Just A Little Talk!: Ruang Anak Muda Bekasi Untuk Berkreasi

Ringan, cerdas dan inspiratif. Itulah slogan yang diusung untuk Just A Little Talk!, sebuah acara bincang-bincang ringan dengan materi terkini dan berisi, serta diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk banyak orang. Digelar pertama kali oleh Little Talk Coffee, VIDA Bekasi, Just A Little Talk! mampu menyedot minat kaum muda Bekasi untuk datang.

Sabtu, 18 Februari 2017, Just A Little Talk! pertama mengangkat bahasan yang sedang sangat diminati oleh kalangan anak muda, yaitu videografi dan fotografi. Dengan tema “Digital 101: Vlogging And Shooting Like A Pro”, Just A Little Talk! menghadirkan seorang YouTube Content Creator yaitu Anggun Adi ‘Goenrock’, dan Jonathan yang dikenal karyanya melalui foto-foto di Instagram.

Just A Little Talk!

Di balik Just A Little Talk!
Bagi saya pribadi, Just A Little Talk! memiliki arti penting tersendiri karena bisa terlibat di dalamnya. Sebagai salah satu kreator Just A Little Talk!, tentu saya berharap acara ini dapat berjalan sesuai rencana tanpa kendala. Namun hari itu cuaca kurang bersahabat. Sejak dini hari hujan mengguyur Jabodetabek dengan intesitas besar.

Menjelang siang hari, kecemasan berangsur-angsur menghilang. Peserta yang saya harap bisa datang setengah dari jumlah tempat yang disediakan ternyata melebihi apa yang saya duga sebelumnya. Semua tempat terisi penuh! Sekitar 25 orang datang dari Bekasi dan Jakarta, bahkan ada yang harus menempuh waktu 3 jam untuk bisa sampai ke lokasi. Sungguh luar biasa antusiasmenya!

Just A Little Talk! 2

Jadi kreator konten di YouTube dan Instagram? Mengapa tidak..
Just A Little Talk! dibagi menjadi 2 sesi, sesi pertama diisi oleh Goenrock dengan materinya seputar vlogging. Mulai dari bagaimana memulai untuk vlogging, peralatan yang dibutuhkan, apa yang akan dijadikan bahan vlog, hingga kendala teknis dikupas olehnya secara mendalam. Banyak yang ingin datang memang untuk tahu lebih banyak tentang vlog dan khususnya videografi.

Sedangkan di sesi kedua, Jonathan bercerita pengalamannya kekita membingkai momen yang terjadi disekitarnya dan menceritakannya kembali pada media Instagram. Bisa dibilang pada saat Just A Little Talk! berlangsung para peserta yang hadir sering kali takut dan bingung untuk memulai sesuatunya. Goenrock dan Jonathan tak segan-segan membagikan tips untuk mengatasi kendala itu. Mereka menyampaikan bahwa untuk menjadi kreator konten yang baik adalah dengan berani mencoba serta mengulang jika ada kekurangan, lebih banyak mengekplor diri dan menerima masukkan dari orang sekitar.

Video Just A Little Talk!:

Acara yang diagendakan di awal hanya akan berlangsung selama 2 jam ternyata menjadi 3 jam lebih. Ini dikarenakan para peserta benar-benar antusias untuk bertanya dan ingin tahu lebih banyak. Saya sendiri merasakan aura yang positif dari kegiatan ini. Nampak jelas bahwa anak muda di Bekasi butuh ruang untuk berkreasi, dan Just A Little Talk! adalah salah satu wadah untuk permulaan dari itu.

Just A Little Talk! 3

#AkuBeaCukai: Pengalaman Langka Berkunjung Ke Cikarang Dry Port

“Lokasinya di Cikarang. Semacam ‘pelabuhan’ tapi kering. Bukan di pinggir laut. Bingung gak dengarnya?” Itu kalimat pertama yang saya dengar waktu dapat ajakan mengunjungi Cikarang Dry Port. Ya, saya bingung.

Masih gak ada bayangan tentang apa itu Cikarang Dry Port, juga fungsi dan seperti apa kondisinya di sana. Apakah semacam pelabuhan? Atau seperti gudang? Atau mungkin terminal bus? Bagi saya, ini semua benar-benar asing di telinga.

Aku Bea Cukai 1

Hingga akhirnya pagi itu saya bertemu dengan Ibu Ardhani Naryasti dan teman-teman dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Mereka dengan senang hati menjelaskan tentang rencana perjalanan kami ke Cikarang Dry Port.

Aku Bea Cukai 2

Apa itu Cikarang Dry Port?
Cikarang Dry Port merupakan “perpanjangan tangan” dari Pelabuhan Tanjung Priok. Di mana segala pelayanan pabean dapat terkoneksi dengan pelabuhan-pelabuhan lain di seluruh dunia. Cikarang Dry Port jadi solusi bagi pengusaha untuk melakukan kegiatan bongkar muat barang sampai barang tersebut keluar (dwelling time) yang selama ini hanya difokuskan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Lokasinya sendiri berada di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat. Waktu tempuh dari Jakarta kurang lebih 1 jam perjalanan. Terbilang dekat jika diakses antara Tanjung Priok ke Cikarang.

Aku Bea Cukai 3

Proses apa saja yang terjadi di Cikarang Dry Port?
Agar waktu tunggu barang impor di Pelabuhan Tanjung Priok tidak padat, proses pelabelan dan proses pemeriksaan barang dilakukan secara terpisah. Kehadiran Cikarang Dry Port membantu proses tersebut.

Sebelum peti kemas yang masuk ke Cikarang Dry Port dibuka untuk diperiksa, petugas Bea dan Cukai akan menyesuaikan data dengan label yang tertera. Prosesnya termasuk mengambil gambar petugas dengan sebagian pintu peti kemas yang terbuka.

Apabila sudah sesuai, maka pembongkaran akan dilakukan oleh vendor yang ditunjuk langsung oleh klien atau importir di bawah pengawasan Bea dan Cukai. Nah, jadi bukan petugas Bea dan Cukai yang bongkar lho.. Hal itu untuk menghindari dugaan barang hilang oleh petugas Bea dan Cukai. Jadi jangan suka suudzon dulu nih kalau nemu kasus seperti itu. Hehe..

Barang dicek hingga ke ujung dalam peti kemas. Tumpukkan barang dihitung dan disesuaikan dengan dokumen yang dikeluarkan. Belum berhenti sampai di situ, masih ada proses pengambilan sampel, yakni dengan mengeluarkan 10%-20% dari total barang. Kardus barang dibuka, dilihat isinya dan juga harus melewati mesin x-ray scanner. Fiuhhhh…panjang dan melelahkan ya prosesnya!

Aku Bea Cukai 4

Pelabuhan kering ini melayani aktivitas ekspor dan impor mencakup pendistribusian barang ke daerah di pulau Jawa Contoh ini terlihat dari hadirnya jalur kereta yang menghubungkan Tanjung Priok, Cikarang Dry Port dan lokasi lainnya di daerah pulau Jawa. Dengan luas area lebih dari 200 hektar, pada bagian belakang tempat ini bisa dilihat jalur kereta yang dimaksud.

Dengan pelayanan terpadu satu atap, proses dokumentasi dan pemeriksaan terkait Bea Cukai, Karantina Hewan dan Karantina Tumbuhan diselesaikan di sini. Dengan teknologi modern, petugas dapat mengontrol langsung arus peti kemas yang berjalan dari Tanjung Priok ke Cikarang Dry Port melalui e-seal yang sudah dilengkapi dengan GPS, GPRS, dan RFID. Semua benar-benar terlihat efisien.

Aku Bea Cukai 5

Saya bersyukur sekali bisa dapat kesempatan langka seperti ini. Banyak ilmu baru yang saya tahu. Semoga akan ada kesempatan untuk saya bisa melihat proses kepabean lainnya.

Aku Bea Cukai 6

Untuk yang butuh informasi dan punya pertanyaan seputar Bea dan Cukai, jangan lupa terkoneksi dengan akun media sosialnya di Twitter @beacukairi @BravoBeaCukai dan Instagram @beacukairi, bisa juga berkunjung ke website www.beacukai.go.id.

Kelapa, Kuliner Nusantara Dan Kepopulerannya Di Dunia

Sebagai negara kepulauan, Indonesia adalah surga bagi tumbuhnya tanaman kelapa. Sepanjang pesisir pulaunya, kelapa bisa dengan mudah ditemui di Indonesia.

Hei….masih ingatkah kalian lagu Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki? Ya, tak hanya menceritakan bagaimana kaya dan eloknya negeri ini tapi juga menyampaikan bahwa negeri ini memiliki sumber nutrisi penting yang sangat melimpah, yaitu kelapa.

Pulau Lengkuas, Belitung, Indonesia

“…Pulau Kelapa Yang Amat Subur…” – Nyanyian Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki

Apa saja manfaat dari kelapa?
Coba sebutkan, bagian mana yang tidak bisa dimanfaatkan dari tanaman kelapa? Hampir tak ada, alias semua bagiannya mempunyai manfaat yang beragam. Misalnya saja akar dan batangnya yang bisa dijadikan bahan baku kerajinan, air niranya yang diolah menjadi gula merah, serat sabutnya bisa dijadikan tali atau dianyam menjadi keset, daunnya kerap dijadikan atap rumah dan sapu lidi, batoknya bisa jadi arang, sedangkan bakal tunas, air serta daging buahnya bisa diolah menjadi bahan makanan dan minuman. Tidak hanya itu saja, kelapa memiliki nutrisi yang baik untuk tubuh.

Dikutip dari website Sari Husada, asam lemak omega 3 pada kelapa dapat mengurangi peradangan serta melumasi sel-sel dan sendi. Kandungan gulanya yang kecil bermanfaat sebagai energi bagi tubuh. Yang juga tak kalah pentingnya, di dalam santan kelapa terkandung kalsium, protein, serta bermacam mineral seperti natrium, kalium, fosfor, zat besi dan tembaga.

Gizi Kelapa

Kuliner Nusantara
Kuliner Indonesia sejak lama dikenal memiliki cita rasa yang kaya. Bayangkan saja, dengan jumlah wilayahnya yang luas, didukung komoditi bahan baku berlimpah, serta banyaknya suku dan budaya, Indonesia punya banyak makanan lezat yang beraneka ragam. Uniknya lagi, banyak kuliner nusantara tersebut yang mengandung bahan baku dari kelapa.

Di Aceh misalnya, kita bisa menemui Gulai Aceh yang menggunakan santan. Sama halnya seperti Mie Gomak dari Sumatera Utara dan Mie Celor buatan orang Palembang yang juga menggunakan santan pada kuahnya. Oh iya, Dendeng Batokok khas Minang juga akan lebih sedap jika Lado Mudo-nya menggunakan minyak kelapa asli. Minyak dihasilkan dari memasak santan kental yang kemudian akan memisahkan antara minyak dari ampasnya. Saya pernah membuatnya bersama Mamah dan ternyata memang terbukti lebih enak. Hehe..

Dendeng Batokok

Bergeser ke Pulau Jawa, Sop Buntut Betawi, Gepuk Sapi Serundeng Khas Sunda serta areh pada Gudeg Jogja juga menggunakan kelapa sebagai bahan bakunya. Kalau Bali? Hmmm…kalian pernah coba Sate Lilit? Sate dari olahan daging cincang ini juga menggunakan parutan kelapa sebagai bahannya. Cara mengolahnya adalah daging cincang dicampur dengan kelapa parut, lalu ditambah dengan bumbu lainnya. Bahan sate kemudian dililitkan (atau dibentuk) pada batang serai sebelum akhirnya dibakar di atas bara api kecil.

Bagaimana dengan pedalaman Kalimantan? Adalah Sayur Umbut Kelapa, makanan warisan leluhur suku Dayak yang tentu saja mengambil manfaat dari kelapa. Sedangkan pada daerah Timur Indonesia, kita punya Sinole (berbahan sagu, kelapa dan gula) dari Papua, Putu Cangkiri’ (tepung beras ketan yang dicampur gula merah dan kelapa muda) dari Bugis-Makassar dan Nasi Lapola dari Maluku.

Mana saja kuliner Indonesia yang populer di dunia?
Pertanyaan yang sangat mudah dijawab tentulah Rendang. Sajian daging yang dimasak lama dengan berbagai bumbu dan santan kelapa ini sangat populer di dunia internasional karena kelezatannya. Bahkan beberapa waktu lalu sempat masuk dalam daftar makanan terlezat dunia versi kantor berita asing. Hebat bukan?

Hanya itu saja? Tentu tidak. Kita juga punya Es Cendol yang menggunakan santan kelapa. Hidangan penutup dan segar ini bahkan populer juga di negara tetangga. Dan jangan salah, Sate dan Soto yang menjadi sajian kuliner khas Indonesia juga populer di mancanegara lho! Wah bangga ya.. :)

Jadi, kuliner Indonesia gak kalah keren kan? Apalagi setelah tahu dari nilai gizi dan juga kepopulerannya di luar negeri.. :D

—-

Informasi diambil dari berbagai sumber.

Perpanjang Paspor. Apakah Sama dengan Membuat Paspor Baru?

Jadi begini, terhitung akhir Mei 2015 lalu paspor saya sudah habis masa berlakunya. Sebagai warga negara yang baik, tentu tindakan pencegahan (apasih?) harus segera dilakukan, yaitu perpanjangan paspor.

Saya akan cerita-cerita bagaimana saya memperpanjang paspor dengan jalur online. Apa saja sih yang harus dipersiapkan? Bagaimana prosesnya? Silahkan dibaca~! :D

Paspor_1

>> Pra Permohonan Personal
Minggu, 24 Mei 2015
Saya mendaftar perpanjangan paspor via online melalui situs http://www.imigrasi.go.id/ sekitar pukul 10 malam. Di situs tersebut tertera berbagai macam layanan yang bisa dilakukan secara online. Saya lalu klik bagian “Layanan Paspor Online” yang kemudian akan menuju ke laman yang berbeda. Pada laman tersebut, saya langsung men-klik gambar yang bertuliskan “Pra Permohonan Personal“.

Pra_Permohonan_Personal
Karena saya ingin memperpanjang masa berlaku paspor yang sudah habis, maka jenis permohonan yang saya pilih adalah “Penggantian – Habis Berlaku“. Lalu bagaimana jika ingin membuat paspor baru? Tinggal pilih saja permohonan “Baru – Paspor Biasa“. Lalu isi data yang diperlukan. Ingat ya, perhatikan baik-baik kolomnya dan teliti sebelum submit data.

Saya menerima e-mail konfirmasi sekitar 5 menit setelah pengisian data. E-mail berisikan link konfirmasi serta lampiran yang harus dicetak. Lampiran tersebut adalah Bukti Pengantar ke bank untuk melakukan pembayaran paspor yang harus kita bayar melalui Bank BNI. Berikut rinciannya:
Biaya Paspor: Rp 300.000,-
Jasa TI Biometrik: RP 55.000,-
Jumlah: Rp 355.000,-

>> Pembayaran Paspor di Bank
Senin, 25 Mei 2015
Pukul 9 pagi saya mendatangi kantor cabang Bank BNI terdekat. Tanya saja security bank dan jelaskan keperluan kita, pasti akan langsung dibantu dengan memberikan nomor antrian. Saat nomor antrian dipanggil, kita bayarkan biaya pembuatan paspor melalui teller. Oh iya, ada tambahan biaya Rp 5.000,- untuk saat membayar di bank ya! Ini adalah biaya administrasi bank.

Setelah proses pembayaran melalui bank berhasil dan kita menerima jurnal bank, buka kembali e-mail konfirmasi sebelumnya, klik tautan “LANJUT” atau copy paste tautan konfirmasi pembayaran pada browser tab baru. Tautan akan menuju laman untuk konfirmasi. Masukkan jurnal bank, lalu pilih tanggal penyerahan dokumen. Saat itu, tanggal paling dekat yang bisa saya pilih adalah tanggal 4 Juni 2015. Mungkin karena sedang masuk musim liburan sehingga jumlah pemohon paspor membludak dan lama waktu yang diperlukan untuk memroses pengajuan jadi lebih lama.

Apabila prosesnya berhasil, kita akan menerima e-mail lagi berisikan lampiran Tanda Terima Permohonan. Cetak dan bawa bersama dokumen yang diperlukan saat penyerahan dokumen di kantor imigrasi.
IMG_6623

>> Penyerahan Dokumen, Biometrik dan Wawancara
Kamis, 4 Juni 2015
Saya datang ke Imigrasi Jakarta Barat pukul 7:30 pagi, 30 menit lebih awal dari waktu yang tertera pada kertas Tanda Terima Permohonan. Saya membawa dokumen asli dan fotokopiannya dalam ukuran A4. Agar lebih mudah, saya memilih fotokopi dokumennya saat di lokasi. Kenapa? Karena jasa penyedia fotokopi di sana biasanya tahu ukuran serta format fotokopi dokumen yang diperlukan. Tempat fotokopi di Imigrasi Jakarta Barat sendiri letaknya ada dipojokan dekat kantin.

Jadi dokumen apa saja yang dibutuhkan? Ini daftarnya:
* KTP dan fotokopi
* Kartu Keluarga dan fotokopi
* Akte Kelahiran atau Ijazah dan fotokopi
* Paspor lama dan fotokopi
* Tanda Terima Permohonan
* Bukti Pembayaran Bank
* Surat Pernyataan Karyawan dari Perusahaan (ini sebenarnya tidak terlalu diperlukan, tapi ada baiknya dibawa jika status kita sudah bekerja di suatu perusahaan)

Pada petugas imigrasi, saya meminta nomor antrean. Nomor antrean ternyata dibedakan antara pemohon melalui jalur biasa dan pemohon jalur online. Inilah salah satu manfaat dari daftar online, selain tidak perlu lagi mengisi data secara manual, kita juga sudah dipastikan akan mendapatkan nomor antrean di hari itu. Beda dengan jalur biasa yang kadang nomor antreannya sudah habis dibagikan bahkan sebelum pukul 7 pagi.
paspor_2
Saya mendapat nomor antrian 31. Sejak layanan dibuka pukul 8 pagi, saya hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit sampai nomor antrean saya dipanggil. Saya masuk ruangan utama dan menuju pada barisan pemeriksaan dokumen. Dokumen asli dan fotokopinya akan diperiksa untuk kemudian dimasukkan pada map biru oleh petugas. Pada map tertera nomor antrean baru. Carilah tempat duduk dan tunggu hingga dipanggil kembali.

Selang hampir 45 menit, nomor saya dipanggil. Saya diarahkan untuk masuk ke dalam ruangan seperti yang diumumkan pada layar monitor. Di dalam ruangan sudah ada petugas yang akan memeriksa ulang dokumen. Petugas akan bertanya tempat dan tanggal lahir kita, juga bertanya ke mana kita akan bepergian jika paspor ini jadi nanti. Itu tadi adalah tahap wawancara yang akan ditutup dengan pengambilan sidik jari serta foto untuk paspor. Jangan lupa sedikit senyum ya! :D

>> Pengambilan Paspor
Kamis, 11 Juni 2015
Kok seminggu? Entahlah…mungkin memang banyak jumlah pemohon paspornya, jadinya paspor baru selesai seminggu kemudian. Saya mendengar dari beberapa pengalaman bahwa paspor yang diambil sesuai jadwal biasanya akan diberikan setelah jam makan siang. Jadi daripada menunggu lama saya ke kantor Imigrasi Jakarta Barat pukul 1 siang.

Loket Pengambilan Paspor ada di sebelah kiri dari pintu ruang utama. Di sana terdapat 2 loket, saya serahkan tanda buktinya di loket paling kanan. Karena saat itu tidak terlalu ramai saya hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit sebelum menerima paspor baru melalui loket di sebelah kiri. Cek kembali paspor baru lalu tandatangani. Pada proses ini saya tidak menerima nomor antrean sama sekali.

Lalu bagaimana jika ingin mengambil paspor lama kita? Mudah saja, tinggal fotokopi paspor baru lalu serahkan di loket kiri tadi saat pengambilan paspor. Paspor lama langsung akan diberikan. Jangan lupa juga, di proses ini kita tidak mengeluarkan uang lagi ya. Jadi sekarang sudah tidak perlu keluar uang untuk hal yang tidak jelas. Asyik ya? :)

Secara proses sebenarnya pembuatan paspor baru dengan perpanjangan masa berlaku paspor sama saja. Pastikan data yang diberikan telah sesuai, dokumen yang dibawa lengkap, serta sedia waktu yang cukup. Hindari membuat paspor melalui calo karena membuat sendiri saja sebenarnya sudah lebih mudah. Terima kasih telah membaca! :D

Keunggulan Jual Beli Secara COD

Guys, kalian suka belanja online gak sih? Dari banyaknya tempat jual beli online, saya pribadi lebih suka yang ada sistem pembayaran secara COD alias Cash On Delivery. Ada yang belum tahu apa itu Cash On Delivery?

COD merupakan sistem pembayaran konvensional di mana pembeli dan penjual dapat bertemu langsung di tempat yang sudah disepakati untuk melakukan transaksi jual beli. COD merupakan salah satu pilihan yang tepat bagi pembeli dan penjual yang kurang nyaman dengan system pembayaran melalui transfer.
Apa saja sih keunggulan dari COD?

1. Praktis
Bagi yang terbiasa berbelanja secara tradisional atau membawa uang tunai, COD bisa dibilang praktis karena kita tidak harus pergi ke ATM untuk transfer. Eits…tapi bukan berarti saat COD kita gak bisa pilih metode transfer juga lho. Caranya? Caranya saat keduanya sudah ketemuan, si pembeli bisa transfer melalui mobile banking atau SMS banking, tentunya setelah barang yang akan dibeli dirasa sudah sesuai pesanan. Kemudian si penjual bisa langsung cek apakah transaksi sudah berhasil atau tidak sebelum penyerahan barang.

2. Lebih hemat waktu
Kok bisa? Iya…karena kamu tidak perlu menunggu lamanya waktu pengiriman barang melalui kurir. Dengan adanya COD, kita bisa janjian kapan saja dan di mana saja.

3. Bisa lebih teliti
Khawatir barang yang dibeli kurang bagus? Nah…COD salah satu jawabannya. Kita bisa cek kondisi barang yang akan dibeli saat ketemuan. Apakah barang masih berfungsi dengan baik atau tidak. Sehingga kita bisa lebih teliti dalam melihat kualitas barang.

4. Biaya lebih kecil
Biaya? Biaya apa? Ini adalah biaya pengiriman. Ini menguntungkan sekali bagi pembeli dan penjual yang masih tinggal saling berdekatan, jadi biaya pengiriman yang seharusnya mahal bisa ditekan dengan solusi ketemuan langsung. Misalkan biaya kirim (karena berat barang) adalah Rp 50.000,- tapi karena lokasi pembeli dengan penjual yang berdekatan dan bisa ketemuan hanya dengan naik angkutan umum, mereka hanya mengeluarkan biaya Rp 20.000,-.

5. Aman dari kemungkinan penipuan
Bagi kalian yang ingin terhindar dari penipuan, COD adalah alasan utama untuk terhindar dari hal tersebut. Dengan bertemu langsung, kita akan tahu apakah si penjual benar-benar serius menjual atau tidak. Pasti kita tidak ingin uang yang dikeluarkan terbuang sia-sia tanpa kejelasan apakah kita benar-benar membeli ke orang yang tepat atau bukan.

6. Bisa dapat teman baru
Ini yang seru. Biasanya kalau sering beli dengan pembeli yang sudah terpercaya dan akhirnya jadi langganan, gak menutup kemungkinan kita bisa dapat teman baru. Misalnya cerita dari pengguna OLX ini. OLX yang sebagai online classified atau yang lebih biasa dikenal dengan istilah iklan baris online sudah jadi jembatan persahabatan antara pembeli dan penjual. Cek video-nya di sini:


Sedikit tips nih buat kalian yang mau COD, supaya transaksi lebih aman, ada baiknya kalian ditemani seseorang sebelum bertransaksi. Lakukan transaksi di tempat yang ramai agar terhindar dari tindak kejahatan. Cek juga kredibilitas penjual di situs online-nya.
Nah…kalau kalian pernah melakukan COD gak? Share dong pengalamannya.. :D

Jualan Lewat Aplikasi OLX

Kalau sebelumnya saya pernah menulis tentang jualan barang di website OLX, saya mau cerita-cerita sedikit nih tentang aplikasinya.

Sebenarnya masih sayang sih sama barang yang mau dijual ini, tapi karena butuh tas yang lebih besar, enaknya tas ini dijual saja. Uangnya lumayan buat nambahin beli tas baru yang lebih besar. Hehehe..
IMG_2745
Aplikasinya sendiri bisa gampang banget di-download secara gratis:
Apps Store
Google Play
BlackBerry World
Terus ketika sudah masuk ke aplikasi, kita langsung disodorkan dengan kemudahan menjual berdasarkan kategori. Mau jual mobil, motor, properti, hingga perlengkapan bayi & anak dapat dilakukan secara mudah. Turunan kategorinya juga detail.

IMG_2740
Oh iya, seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, di situs maupun aplikasi OLX ini tidak ada transaksi yang berlangsung ya. Jadi kalian harus berkomunikasi dengan pembeli secara langsung, nego-nego harga dulu, lalu COD alias Cash On Delivery untuk transaksi. Ini memberi rasa aman buat calon pembeli kita lho!
Di profil, kita juga bisa lihat status iklan kita. Apakah iklan sedang aktif, non aktif atau ditolak. Semua bisa kita cek hanya dalam genggaman.

IMG_2741
Nanti akan saya share lagi deh tentang OLX ini.. Btw, ada barang yang ingin kalian jual?

Barang Tak Terpakai? Jual!

Kamar kost-an di atas sudah ada yang kosong. Sebagai orang yang gak bisa jauh-jauh dari sinyal, tentu saja ini jadi kabar gembira buat saya. Pasalnya, kamar di lantai 2 kost-an saya bisa terjangkau oleh sinyal dari berbagai provider apapun.

Rencana kepindahan kamar saya ke lantai 2 memang baru akan saya lakukan minggu depan, setelah beberapa bagian di kamar tersebut diperbaiki dan barang-barang di kamar yang saya tempati sekarang dikemasi sebelum diangkut ke lantai tersebut.

Hanya saja masalah bukan berarti akan berakhir. Melihat kondisinya sekarang, impian punya kamar dengan barang-barang yang tertata rapi jadi agak terbentur dengan kehadiran barang-barang yang tidak terpakai. Bukan…bukan berarti barang rusak kok, ini barang bagus, tapi jarang saya pakai.

designlovefest

dekorasi impian, ilustrasi dari sini

Continue reading »

Balada Ganti Kacamata

Pertama kali memutuskan untuk menggunakan kacamata, saya masih ingat betul adanya perdebatan antara saya dan orang tua, apakah saya harus menggunakan kacamata hanya karena sekedar gaya saja atau memang karena kebutuhan penglihatan yang mulai memburuk.

Benar saja, keluhan saya waktu kelas 5 SD dulu terbukti dan Bapak harus mengakui bahwa saya memang benar-benar membutuhkan kacamata. Diketahui saat itu minus mata kiri saya timpang jauh sekali, -4.00 untuk mata kiri dan -0,25 untuk mata kanan. Kok jauh sekali?

kacamata1

Usut punya usut ternyata benturan di dekat mata menjadi salah satu penyebabnya. Sejak saat itu memang saya merasakan adanya penurunan daya penglihatan. Senang sih bisa pakai kacamata. Penglihatan jadi terlihat lebih jelas dan nyaman. Sayangnya…pengetahuan saya tentang per-kacamata-an selama ini kurang sekali ternyata. Kenyamanan memakai kacamata tidak sebatas daya penglihatan yang membaik saja. Lho…emang apa?

Tanpa disadari, paparan sinar matahari juga “jahat” ke mata. Saya gak sadar tuh kalau tiap hari naik motor lihat sinar matahari di jalanan pada siang hari juga bikin mata gak sehat. Sinar UV yang besar dan masuk ke mata tanpa bisa dikontrol malah bisa mengganggu daya penglihatan. Jadi ya percuma saja pakai kacamata kalau gak kepikiran sampai ke hal yang kayak beginian.

Setelah cerita hal ini ke teman—dan sempat disindir, “Pelit sih!”—barulah paham kalau kacamata biasa (alias bukan sunglasses) bisa dipasang dengan menggunakan lensa yang lensa responsif dan dapat beradaptasi terhadap cuaca. Sekalian ganti frame baru yang memang sudah kendur, saya dikasih saran buat coba Transitions® Signature™ Adaptive Lenses yang dilengkapi oleh teknologi terbaru dan eksklusif Chromea7TM.

Kacamata2

Transitions® Signature™ Adaptive Lenses itu gak main-main kerennya, teknologinya mampu menyesuaikan cahaya yang diterima mata. Maksudnya? Jadi warna lensa akan beradaptasi sesuai lingkungan sekitar dengan berubah menjadi gelap atau terang sampai jumlah sinar yang akan dijangkau mata ada pada kondisi yang tepat.

Kacamata3

Salah satu pengalaman yang paling jelas adalah ketika saya bepergian naik motor. Biasanya agak terganggu melihat jalanan yang memantulkan sinar matahari. Nah..Transitions®ini mengubah pandangan mata menjadi lebih teduh. Uniknya, begitu melewati jalanan yang teduh (misalnya: terowongan underpass) seketika pandangan yang saya terima menjadi lebih terang.

kacamata7

Mungkin teman-teman ada niatan ganti kacamata baru? Sekalian aja konsultasi dan tanya-tanya mengenai Transitions® Signature™ Adaptive Lense di optiknya. Atau masih bingung? Cek di sini
atau di sini aja dulu.
Terima kasih sudah membaca! ^^

Kurio Apps: Rasa Ingin Tahu Dalam Genggaman

Dalam hidup, kita akan selalu dihadapkan oleh pilihan-pilihan menjalani hidup. Pilihan ini akan menuntun langkah seseorang untuk menjadi sukses atau tidak. Sama halnya dengan rasa ingin tahu, rasa yang ditanamkan oleh-Nya pada setiap makhluk hidup yang berakal ini juga menentukan suksesnya kita di masa depan. Pilihan untuk mau atau tidaknya seseorang belajar dengan rasa ingin tahu yang besar.

Menjawab rasa ingin tahu yang sangat besar, manusia modern saat ini membutuhkan informasi akurat, mudah dan cepat. Tapi bagaimana kita bisa mendapat semuanya sekaligus?

Summer-time-free-license-CC0

Continue reading »

[Review] Advan T3X: Tampil Elegan Untuk Segala Usia

Mamah saya bisa dibilang sebagai Mamah yang tidak gaptek alias gagap teknologi. Sejak hampir 2 tahun lalu, Mamah sudah terbiasa menggunakan smartphone yang saya miliki. Biasanya Mamah meminjam gadget saya hanya sekedar main Tetris atau melihat tutorial cara penggunaan hijab yang sedang tren.

Saya sih senang-senang saja jika Mamah mau menggunakan teknologi terbaru. Apalagi sekarang bukan hanya untuk main game saja, tetapi sudah merambah menggunakan gadget untuk melihat resep masakan, resep bikin kue, lihat video nasyid, baca berita dan sebagainya. Makin rajin si Mamah pake gadget.

Advan

Kini Mamah makin antusias dalam dunia per-gadget-an, soalnya tablet terbaru milik saya ini “sudah nyaman tangan” buat Mamah. Adalah Advan T3X baru, sebuah tablet dengan desain elegan, hadir dengan navigasi yang nyaman sehingga memudahkan penggunanya melakukan pengoperasiannya, termasuk bagi Mamah saya.

Dari segi layar, Advan T3X memiliki layar yang jernih dan gambar yang tajam beresolusi 1920×1200 IPS Screen. Ukurannya yang 8,9 inch cukup nyaman digunakan untuk menonton film dan menjalankan aplikasi game.

Kalau saya pribadi, saya suka Advan T3X dari segi performanya yang tangguh. Saya kadang suka malas membawa gadget besar, jadi untuk urusan kerja dan gak mau repot, saya lebih sering bawa Advan T3X ini ke mana-mana. Prosesornya sendiri menggunakan Cortex A7 Quad Core 1.5 GHz dengan kapasitas RAM sebesar 1 GB. Besar kan? So, gak ada lagi hambatan ketika buka beberapa aplikasi.

Bicara soal memori, Advan T3X juga cukup oke kok, soalnya internal memory-nya sendiri sudah 8 GB. Itu pun saya masih bisa menambah dengan external memory. Oh iya, satu lagi yang penting, Advan T3X ini sudah OS Android Jelly Bean 4.2, asik kan?

87866406-produk-t3x-depan

foto oleh Advan

Buat yang suka selfie, jangan salaaah…kamera depannya asik banget buat selfie-an karena udah didukung kamera 2MP. Sedangkan untuk kamera belakang, Advan T3X disuguhi kamera 8MP yang hasil gambarnya juga cihuy.

Oke..oke…fitur udah, harganya sendiri gimana? Jangan khawatir, harga Advan T3X ini gak bikin kantong bolong kok. Dengan fitur yang banyak tadi, harga Advan T3X berada di angka kurang dari 2,5 juta rupiah saja. Keren kan?

Fitur keren, harga oke, tampilan elegan dan Mamah pun bisa menggunakannya dengan mudah. Butuh alasan apa lagi buat gak jatuh cinta sama Advan T3X? I’m #InLoveWithT3X !

Punya cerita yang sama? Share yaaa… ;)