#SAFERUNNING: Medali Lari Saya Yang Pertama!

Medali lari pertama yang saya peroleh? Ya..tepat sekali! Ini medali lari saya yang pertama. Bagi saya sendiri ini merupakan sebuah catatan sejarah. Entah sejak kapan saat acara-acara lari mulai booming, sebenarnya saya sudah sangat tertarik untuk ikut berlari. Tapi lagi-lagi, rasa pesimis berhasil menyelesaikan lintasan lari sering muncul dalam pikiran saya. Sehingga saya sering mengurungkan niat untuk ambil bagian di tiap lomba lari.

Dari segi kemampuan saya dalam berolahraga saat di sekolah dulu, saya hanya bisa bermain bulutangkis, bersepeda dan lari. Walaupun saat berlari saya bukan jadi yang terdepan, lari merupakan hal yang mudah dilakukan dan tanpa membutuhkan alat pendukung yang rumit menurut saya, sehingga saya suka sekali jika guru olahraga akan mengambil nilai berlari. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, niat saya untuk berlari jadi menurut belakangan ini.. *lirik perut* 😆

SafeRunning1

Saya baru memutuskan untuk mencoba berlari kembali beberapa waktu lalu. Tepatnya saat gelaran #SAFERUNNING atau Pocari Sweat Run Jakarta 2014. Saya ambil bagian di nomor 5K. Tak hanya ingin melihat seberapa besar kemampuan saya dalam berlari, tapi juga karena kehadiran beberapa member dari JKT48 yang turut serta dalam lomba lari tersebut. Hahaha… :p

Pagi-pagi sekali saya sudah memesan taksi untuk menuju lokasi Pocari Sweat Run Jakarta 2014 (yang sebenarnya bukan di Jakarta) di Alam Sutera. Cuaca pagi itu cukup dingin dan berawan, ada kekhawatiran jika saat lomba dimulai akan turun hujan. Benar saja, hujan turun setibanya saya di lokasi. Untungnya sekitar 30 menit sebelum lomba dimulai cuaca berubah menjadi bersahabat dengan udara yang sangat segar sekali.

Kesan saya saat melihat venue adalah…ini tempat yang keren buat lari! Lintasan yang dipilih panitia terlihat menyenangkan dan memiliki banyak pohon rindang di beberapa titik lintasan. Parkir yang luas,tempat penitipan barang dan posisi booth yang ada juga membuat saya cukup antusias. Hanya saja, jumlah toilet yang disediakan membuat saya sedikit kecewa. Selama saya berada di lokasi, saya (dan beberaoa teman) hanya diarahkan pada satu titik toilet saja. Itu juga terjadi dengan beberapa peserta lain, sehingga antrian di depan toilet jadi sangat panjang.

Hujan yang cukup deras agak menghambat jalannya kegiatan lomba. Panitia yang sangat profesional harus membersihkan lintasan dari genangan air dan menyebabkan lomba sedikit mundur dari jadwal yang ditentukan. Eits…tapi itu tidak menurunkan semangat kami untuk berlari lho..! Pasalnya setelah 15 menit mundur dari jadwal, sekitar 5000 peserta langsung berlari dengan penuh semangat! Termasuk saya sendiri.

SafeRunning2

Jangan tanya bagaimana catatan waktu yang saya peroleh, hahahahaha…saya kalah dari member-member JKT48 itu! Duh.. 😆

Tapi yang menjadi kebanggaan pada diri saya adalah saya dapat menyelesaikan lomba dengan cukup sukses. Terlebih persiapan yang saya lakukan terbilang kurang dan tidak maksimal. Ini jugalah penyebab saya mengalami kram pada kaki, yang lucunya terjadi saat selesai lomba dan sedang mengantri di photo booth. Hihi.. :p

Terus kapok gak?
Hahahaha…jangan bercanda! Ini mungkin akan menjadi rencana rutin saya ke depan. Saya jadi ketagihan merasakan euforia-nya. Berkenalan dengan orang-orang baru, menaklukkan lintasan, dan menjadi finisher. Sebuah momen yang ingin saya ulang. 🙂

Kalo kalian sendiri gimana? 😀

Work Hard, Travel Harder?

Saya masih ingat sekali bagaimana teman baik saya, Simbok Venus, bercerita mengenai pilihannya untuk menjadi seorang freelancer. Bukan karena tentang idealisme. Tapi yang dapat saya ambil dari ucapannya pada saat itu adalah bahwa kita harus menikmati hidup dengan lebih hidup. Keselarasan dan keseimbangan dalam melakukan pekerjaan serta menghabiskan waktu untuk keluarga ataupun diri sendiri.

Mungkin teman-teman juga tak sedikit yang mendapat protes dari keluarga karena kesibukan yang dialami sering di luar batas. Sedikitnya waktu berkumpul dan bersenang-senang dengan keluarga juga malah membuat kehidupan harian kita makin tak membaik. Bisa-bisa semuanya malah makin berantakan..

WorkHardTravelHarder

Saya mau berbagi sedikit cerita bagaimana menjalani pekerjaan tapi masih bisa sedikit bersenang-senang. Siapa tahu bisa jadi ide juga buat teman-teman.

Porsi waktu
Sesuaikan porsi kerja dan liburan. Gunakan akhir pekan (sebisa mungkin) untuk dihabiskan bersenang-senang. Buat jadwal rutin minimal 2 akhir pekan untuk dinikmati sendiri. Salurkan sesuai hobi masing-masing. Berhubung saya menggemari JKT48, ya sebisa mungkin saya akan nonton show mereka minimal sebulan sekali. Atau biasanya saya habiskan 2 akhir pekan dalam sebulan itu untuk memasak. Yang pasti, harus ada porsi untuk diri sendiri. Lalu untuk jatah cuti, coba lihat prioritasnya. Ini berhubungan dengan lamanya santai saat musim liburan (seperti saat lebaran) dan ketika ingin jalan-jalan impulsif. Pastikan jatah cuti digunakan dengan baik sesuai porsinya.

Pembagian budget
Sama halnya dengan poin di atas, hal ini juga berhubungan erat kok. Buat budget rutin untuk bersenang-senang. Biasanya per bulan saya harus ada budget sebagai berikut (untuk bersenang-senang): budget nonton Theater JKT48 minimal 1 kali, budget makan enak minimal 1 kali, budget nonton di bioskop 1 kali, budget buat masak sesukanya minimal 1 kali, dan sebagainya. Sedangkan untuk jalan-jalan, biasanya minimal 3 bulan sekali. Dengan adanya budget-budget ini, kita sudah bisa merencanakan kapan harus bersenang-senang. Yaaa…siapa tahu kan dengan ada budget khusus ini motivasi untuk berlibur semakin jelas. Jadi kalo lagi suntuk sama kerjaan kita bisa bilang, “Tenang…seminggu lagi kamu akan cuti dan liburan, jadi semangatlah untuk minggu-minggu sibuk ini!” Semacam memotivasi diri.

Online di mana saja
Nah ini gak kalah penting. Siapa bilang liburan gak bisa sambil memantau kerjaan? Walaupun jadi agak terganggu dan menghilangkan esensi dari liburan itu sendiri, paling tidak kita bisa menjalankan keduanya secara bersamaan. Jadi kalo kalian lagi benar-benar gak bisa ninggalin kerjaan sama sekali, jangan batalkan rencana liburan tadi. Tetaplah jalankan sesuai rencana awal. Yang kalian butuhkan cuma gadget yang dapat menghubungkan kalian dengan dunia luar serta yang dapat mendukung segala aktivitas kerjaan.

Work hard, but travel harder! Hahahaha…

Nah…udah lihat video-nya? Itu cerita liburan singkat saya beberapa hari lalu di Dolphin Island, Kep. Seribu. Di sela kesibukan yang padat, saya terbantu banget dengan Toshiba Satellite NB10t yang dapat mendukung aktivitas kerja. Ringan dibawa, tangguh dan responsif.

Kalian punya cerita serupa? Share dong.. ^^

Mau tahu fitur Toshiba Satellite NB10t? Silahkan berkunjung ke sini.

Teman Nongkrong Yang Seru

Kegiatan apa yang paling asik dilakukan saat senggang? Tidur-tiduran? Nonton? Atau memasak? Pasti banyak dari teman-teman yang menjawab nongkrong bareng teman. Iya gak, sih?

Nongkrong alias kumpul bareng–bisa berupa jalan-jalan, ngopi-ngopi, atau sekedar main gitar di teras rumah–memang paling seru bersama teman. Apalagi kalo teman tersebut punya hobi dan kegemaran yang sama. Nongkrong tidak hanya bisa 1 atau 2 jam, bahkan bisa berjam-jam dan kadang tidak jelas apa yang dibahas. Yang penting seru, bisa tertawa lepas dan menikmati sepanjang hari bersama-sama.

temennongkrongA
Tapi nih…yang bikin saat-saat nongkrong “rusak” itu adalah ketika salah satu dari kita fokus ke gadget masing-masing. Kita memang berada di tempat yang sama dan di waktu yang sama, namun perhatian kita disibukkan oleh apa yang muncul di layar gadget. Misalnya sekedar untuk check-in lokasi di Foursquare (eh, masih jaman ga sih?), unggah foto makanan yang kita makan di Instagram, posting foto di Path, update status di Facebook atau sekedar berbalas mention di Twitter. Gak ada salahnya juga sih, toh memang hal-hal tadi bikin kita juga terkoneksi dengan orang lain yang tidak hadir pada tempat itu.

Kita tidak bisa menyalahkan sepenuhnya hal tersebut pada gadget, tapi kita bisa memanfaatkan gadget sebagai “teman” nongkrong yang seru. Kok bisa?

Bisaaa…
Beberapa hari lalu saya membawa “teman” baru untuk diperkenalkan ke teman-teman terdekat saya. “Teman” baru saya ini beneran gak ribet. Dia bisa masuk dalam tas saya yang ukurannya tidak terlalu besar dan gak bikin saya merasa terbebani waktu saya bawa ke manapun. Beratnya pun hanya sekitar 1,3 kilo saja, dan dari segi penampilan dia punya style yang keren. Gak malu-maluin deh kalo diajak nongkrong.

ToshibaB

Toshiba Satellite NB10t belakangan memang jadi teman nongkrong saya yang seru. Layar sentuh yang dihadirkan sangat responsif serta membuat teman terdekat saya kagum dan penasaran untuk mencobanya. Ketajaman warna pada Toshiba Satellite NB10t terbilang sangat baik untuk sebuah laptop dengan harga yang ramah di kantong. Main game, mendengar musik, atau menonton film bersama-sama jadi lebih seru dengan Toshiba Satellite NB10t.

ToshibaA

Jika fokus pada sebuah gadget tapi juga bisa dilakukan bersama teman-teman terdekat kita, kenapa tidak? Selain bisa tetap terhubung dengan dunia luar, kita juga bisa seru-seruan bareng kan?

Oh iya, kalo kalian penasaran sama teman baru saya yang seru itu, kalian bisa cari tahu lebih lengkap di sini lho.. Selamat berkenalan dengan teman baru saya ya! 😉

gambar oleh @goenrock

[Review] Toshiba Satellite NB10t: Si Ringkas Yang Tangkas!

Coba sebutkan, apa masalah yang sering ditemui ketika kita bicara sebuah keringkasan? Yap, salah satunya adalah ukuran. Baik ukuran akan besarnya sesuatu, dan atau ukuran berat sesuatu.

Saya memiliki masalah pada bagian pinggang akibat kecelakaan ringan yang terjadi beberapa bulan lalu. Cedera yang menghinggap pada bagian pinggang ini belakangan semakin menjadi-jadi ketika saya harus berangkat kerja membawa laptop yang berat ataupun saat traveling. Beberapa kali sempat terpikir untuk mengganti laptop lama dengan yang lebih ringkas namun juga tangkas dalam penggunaan. Akhirnya ke-riweuh-an itu semua terjawab sejak mencoba Toshiba Satellite NB10t seminggu yang lalu.

Toshiba2


Kecil dan Tangguh

Bicara mengenai ukuran, Toshiba Satellite NB10t ini berukuran 11.6 inci. Meskipun begitu, Toshiba Satellite NB10t memiliki kinerja yang baik. Dengan dukungan prosesor Intel Celeron N2810 2.00GHz dan OS Windows 8, Toshiba Satellite NB10t sangat pas untuk mendukung pekerjaan saya. Yes! Ini Notebook, bukan Netbook.

“Ini bukan Netbook, tetapi Notebook yang besarnya hanya seukuran tas tangan.”

Toshiba Satellite NB10t merupakan model layar sentuh dari Toshiba Satellite NB10. Layar sentuh HD Clear Superview LCD-nya memudahkan saya dalam mendukung aktivitas bekerja. Bahkan saat mencoba beberapa game, dengan leluasa navigasi kini tak hanya sebatas mengandalkan touch pad saja, tapi langsung menyentuh layarnya. Seru!

Toshiba1

Dari segi desain, saya sangat menyukai warna perpaduan silver dan hitamnya yang elegan. Menghadirkan tampilan yang kuat serta minimalis. Rasanya bisa bergaya saat membawanya ke tempat-tempat nongkrong yang “hits”. Hihi.. 😆

Oh iya, Toshiba Satellite NB10t juga dilengkapi banyak fitur-fitur menarik lho. Mulai dari Built-in HD Web Cam with Microphone hingga Stereo Speaker yang mumpuni, sangat pas untuk chatting atau sekedar mendengar musik dan menonton film. Sedangkan untuk konektivitas, tersedia WLAN, USB, HDMI®, ethernet LAN dan card reader.

Untuk penyimpanannya sendiri, Toshiba Satellite NB10t sudah ada RAM sebesar 4GB. Masih merasa kurang? Tenang..bisa upgrade hingga 8GB. Kalau saya dengan 4GB juga sudah cukup sih.. ^^

Berikut fitur-fitur dan spesifikasi yang saya dapat di internet:
• 11.6 HD Clear Superview LCD with LED backlight 1366×768 pixels with 10 Point Multi Touch
• RAM: up to 8GB DDR3 (1,600MHz)
• 2,5 SATA HDD up to 500GB
• WLAN (802.11 b/g/n) Bluetooth 4.0
• 2x USB 2.0, 1x USB 3.0, HDMI®, Ethernet LAN, card reader, microphone in, headset out.
• Builtin TouchPad with multi-gesture
• Camera: Built in HD Webcam with microphone
• Sound: Stereo speaker enhanced
• Weight: Starting at 1.30 kg
• Dimension: 284 x 208 x 21.5mm
• OS: Windows8 (64bit)

Nah ini video-nya..

Harganya sendiri gimana, Men?
Hayo tebak…kira-kira dengan spesifikasi ciamik dan bandel gini harganya berapa? Ga tau?
Hehe…tenang, harganya terjangkau dan ramah buat kantong kok. Untuk Toshiba Satellite NB10 sendiri harganya sekitar 4 jutaan, sedangkan yang saya pakai yaitu Toshiba Satellite NB10t harganya sekitar 6 jutaan. Jelas jadi pertimbangan untuk teman-teman yang sedang mencari notebook dengan fitur keren dan harga yang terjangkau.

Buat saya pribadi, keseluruhan keunggulan ini tak lengkap jika portabilitasnya sendiri jadi berkurang. Untungnya Toshiba Satellite NB10t memiliki ukuran berat yang juga ramah bagi cedera pinggang saya (yang sering kambuh setelah mengangkat beban yang terlalu berat), yaitu 1.3kg! Saya bisa membawanya dengan lebih leluasa kemanapun tanpa harus khawatir akan beratnya.

mandiri e-cash: Cara Baru Bertransaksi Dengan Mudah Dan Aman

Setiap detik, akan hadir sebuah hal yang baru. Baik hal tersebut memang sudah direncanakan sebelumnya, atau bahkan tidak pernah terencana sebelumnya.

Contoh yang sering terjadi adalah ketika menjelang tengah malam dan kalian sangat butuh sekali pulsa untuk menelpon. Sedangkan pada malam tersebut hujan sedang turun dengan derasnya serta memaksa kalian semakin tak mungkin untuk keluar rumah membeli pulsa. Pernah mengalami hal serupa?

mandiri_e-cash

Itulah yang terjadi pada saya beberapa minggu lalu. Kehabisan pulsa di tengah malam saat kondisi cuaca tidak mendukung. Memang saat itu saya bisa mengontak teman saya via chatting atau Twitter untuk mengirimkan pulsa ke nomer saya, tapi apakah pada waktu tersebut teman saya itu masih terjaga dan mau membantu saya mengirimkan pulsa? Hehe…pastinya belum tentu mau dan belum tentu bisa. Continue reading »

[Review] Serunya Berkreasi Dengan Samsung GALAXY Ace 3

Saya sudah menggunakan Samsung GALAXY Ace 2 hampir setahun. Bagi saya, Samsung GALAXY Ace 2 bisa memenuhi kebutuhan saya dalam menikmati fitur smartphone. Misalnya menggunakan aplikasi social media yang sedang tren saat ini, melakukan edit foto dengan berbagai sticker dan filter, hingga kemampuan kinerja Dual Core 800MHz Processor yang baik untuk penggunaan aplikasi yang berat.

Belakangan saya mendengar kabar jika Samsung GALAXY Ace 3 sudah masuk ke Indonesia. Sebagai pengguna seri ini sebelumnya, saya menyambut baik kabar tersebut. Maka tak pikir lama lagi…jeng jeng! Akhirnya saya punya Samsung GALAXY Ace 3 yang selama ini saya tunggu kehadirannya. Ah senangnya punya handphone baru~!

CoverSamsungAce3

Samsung GALAXY Ace 3

Jika membandingkan dengan Samsung GALAXY Ace 2, ukuran Samsung GALAXY Ace 3 jauh lebih besar. Saya menyukai layarnya yang juga makin lebar. Memudahkan saya saat melakukan pengetikan melalui QWERTY di layar sentuhnya. Uniknya lagi, beratnya ternyata lebih ringan dari Samsung GALAXY Ace 2.
Ace2Ace3
Bicara soal antusiasme saya terhadap Samsung GALAXY Ace 3, itu dikarenakan banyak fitur pada Samsung GALAXY Ace 3 yang merupakan fitur di smartphone yang berharga lebih mahal. Dengan harga terjangkau sekitar 2,1 juta, saya bisa mencoba fitur unggulan seperti Sound & Shot maupun Best Photo. Fitur Sound & Shot adalah fitur yang memungkinkan pengguna merekam suara saat mengambil foto. Sedangkan Best Photo, kamera akan untuk melakukan burst shot, lalu memilih foto terbaik secara otomatis. Jadi saat berbagi cerita dengan orang lain jadi makin seru.. *joget-joget*

Tak hanya itu saja, saya kini tak perlu mengunduh aplikasi foto panorama lagi. Mode foto panorama telah dibenamkan pada kamera 5 Megapixels di Samsung GALAXY Ace 3. Horeeee! 😆

Panorama

Fitur panorama-nya cukup oke, gak ada gambar yang putus.

Samsung GALAXY Ace 3 sudah dilengkapi dengan OS terbaru yaitu Android 4.2 Jelly Bean. Kinerjanya yang menjadi lebih baik, memberi kesempatan saya yang selama ini mengidam-ngidamkan aplikasi Android yang hanya berkerja pada versi 4.2 Jelly Bean. Saya sekarang bisa benar-benar menikmati fitur video di aplikasi Instagram, karena pada Android versi sebelumnya fitur ini tidak berjalan dengan maksimal.

Gak mau ketinggalan dengan yang lain, sekarang saya juga sudah memiliki akun Vine. Kini saya bisa bercerita lebih banyak tentang serunya traveling dan kuliner (yang mana keduanya adalah hobi saya) dengan video singkat melalui Vine. Oh iya, dengan Android terbaru pada Samsung GALAXY Ace 3, saya juga bisa mengunduh Moves, sebuah aplikasi yang dapat mencatat berapa langkah yang kita jalani setiap hari. Aplikasi ini juga dapat mencatat rute yang kita tempuh, dan data yang tercatat bisa dibilang cukup akurat.

Semua aplikasi tersebut dan beberapa aplikasi social media yang sedang populer saat ini berjalan mulus dengan Dual Core 1 GHz Processor. Berikut video di Vine yang saya buat dengan menggunakan Samsung GALAXY Ace 3:

Yang juga menarik perhatian saya dari Samsung GALAXY Ace 3 ini adanya fitur S Voice. S Voice adalah mesin assistance penjalan-perintah berbasis suara. Dengan menggunakan suara, saya dapat mengaktifkan telepon, menjawab panggilan masuk atau bahkan mengambil foto. Hihihi…keren yah! 😀

Dan sebagai penyuka jalan-jalan, saya ternyata masih dimanjakan dengan kehadiran superior performance lain yaitu S Travel. S Travel memberikan rekomendasi, panduan wisata, dan hal berguna lainnya saat melakukan perjalanan. Wah…traveler juga harus punya nih! Makin banyak kreasi yang bisa dilakukan di Samsung GALAXY Ace 3, makin seru juga buat ceritain ceritamu. 😆

Gimana…jadi makin pengen kan punya smartphone beneran sekeren ini?

Tips:
– Cara screen capture ~> tekan tombol “Home” dan “Power/Lock Key” secara bersamaan. Tahan hingga proses capture selesai.
– Beberapa aplikasi edit foto selain Instagram yang saya gunakan dengan baik di Samsung GALAXY Ace 3 antara lain Snapseed dan PicsArt.

Menikmati Kemewahan Big Bird Premium Sambil Bertamasya

Apa rasanya bertamasya sambil menikmati kemewahan dalam sebuah armada? Sebuah pengalaman yang menyenangkan.
Beberapa waktu lalu, saya beserta beberapa teman blogger dan pengguna media sosial, berkesempatan menjadi penumpang yang mencoba fasilitas mewah dari Big Bird Premium. Dalam kesempatan tersebut, kami diajak untuk menikmati layanan layaknya kelas bisnis di pesawat–eits, tapi ini di dalam bus!

CoverBlueBird

Mari Tamasya ke Taman Safari bersama Big Bird Premium! ^^

Kami berkumpul di kantor pusat Blue Bird yang terletak di daerah Mampang sebagai tempat keberangkatan. Sekitar pukul 7 pagi, bus dengan kapasitas 12 tempat duduk tersebut berangkat. Tujuan kami adalah bertamasya mengunjungi Taman Safari, Cipanas, Puncak, Bogor.

KursiNyaman

Tempat duduk yang nyaman layaknya kursi kelas bisnis di pesawat.

Saat memasuki bus, ada rasa kagum di dalam hati saya. Tempat duduk super mewah mengingatkan saya akan tempat duduk kelas bisnis di dalam pesawat. Masing-masing dilengkapi dengan LCD beserta earphone untuk menikmati hiburan berupa film dan musik, fitur pijat dan power outletatau “colokan”. Sandaran tempat duduk bisa kita atur ketinggiannya, tak hanya itu, penyangga kaki juga bisa dinaikkan saat kita ingin merebahkan diri. Jangan khawatir jika hal tersebut masih kurang nyaman, karena bantal kecil dan selimut juga disiapkan di masing-masing tempat duduk untuk menambah kenyamanan bagi semua penumpang.

LayarDanPijat

"Colokan", tombol untuk pijat dan LCD di tiap kursi penumpang dengan berbagai macam video musik maupun film.

Sambil menikmati perjalanan menuju Taman Safari, kami dilayani oleh chaperone yang menawarkan camilan dan minuman ringan. Tapi jika merasa bosan dan butuh hiburan, Private Meeting Roombisa kita manfaatkan sebagai ruang karaoke. LCD TV 22 inch yang berfungsi sebagai layar presentasi bisa kita gunakan sebagai layar karaoke. Tinggal pilih lagu melalui tombol di mikrofon, lagu pun siap diputar. Hehehe…seru! ^^

Interior

Private Meeting Room (dengan model @JennyJusuf) yang dilengkapi LCD TV 22 inch berguna sebagai ruang presentasi, hiburan serta ruang karaoke. Terdapat juga jaringan Wi-Fi Onboard, pantry dan toilet.

Di dalam bus juga terdapat jaringan Wi-Fi, pantrydengan tempat mencuci piring, air panas dan air dingin untuk membuat minuman, lemari es mini, sampai dengan toilet yang bersih. Benar-benar armada yang lengkap!

HaveFun

Nyanyi bersama~! ^^

Perjalanan yang macet dilalui tanpa membosankan, karena saya menikmatinya dengan fasilitas lengkap yang ada di Big Bird Premium. Apalagi kami juga bersenang-senang saat sampai di lokasi, macet saat perjalanan pun langsung terlupakan. Kapan lagi kan naik armada mewah seperti itu? Bahkan kabarnya, Fatin (iya…penyanyi itu) juga pernah naik Big Bird Premium ini lho.. Hihihi.. 😆
TamanSafari
Terima kasih Blue Bird atas kesempatannya! Lain kali ajak saya lagi yaaaa~! 😉


Big Bird Premium Service
24-hour Call Center (021) 798 0808
www.bluebirdgroup.com

The Liveable City: Yogyakarta

Jogjakarta atau yang biasa disebut Yogya, bagi saya pribadi merupaan kota penuh keramahtamahan, budaya serta memori-memori indah dan berkesan. Beberapa kali mengunjungi kota ini, beberapa kali pula saya merasakan jatuh cinta pada keindahan kotanya. Jalan-jalan yang masih dipenuhi pesepeda, jajanan khas yang tersebar hampir di setiap sudut jalan, serta orang-orangnya yang menyenangkan.

Rasa nyaman ketika berada di Yogya sering saya jumpai di sana. Ini yang membuat saya sebenarnya betah jika sedang jalan-jalan di sana. Tidak bosan untuk kembali ke Yogya.

StasiunJogja

Continue reading »

Giveaway: Kasih Nama Apa Ya?

Oke…mungkin beberapa dari kalian yang pernah bertemu (atau memang teman saya) sering mendengar keengganan saya mengendarai motor. Bukan tanpa alasan. Saya sebenernya tipe pengguna kendaraan yang menikmatinya sambil bermelankolis ria. Menatap ke luar jendela, menikmati terpaan angin yang menampar muka, sampai mengamati tiap butir air di kala gerimis. Menurut saya kendaraan seperti motor belum saya butuhkan sekali. Oh saya ralat, saya butuh…tapi mungkin nanti-nanti.

Saya juga lebih suka tidur jika naik kendaraan seperti bus dan mobil umum saat bepergian ke kantor ataupun jalan-jalan. Lebih nyaman dan membuat tubuh jadi lebih segar. Namun belakangan, kebutuhan mempunyai kendaraan sendiri seperti sepeda motor dirasa makin dibutuhkan. Hmmm…padahal jika mau, saya bisa naik sepeda motor yang sekarang ada di rumah, yang saya enggan bawa ke mana-mana karena remnya kurang nyaman.

MyScoopy

Bantu kasih nama doooong.. 😉

Kini akhirnya–setelah juga kepincut oleh warnanya–saya membeli sebuah sepeda motor yang sesuai keinginan sendiri. Agar ini menjadi berkesan, iseng-iseng saya minta bantuan teman-teman untuk memberi nama sepeda motor matik ini. Kira-kira apa ya nama yang cocok? Kasih saran dong..

Buat 2 saran yang menurut saya bagus dan unik, saya akan berikan masing-masing sebuah buku Sokola Rimba. Lumayan kan yes? Yuk komen buat usulannya..! Jangan lupa cantumkan akun Twitter kamu di komen. Ditunggu sampai 31 Oktober 2013 ya.

Terima kasih~~~! ;D

THR Puluhan Juta?

Apa yang ada di benak kalian semua kalo dapet THR (Tunjangan Hari Raya) puluhan juta? Oke..oke..kalo 15 juta gimana? Masih kaget? Atau biasa aja? Hmmm…kalo gitu THR-nya 8 juta? Bingung juga atau seneng banget nih? ^^

Jangankan yang puluhan atau belasan juta, dapet 2 atau 3 juta rupiah buat THR aja udah seneng kok. Bisa beli baju baru, kue lebaran, sampe dibagi-bagiin ke keponakan pas hari raya. Beuuuhhh…berasa jadi Om-Om yang sukses ga tuh? 😆

Tapi kalo ibu-ibu rumah tangga pasti nungguin THR-nya dari suami kan? Atau kalo mahasiswa juga belum tentu dikasih THR kan? Sekedar share aja nih, ada lho cara buat dapetin THR total puluhan juta hanya dengan masak dan berbagi kisahnya!
Fiesta3 Continue reading »