan tadi masih menyinari tempat yang indah itu. Bahkan di tengah tiupan pasir yang lebat sekalipun, bintang-bintang masih dapat terlihat dengan jelas menyempurnakan perjalanan kami.

Malang 3
Continue reading »

#EastJavaTrip (part 1): Makan-Makan di Kota Malang

“Oke, sebut salah satu daerah yang ingin kamu kunjungi, Men!” Begitulah batin saya ketika merencanakan liburan waktu itu. Ada beberapa destinasi yang ingin saya datangi, dan dari sekian banyak rencana liburan yang sudah disusun, Malang serta Bromo menjadi tujuan saya berikutnya..

Berbekal voucher penginapan gratis yang saya dapat dari kuis Santika Hotel dan kado ulang tahun berupa tiket pesawat Garuda Indonesia dari teman saya @KoGary, saya pun berangkat menuju Malang siang itu. Cuaca cerah serta pendaratan yang–bagi saya–agak kurang nyaman mewarnai kali pertama saya menginjakkan kaki di Malang. Sedikit bengong karena bandara yang saya kira besar ternyata tak lebih besar dari Puskesmas dekat rumah saya. :p

Malang 1

Continue reading »

Singapura, Saya Datang Kembali!

Ada telepon masuk, suara wanita di ujung sana berkata saya akan ke Singapura. Ahhh…senangnya! Setelah tahun lalu ke sana dengan biaya sendiri, kini saya akan ke sana dengan gratis karena saya dinyatakan sebagai pemenang Fast Browse & Win Plasa MSN yang diselenggarakan oleh Internet Explorer 9 dan Speedy.

Jika dilihat dari jadwalnya, jelas ini akan menjadi 2 hari yang penuh dengan agenda dan kegiatan yang menyenangkan. Saya ajaklah kakak ipar saya untuk petualangan singkat tersebut di negeri singa. Yups…Singapura, saya datang kembali!

Singapore1
Continue reading »