Perlengkapan Liburan Versi Umen

Sebagai yang suka jalan-jalan, kalian pasti familiar dengan hal-hal wajib yang harus dibawa saat berlibur. Mulai dari dokumen perjalanan lengkap, kacamata hitam/sporty, kamera, travel charger, obat-obatan pribadi, hingga baju cadangan untuk ganti jika cuaca tak terprediksi.

Umen @ Baubau

Mungkin kalau hal yang disebutkan di atas sudah biasa ya, tapi mungkin—ini mungkin loh ya—beberapa barang yang akan saya tulis ini sering terlewat atau bahkan terlupa untuk dibawa saat liburan. Apa saja itu?

1. Earplugs

Tekanan udara di dalam pesawat kerap menjadi masalah bagi penumpang pesawat, apalagi kalau sedang pilek. Hidung, telinga dan bagian kening akan terasa terganggu dan merasa sakit. Selain untuk jaga-jaga jika maskapai tidak menyediakannya, membawa earplugs juga jadi penolong apabila travelling bareng teman yang sering mendengkur keras. Katakan selamat tinggal untuk tidur terganggu dari suara dengkuran teman!

Person Ear With Earplug

Sumber: https://www.clearvaluehearing.com/clearvalue-hearing-blog/2016/12/12/how-earplugs-can-save-your-hearing

2. Botol Kosong
Kenapa membawa botol kosong itu penting, terlebih saat di luar negeri? Jawabannya mudah, yaitu agar bisa bersih-bersih dengan air apabila sedang ke toilet kering. Sepele sih, tapi suka kepikiran kan bagaimana kalian jalan-jalan tapi di “bawah sana” masih terasa tidak nyaman karena belum bersih-bersih menggunakan air?
Saya biasa menyediakan air keran dan diletakkan pada kantung tas sebelah kiri, sedangkan sisi kanannya biasanya untuk air minum. Lebih mudah diingat kan? Kanan untuk air minum, kiri untuk air bersih-bersih saat ke toilet.

botol minum

Sumber: https://www.brilio.net/news/ini-bahayanya-jika-mengisi-ulang-botol-air-mineral-botol-air-mineral-150512b.html

3. Selotip
Ngapain sih bawa-bawa selotip di tas? Eitsss..jangan protes dulu! Biasanya saya bawa selotip untuk keadaan super darurat. Misal saja tas robek, tinggal sat set sat set, tas bisa tertambal aman untuk sementara. Contohlain saat sol sepatu menganga, bisa juga dililit selotip besar untuk sementara hingga ketemu toko sepatu atau sandal sebagai pengganti.

selotip

Sumber: https://id.aliexpress.com

4. Kantong Kresek/Tas Lipat
Fungsinya banyak, bisa untuk menahan dan membungkus barang bawaan yang basah dan kotor (baju basah/kotor, sepatu kotor, dsb.), serta membawa barang belanjaan dan kelebihan barang yang tak terduga. Untuk plastik, biasanya saya ambil dari laundry bag di hotel. Sedangkan tas lipat, saya bawa dari rumah hasil goodie bag acara-acara tertentu. Gratis!

tas belanja

Sumber: https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/hobi/13/03/08/mjcdwp-bikin-tas-belanja-dari-kaus-murah-ramah-lingkungan

5. Obat Luka #GakPakePerih
Iya iya…yang ini baru saya terapkan. Ini penting sekali. Saya gak mau repot bawa banyak-banyak obat luka, apalagi yang harus pakai kapas untuk penggunaannya. Produk baru dari Hansaplast ini solusi banget! Yeess….ini adalah perlengkapan wajib saya bawa baru-baru ini, namanya Hansaplast Spray Antiseptik. Tinggal semprot dan gak pake perih.

Hansplast2

Hansaplat1

Kalau kalian sendiri, ada barang lain yang beda dari biasanya kalian bawa gak? Coba ceritakan dong!

hansaplast4

Kursi Penonton Asian Games 2018 Kosong?

Dalam gegap gempita dan animo tinggi masyarakat terhadap perhelatan olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, saya pun tak mau ketinggalan untuk ikut larut merayakannya. Namun hajatan olahraga yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali itu mendadak diterpa sedikit kendala, yakni permasalahan tiket pertandingan. Apa yang sebenarnya terjadi?

Tiba-tiba saya jadi ingin dan merasa perlu menuliskannya di blog. Menyampaikan pengalaman yang saya alami belakangan hari ini perihal tiket pertandingan pada Asian Games 2018.

Tak berjudul
Jujur saja, saya sangat menantikan perhelatan sebesar Asian Games jauh-jauh hari. Sejak SEA Games 2011 di Jakarta dan Palembang, rasanya kehausan akan pesta olahraga internasional di Indonesia makin menjadi-jadi. Begitu tahu negara lain mengundurkan diri sebagai tuan rumah dan Indonesia yang dipilih menggantikannya, rasanya senang sekali mendengar berita itu. Saya berpikir: saya harus menonton pertandingan secara langsung. Ini momen langka!

Pesta pembukaan pun digelar meriah pada 18 Agustus 2018. Indonesia menjadi sorotan dunia karena berhasil menampilkan suguhan indah yang begitu manis. Hingga kemudian, terjadi hal yang tidak saya duga keesokan harinya. Saya dan beberapa orang lainnya kesulitan mendapatkan tiket pertandingan. Beberapa jalur sudah saya coba, mulai dari pembelian online hingga langsung di venue. Cabang olahraga yang saya ingin saksikan semua sudah sold out. Tapi dari berbagai cerita dikabarkan di dalam venue masih terlihat kosong penonton. Kenapa bisa terjadi?

Berbagai isu dan kabar burung pun berhembus perihal sulitnya mendapatkan tiket. Ada yang mengatakan hal tersebut akal-akalan oknum, ada juga yang berpendapat karena vendor tiket yang kurang siap, bahkan yang sampai ke telinga saya adalah soal calo yang memborong dan berniat menjual kembali dengan harga yang fantastis. Semua orang tersulut dan ingin marah termasuk saya. Bagaimana bisa ketika kita ingin menyukseskan ajang sebesar ini tapi malah kesulitan mendapat tiket? Hingga sampai akhirnya saya membaca tweet berikut:

Saya melewatkan fakta serupa terjadi di beberapa perhelatan olahraga besar lainnya. Kursi penonton yang kosong menjadi tantangan satiap panitia. Saya baca utasan tweet tersebut dan browsing berita lama, ada berbagai sebab. Ini yang bisa saya rangkum:

1. Penonton Yang Mengurungkan Niat
Mereka telah jauh-jauh hari membeli beberapa tiket pertandingan, tetapi mengubah niat mereka untuk datang menonton di saat-saat akhir. Ada yang karena cuaca (yang mereka ingin hindari sehingga mencari laga lain di venue dalam ruangan yang lebih hangat), keperluan mendadak, hingga rasa kecewa karena atlet yang didukung kalah dalam laga sebelumnya. Tidak sedikit juga alasan kebiasaan. Di Brazil banyak yang tidak terbiasa menonton pertandingan yang durasinya lama seperti tenis. Sehingga cabang ini juga terlihat kosong. (sumber dari sini dan sini)
2. Kursi Sponsor, Wartawan dan Undangan
Saya tahu panitia menyiapkan beberapa tempat untuk undangan, wartawan dan rekanan sponsornya. Tapi yang saya lewatkan adalah ternyata banyak sponsor dan undangan yang kurang memanfaatkan jatah ini dengan baik. Misalnya tiket yang dibagikan untuk kuis oleh sponsor, terkadang pemenang justru tidak hadir. Begitu juga para undangan yang tidak datang secara mendadak.
Dikutip dari berita di sini, juru bicara INASGOC, Danny Buldansyah, mengatakan bahwa selama ini mereka mengalokasikan sebanyak 20% dari total tiket untuk Pengurus Besar (PB) atau Pengurus Pusat (PP) organisasi cabang olahraga di Indonesia. Dengan keputusan yang baru, panitia kini menguranginya menjadi hanya 10% saja. Itu berarti masih ada 90% untuk dijual umum.


3. Alasan Keamanan
Mungkin bagi awam seperti saya tidak banyak tahu akan hal ini. Belakangan ini saya diberitahu teman bahwa salah satu alasan kursi kosong merupakan bagian dari pengamanan. Jumlahnya tidak banyak, namun cukup untuk memberi ruang gerak petugas melakukan pengamanan saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Belakangan saya baca di media tentang evaluasi penjualan tiket. Mulai dari perpindahan penjualan online ke jaringan yang lebih besar dan stabil, hingga ditangkapnya calo-calo tiket di GBK.

Saya rasa itu langkah yang patut diapresiasi. Perbaikan memang harus terus dilakukan agar kesan sukses dari Asian Games 2018 benar-benar terwujud. Tak lupa yang paling penting adalah dukungan penuh kita terhadap atlet-atlet yang masih berjuang hingga 2 September nanti. Semoga Indonesia terus menambah raihan medali hingga Asain Games 2018 ini usai.

[Tokoh] Mengenal Sosok Prita Kemal Gani

Malam itu saya terlambat hadir ketika Simbok Venus mengirimkan pesan melalui WhatsApp, “Kamu sudah di mana?” Saya langsung menjawab, ” Saya sudah di parkiran, sebentar lagi saya ke atas ya, Mbok..” Tapi ternyata butuh waktu hampir 10 menit berkeliling mal karena luasnya mal itu agak membingungkan saya mencari lokasi yang dituju.

Tepat pukul 7:15 menit saya sudah tiba di lokasi undangan makan malam. Sebuah meja yang sudah dipenuhi makanan itu nampak sudah dikelilingi oleh para tamu lain yang hadir. Beberapa dari mereka yang telah duduk nampak tidak asing, mereka adalah teman-teman blogger. Saya melihat satu kursi kosong tersisa, tentunya itu kursi yang dipersiapkan untuk saya. Dengan nampak tak enak hati saya masuk ke ruangan dan langsung meminta maaf karena datang terlambat. Sesosok ibu dengan senyumnya yang ramah kemudian berdiri dan menjabat tangan saya, “Ini Mas Umen ya? Iya, tidak apa-apa.. Mari..mari..silahkan duduk!” Saya jadi makin tak enak hati, pertama karena telat datang, kedua karena beliau sudah tahu nama saya (iya, pasti Simbok yang mengenalkan nama saya, saya jadi sangat terharu..hihi).

Tak berjudul

Ternyata teman-teman saya yang hadir pada malam itu sedang larut berbincang dengan sosok yang akhirnya saya kenal dengan nama Prita Kemal Gani. Ibu Prita terlihat antusias mendengar cerita-cerita dari para blogger. Begitu juga sebaliknya ketika Ibu Prita bercerita mengenai dunia public relations. Dari informasi yang saya dengar, Ibu Prita ini baru saja kembali ke tanah air setelah menerima ASEAN People’s Award (APA) dari KTT ASEAN 2015 ke-27 yang berlangsung pada 20-21 November 2015 di Kuala Lumpur, Malaysia. Ibu Prita ini dinilai sebagai figur wanita yang dapat memberi dampak besar terhadap community building di masyarakat ASEAN. Wah hebat ya! 🙂

Tapi siapa sih Ibu Prita Kemal Gani ini?
Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR atau yang lebih akrab dipanggil Ibu Prita ini adalah Founder & Director London School of Public Relations Jakarta. Ibu dari 3 orang anak yang sekarang juga menjabat sebagai Ketua ASEAN Public Relation Network (APRN) ini pernah mengetuai Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia pada tahun 2011-2014. Beliau dikenal sebagai sosok ibu aktif yang memberi kontribusi besar bagi pendidikan public relations di Indonesia.

Tak berjudul

Kisah itu bermula saat membuka lembaga kursus public relations (PR) pada tahun 1992. Berbekal menyewa ruang kantor berukuran 12 meter persegi di bilangan Jalan Sudirman, Jakarta, lembaga kursus ini terus berkembang hingga pada akhirnya menjadi sebuah sekolah tinggi pada tahun 1999, yang kemudian dikenal secara luas sebagai Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “The London School of Public Relations Jakarta” (LSPR). Kini LSPR semakin besar dan berkembang, dengan memiliki 6 konsentrasi studi pilihan yaitu; Public Relations, International Relations, Marketing, Mass Communication, Visual Design Communication & Advertising dan Performing Arts Communication.

Masa depan public relations di Indonesia..
Ibu Prita bercerita banyak hal, mulai dari kesukaannya yang bekerja dari rumah hingga fakta bahwa orang-orang Indonesia sangat siap bersaing dalam dunia public relations dengan negara-negara ASEAN. Selain tahan banting, kita dikenal sebagai orang yang kreatif, begitu Ibu Prita bercerita. “Kita sangat bisa bersaing dan unggul, sayangnya kendala kita belum banyak yang percaya diri berbahasa asing (baca: Bahasa Inggris)”, beliau menambahkan.

Keoptimisannya terhadap masa depan public relations Indonesia direncanakan dengan pembangunan kampus baru di daerah Bekasi. Tak hanya itu saja, tekad beliau ingin LSPR kelak menjadi London School of Public Relations ASEAN. Wah…saya dukung, Ibu!

Tak berjudul

Tak terasa 2 jam kami makan dan berbincang tentang banyak hal. Saya pribadi juga mendapat ilmu dari beliau.
Terima kasih atas waktunya ya, Ibu Prita. Semoga kita bisa bertemu kembali di lain kesempatan. 🙂

My Daily Life with Transitions®

Sudah hampir sebulan mata ini dimanjain sama Transitions® Signature™ Lenses dengan teknologi Chromea7™ yang ada di kacamata baru saya. Selain kenyamanan yang dirasakan saat menggunakannya waktu ngantor, dipakai saat travelling juga enak banget.

Is there any difference? Yes, of course.

IMG_0786
Beberapa dari kalian mungkin agak asing dengan Lensa Transitions® Signature™, eits…tapi jangan salah, lensa ini lagi tren sekali lho! Lensa Transitions® mampu menangkal 100% sinar UVA/UVB yang mengganggu serta mengakibatkan kerusakan mata.

IMG_0779
Kalo kalian pernah baca tulisan saya di artikel sebelumnya, pasti tahu kalo lensa ini dapat beradaptasi di kondisi cahaya dan lingkungan apapun. Misalnya kalian sedang berada di dalam ruangan yang kondisi pencahayaannya kurang, Lensa Transitions® Signature, menyesuaikan jumlah cahaya yang diterima mata tersebut dengan mengelolanya secara optimal. Dan ketika kalian berpindah ke luar ruangan yang terik dan banyak cahaya, lensanya seketika beradaptasi menjadi gelap. Perpindahan ini terjadi karena ada triliunan molekul fotokromik di dalam lensa yang mulai mengalami perubahan struktur. Reaksi inilah yang bikin lensa berubah menjadi gelap. Coba klik di sini deh..

IMG_0646
Ketika beberapa hari lalu saya pakai saat jalan-jalan (dan ternyata cuaca di lokasi berbeda dengan di Jakarta yang belakangan sedang hujan dan mendung), seterik apapun cuacanya tetap bisa lancar beraktivitas. Bersepeda, hiking dan naik motor pun mata terbantu dengan lensa Transitions® Signature™. Cahaya yang disaring lensa Transitions® Signature™ membuat mata kita tidak perlu bekerja keras, sehingga mata akan tetap santai dan nyaman sepanjang hari serta mengurangi kelelahan pada mata.

Kacamata3
Nah, kalo kamu makin penasaran lagi, coba cari tahu tentang Transitions® Signature™ lenses di sini: http://www.transitions.com/id/produk/lensa-adaptif-transitions/

Terima kasih sudah membaca! 

Catatan Dari Bangkok (part 1): #PiyambakanTrip, Suk11 & BTS Skytrain

Ini merupakan catatan yang belum terselesaikan. Sebuah catatan sederhana saya mengagumi kota Bangkok yang eksotis, ramah dan penuh cita rasa. Januari lalu akhirnya saya menginjakkan kaki di sana. Nekat dan dengan persiapan yang seadanya…

Awalnya, jalan-jalan ini memang dipersiapkan untuk proyek bernama #PiyambakanTrip yang dicetus @aralle. Niatnya adalah merekam setiap peristiwa jalan-jalan yang dilakukan oleh seorang diri dan nantinya dibukukan. Karena itulah namanya #PiyambakanTrip (baca: jalan-jalan sendirian). *tapi entah kelanjutannya gimana..hihihi* 😆

Continue reading »

Kopdar Masak

Salah siapa? Hihihi….

Umen belanja? Foto oleh Goenrock.

Ini semua karena hasil percakapan @goenrock, @k_amelina (Kristin), @fannyfanny (Fanny), @akusukamasak (Astrid) dan @natalixia (Nath) di Twitter yang berencana akan kumpul dan membuat sandwich untuk sarapan. Lho kok sarapan? Memangnya mau ada apa? Usut punya usut ternyata Nath dan Fanny ingin melakukan “jogging cantik” dan diakhiri dengan masak bersama. Aku pun ter-summon!

Continue reading »

Hello world! eh bukan, Hello WP!

Ah ini semua gegara teman kantor itu, iya…perkenalkan, namanya Dika. Dia yang meworo-woro saya buat bikin blog baru. Padahal kalau dipikir-pikir niat ngeblog saya itu sifatnya “kumatan”, kadang menulis blog itu ketika mood sedang bagus atau karena ada tawaran blog berbayar…hehe :p

Entah mau posting apa nantinya, toh saya ini sudah betul-betul keranjingan dengan si mikro blogging bernama Twitter itu. Eh, sudah follow saya belum? Iya, akunnya sama seperti nama blog ini, @umenumen. Kalau kata Simbok @venustweets sih nama “umenumen” ini aneh. *aku padamu, Mbok…. #eaaa *

Tapi ya begitulah….kini saya mau merambah ke WP juga. Walaupun ini sebenarnya lebih ke sebuah tuntutan. Hihihi….

Perjalanan pun dimulai..

Kamis,8 Juli 2010
Siang

Cuaca yang sedari pagi terik tiba-tiba berubah menjadi kumpulan awan gelap. Berat dan menggantung di udara. Petir pun mulai bersahut-sahutan.

Saat itu baru aku peserta yang hadir, dan dengan diantar keluargaku. Jam sudah menunjukan jam 2 siang. Sebuah SMS datang: Gw masih di warung padang dlu nie, hehehe pada kelaparan sekeluarga. -Boak-

Oke, nampaknya hanya aku yang datang terlalu cepat..hehe.

Setelah agak lama, Boak kembali mengirim SMS. Sudah sampai katanya.. Benar saja. Dia sudah berdiri di tempat kami akan bertemu. Dan astaga…..kopernya besar dan berat sekali!! “Bawa apaan bro?” tanyaku. “Batik, buat dijual. Hahaha!” katanya sambil tertawa.

Adhi dan Ivan datang beberapa saat kemudian. Mereka sudah bersama Mbak Emilia dan seorang pria yang akan kami kenal dengan Mas Iyan. (hehehe… :p)

Vaseline MEN Amazing Journey: antara Mimpi, Tantangan dan Gratisan.

Kebayang gak sih sob..kalo semua yang lo mimpi-mimpikan bisa didapat dengan gratis?! Misalnya makan gratis, minum gratis, baju baru gratis, gadget gratis, motor gratis, mobil gratis, pacar…eitss, mimpinya kebanyakan sob! Hahaha..

Tapi…..siapa sih yang hari gini nolak gratisan? Gue aja ogah kalo harus bayar oksigen yang gue hirup dari lahir sampe sekarang. Pasti tagihannya melebihi tagihan air minum, tagihan listrik dan tagihan kartu kredit!!

Gue jamin yang namanya dapat gratisan itu asik dan menyenangkan. Sama seperti waktu gue dapet tiket gratisan nonton festival musik Jazz terbesar di dunia beberapa waktu yang lalu di Jakarta. Selain bisa enjoy sama musiknya, yaaa apalagi kalo bukan berburu gratisan juga. *minimal sampel makanan ringan lah…hehe*

Sampe ada beberapa cewek seksi dan cantik ngasih selebaran ini nih..

Lho..kok ada foto gue?!!!
*KEPLAK!! Hei, itu Darius Sinathrya..bukan Umen Rada Setia!!*
Baiklah..baiklah..
Ya..disitu terpampang jelas foto abang gue, Darius Sinathrya *deuhh…tetep, maksa (-..-“)* yang sedang bergaya memanggul bola. *berasss…kali ah, pake dipanggul!*

“DARE TO TAKE A JOURNEY?”

Vaseline MEN Amazing Journey

Wah apaan nih? Perjalanan imezing *gaya ngomong mas Tukul* kemana nih?

“LET YOUR AMAZING SKIN WIN THE AMAZING JOURNEY TO SOUTH AFRICA

HA?! Afrika Selatan?? How?

Yup, lo gak salah baca sob! Vaseline MEN menantang siapa saja buat mengikuti 14 Tantangan di Vaseline MEN Amazing Journey yang 4 Hadiah Utamanya adalah menonton pertandingan terbesar tahun ini di Afrika Selatan!! Ya..ya..benar!!! PIALA DUNIA 2010, sob!!! Dan GRATIS pula!!!!! *si penulis blog ngiler lagi ngebayangin dirinya sedang di Afrika*

Gak cuma itu sob!! Lo tau kan komputer tablet paling keren saat ini?? Ya, I-Pad keluaran Apple!!
Ada 4 buah I-Pad yang siap diburu juga, sob! Keren kan?
Eitsss, gak sampe disitu..masih ada 10 buah Canon G-11, Produk Adidas dan voucher MAP sebesar Rp 250.000,-!!
DAN SEMUANYA GRATIS…TIS…TISSS!!
*Sssst..Entis “Sule” Sutisna jadi nengok tuh! Berasa dipanggil. Hehehe..*

Eeeehh…malah pada bengong, kenapa? Bingung? Jangan bingung sob, lo cuma harus log on ke: http://vaselinemen.com
Lalu ikuti 14 Tantangan Vaseline MEN Amazing Journey buat dapetin hadiahnya. Mulai dari game Penalty Shoot Out, Quiz Sejarah Piala Dunia, Dribbling Journey Quiz, Tebak Posisi Bola hingga Foto Rame-Rame Pakai Vaseline. Log on tiap hari buat dapetin skor tertinggi!! Biar kesempatan lo dapet gratisan makin dekat dan gak cuma mimpi, sob!

Buat lo yang sering berkicau di Twitter, jangan lupa juga buat follow @vaselinemen dan ikutin games serunya. Lumayan lho bisa dapet sampel gratisan. Karena ada sekitar 40. 000 paket sampel gratis!!! Silahkan klik disini.

Tapi kalo lo pengguna buku muka alias Facebook, silahkan klik disini.

Eh…masih bengong!! Buruan sob, abang gue Darius Sinathrya dan Vaseline MEN gak nuggu lama-lama buat dapetin pemenangnya. So, SERBUUUU…!!!!!!!

*This Postingan is dedicated to Para Pemburu Gratisan. And thanks to Mbak-Mbak SPG Vaseline MEN di Java Jazz Festival for the brochure. Love you :”> (blushing)
**Special thanks to Darius Sinathrya.
***Photos by FIFA, Apple.Inc, Canon dan Adidas.