ICEFEST2019: A Journey To Winter Village

Tak lama lagi, akan ada sesuatu yang berbeda di International Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Nuansa pedesaan yang indah dan dinginnya es akan menghiasi ICE BSD melalui ICEFEST 2019: A JOURNEY TO WINTER VILLAGE.

Mengusung konsep “happy village“, ruangan besar di ICE BSD akan disulap layaknya kita datang ke sebuah pedesaan di musim dingin. ICEFEST 2019 menjanjikan pengalaman baru sebagai destinasi keluarga saat liburan akhir tahun.

2019-08-15_02-44-26

Berfoto bersama ILO, raksasa “friendly” yang tinggal sekaligus menjadi maskot ICEFEST 2019.

Saya berkesempatan mengetahui sedikit mengenai rencana penyelenggaraan ICEFEST 2019 pada press conference yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Dijelaskan oleh President Director PT Indonesia International Expo, Ryan Adrian, ICEFEST bukan sekadar festival expo biasa, melainkan akan ada unsur-unsur yang lebih lengkap bagi keluarga. Mulai dari edukasi, hiburan, kuliner dan berbelanja.

ICEFEST 2019 sendiri akan berlangsung selama 11 hari, pada 19-29 Desember 2019. Rencananya akan ada 500 hingga 700 tenan dari berbagai kategori, seperti otomotif, fesyen, entertainment, dan education. Brand ternama seperti The F Thing Mall, BMW hingga Mini Cooper akan ambil bagian dari pameran ini.

IMG-20190731-WA0046IMG-20190731-WA0045

Banyak aktivitas yang menarik bagi anak-anak di festival ini. Mulai dari snow park, kereta mini untuk keliling di desa musim dingin, hingga konser spesial Dongeng Naura. Untuk masuk ke ICEFEST 2019, pengunjung hanya perlu membeli tiket masuk Rp 50.000 per orang. Sedangkan tiket atraksi hingga pertunjukan di ICEFEST 2019 baru akan diumumkan dalam waktu dekat.

IMG-20190731-WA0043

Foto-foto: Dok. ICEFEST 2019

RKB BNI Fest di Halal Park GBK

Siapa pernah mendengar tentang Halal Park di kompleks Gelora Bung Karno (GBK)? Kalau masih terasa asing di telinga kalian, berarti sama seperti saya.

Halal Park berlokasi tepat di sebelah gedung basket GBK, atau tidak jauh dari pintu 11 GBK. Menempati sebagian area parkir di sana, Halal Park menjadi oase baru bagi para pengunjung GBK untuk bersantai, berkuliner, atau melihat produk-produk berbasis halal.

Diresmikan pada 16 April 2019 oleh Presiden Indonesia, Bapak Joko Widodo, Halal Park kini menjadi daya tarik baru, khususnya oleh Bank BNI. Ruang publik yang dilengkapi dengan fasilitas seperti pertokoan, tempat makan, area bermain, tempat ibadah bagi muslim, hingga toilet bersih ini dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan RKB BNI Fest.

IMG_20190728_110656

Apa itu RKB BNI Fest?
RKB adalah Rumah Kreatif BUMN yang bertujuan meningkatkan ekonomi kerakyatan, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah. RKB dibentuk sebagai wadah berkumpul, belajar, dan pembinaan UKM, agar menjadi pelaku UKM yang berkualitas di Indonesia.

Dijelaskan oleh Bapak Putrama, Direktur Bisnis Korporasi BNI, RKB BNI Fest ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya agar masyarakat Jakarta dan sekitarnya mengetahui bahwa ada satu destinasi wisata unik di Jakarta, yang tak hanya berbasis produk-produk Halal, melainkan juga memiliki kekhasan, yaitu menjajakan produk-produk yang dihasilkan oleh para mitra Badan-badan Usaha Milik Negara (BUMN).

IMG_20190728_105046

Saya sempatkan mampir ke beberapa tenan hasil dari binaan Rumah Kreatif BUMN. Produk yang dijajakan memiliki kualitas yang sangat baik. Saya beli beberapa barang di sana, mulai dari pempek, sambal, minuman lemon, dan beberapa produk lainnya.

20190728114401_IMG_2965.JPG

IMG_20190728_105316

Pada kesempatan yang sama, hadir beberapa bintang tamu. Mereka adalah selebriti Tora Sudiro, chef Norman Ismail, dan petarung Mixed Martial Art (MMA) Suwardi. Selain membagi cerita tentang hobi yang mereka tekuni, ada juga sesi memasak. Melengkapi kemeriahan RKB BNI Fest hari itu.

IMG_20190728_091855

Di akhir sesi, Tora Sudiro dan chef Norman mendapatkan kartu kredit BNI edisi terbatas. Ini sekaligus bentuk apresiasi karena keduanya merupakan nasabah dari Bank BNI. “Ini pengalaman menarik karena saya baru pertama kali ikut ke Halal Park. Apalagi saya dapat Kartu Kredit BNI yang khusus dibuat untuk pemilik Harley. Semoga BNI semakin sukses,” ungkap Tora.

FYI ya, guys, saat ini BNI telah menerbitkan 1,85 juta keping kartu kredit per Juni 2019. Ini pasti termasuk saya yang juga pengguna kartu kredit BNI. Hehehe..

2019-08-06_03-50-30

Selama berada di RKB BNI Fest pun, kami para blogger yang diajak merasakan langsung pengalaman pembayaran dari Bank BNI yang sama-sama praktis, yakni TapCash. Uang elektronik ini menjadi salah satu bentuk pembayaran yang simpel, dan bisa digunakan di lain kesempatan. Seperti; pembayaran di minimarket, parkir, tol, dan masih banyak lagi. Ahhh..saya yakin kalian sudah familiar dengan uang elektronik kan?

20190728111354_IMG_2909.JPG

Kalau saya pribadi, berharap RKB BNI Fest ini ke depannya bisa diadakan lebih sering. Kalau bisa di Halal Park lagi. selain aksesnya yang mudah, tentu saja fasilitasnya mendukung acara sekeren ini.

foto-foto: pribadi dan @imawan_

GrabFood & OVO Itu Solusi Untuk…

Anak kost indentik dengan segala kepraktisan dan kemudahan. Apalagi kalau sehari-hari sudah disibukkan dengan jadwal kuliah atau kerja yang padat. Rasanya kalau sudah tiba di rumah ingin makan ini itu dengan praktis tanpa ribet. Biasanya ngapain? Yes, order makanan dengan pesan antar.

Ada banyak layanan pesan antar, dari yang sudah disediakan oleh restorannya itu sendiri, atau pesan antar melalui jasa ojek online. Akhir-akhir ini GrabFood dari Grab dan pembayaran OVO jadi prioritas saya buat pesan antar makanan dan transaksi ini-itu.

GrabFood_Umen

 Seringnya pakai Grab dan OVO.

Buat yang kenal dekat dengan saya sejak lama, pasti tahu kalau saya pernah pesimis dengan GrabFood. Kok bisa? Entah bagaimana menjelaskannya, saya dulu jarang sekali pesan antar makanan melalui GrabFood. Satu-satunya layanan Grab yang sering saya gunakan saat itu adalah GrabBike.

Kemudian Grab hadir dengan metode pembayaran menggunakan OVO. Seperti kita tahu, pembayaran menggunakan OVO menyuguhkan promo lebih menarik dari layanan pembayaran di lapak sebelah. Sering ada potongan harga langsung atau gratis ongkos kirim. Dari 2 layanan itu, saya pikir merupakan langkah yang baik, penggunanya bisa memanfaatkan keduanya secara sekaligus dengan keuntungan yang lebih besar.

Dari situ, penggunaan Grab (termasuk GrabFood) dan OVO saya jadi meningkat. Saya memakai keduanya jadi lebih sering dari biasanya, secara bersamaan atau terpisah masing-masing. Grab Points bisa saya tukarkan di GrabRewards, sedangkan OVO Points bisa saya gunakan di berbagai merchant (seperti Tokopedia misalnya) atau beli makanan di GrabFood.

Semua jadi lebih mudah dalam satu jaringan. Senangnyaaa…

GrabFood untungnya lebih banyak.

Saat Ramadan lalu, GrabFood jadi primadona bagi saya menjelang waktu berbuka puasa dan sahur. Kepraktisan dan kemudahannya bisa diandalkan. Bagaimana tidak, kini layanan GrabFood sudah tersedia di 178 kota di Indonesia. Menjangkau banyak konsumen dengan menjalin banyak merchant. Promo yang ditawarkan pun sangat beragam. Dengan membayar menggunakan OVO, untung yang didapat banyak loh. Mulai dari gratis biaya antar, hingga potongan diskon langsung. Jadi mau makan ini itu, langsung pesan aja di GrabFood.

GrabFood_Umen1

Eh..eh..ada satu fitur yang saya sangat suka dari GrabFood, yaitu estimasi waktu kapan makanan yang dipesan akan tiba. Nah, Grab sendiri pernah menjelaskan kalau rata-rata per pesanan itu 29 menit. Ini terbilang cepat loh. Gak cuma itu, fitur Voice Call (VOIP) di Grab pun gak kalah keren, kita menelpon driver tanpa pakai pulsa. Mantap ya!

Pakai OVO untungnya lebih nambah!

Dari cerita yang saya tulis di atas, sebenarnya masih banyak keuntungan lain dari pembayaran menggunakan OVO di aplikasi Grab.

  • Praktis dan aman.
  • Mudah untuk top up.
  • Bisa beli pulsa.
  • Bayar tagihan.
  • Dan masih banyak lagi.

Aktivasinya pun mudah, tinggal ikuti petunjuk ini bagi kalian pengguna baru Grab:

 

Pssst…udah tahu GrabRewards?

Kalau kalian sudah sering pakai layanan-layanan di Grab (mulai dari GrabBike, GrabCar, hingga GrabFood), nah siap-siap nikmatin GrabRewards. Poin (Grab Points) yang didapat setiap kalian menggunakan layanan Grab nantinya bisa ditukar dengan macam-macam promo dari berbagai merchant.

Berhubung sebagai anak kost kebutuhan pesan makanan saya terbilang sering, saya bisa dapat poin untuk GrabRewards-nya lebih besar. Senang? Senang banget!

Kalian bisa baca tentang GrabRewards di sini.

Ini baru namanya berhemat yang seru bersama Grab dan OVO. Hihihi…

102 Pegolf Berebut Tiket Ke Amerika Serikat

Bagaimana serunya jika melihat langsung 102 pegolf tanah air beradu kemampuan di lapangan golf seluas 6.545 meter? Siapa yang akhirnya meraih 2 tiket ke Amerika Serikat?

Tahun ini, PT Trisula International Tbk. kembali menggelar Jack Nicklaus International Invitational (JNII). Sebuah ajang turnamen golf tahunan bergengsi bagi para pegolf lokal maupun pelanggan setia Jack Nicklaus.
Jack Nicklaus 1
Apa dan siapa itu Jack Nicklaus? Jack Nicklaus sendiri adalah brand apparel yang lisensinya di Indonesia dipegang oleh  PT Trisula International Tbk. Bagi yang belum pernah mendengar nama Jack Nicklaus, nama ini adalah nama salah satu pemain golf paling terkenal di dunia. Sudah bisa menebaknya? Yaak…betul! Jack William Nicklaus. Dalam kariernya selama 25 tahun, dari 1962 hingga 1986, Jack William Nicklaus telah memegang rekor 18 kali juara PGA Tour. Whoaaa!
Jack Nicklauss 2
Saya mendapat kesempatan langka melihat turnamen ini secara langsung beberapa waktu lalu. Berlokasi di lapangan Damai Indah Golf – BSD Course, Tangerang, JNII kali ini merupakan penyelenggaraan ke-13 yang dilakukan di Indonesia. Tema yang diusung adalah Play For Your Country, sehingga seluruh peserta JNII diwajibkan memiliki kewarganegaraan Indonesia.
Jack Nicklauss 3
Selain di Indonesia, Jack Nicklaus International Invitational juga diadakan di 5 negara lain, yakni Italia, Filipina, Korea Selatan, Swiss, dan Amerika Serikat. Tim terbaik dari tiap negara akan mengikuti JNII International Final Tournament of Champions di New Albany Country Club di Columbus, Ohio, Amerika Serikat, bulan Juni mendatang.
Dalam kesempatan ini, Ibu Dina Sungkar selaku Direktur Independen PT Trisula International Tbk. mengatakan, perwakilan dari Indonesia telah membuktikan kemampuannya saat bersaing dengan para pemain dari negara-negara lain. Pada 2016, JNII International Final Tournament of Champions berhasil dimenangkan oleh Indonesia, sedangkan pada 2017, Indonesia berada di peringkat ke-2. Hebatnya lagi, wakil-wakil Indonesia ini merupakan pegolf yang usianya terbilang muda. Salut banget gak sih?
Jack Nicklauss 4
Kejutan yang tak kalah seru seperti pada tahun sebelumnya. Pada tahun ini pun ada kejutan lain, dengan hadirnya pegolf muda baru yang akan mewakili Indonesia dalam JNII International Final Tournament of Champions. Mereka adalah Tamrin Bayazid (34) dan Bimo Rahmadi (22), yang berhasil menyabet gelar Best Gross Overall dengan skor akhir 65.

“Kami hanya latihan satu kali, saat latihan gak perform (kalah), tapi karena (kami) yakin dan ber-partner baik, alhamdulillah (hari ini bisa) menang”, tutur Bimo yang baru sekali mengikuti turnamen ini.
Jack Nicklauss 5
Menurut Tamrin yang sudah 2 kali mengikuti JNII punya hanya menargetkan main dengan sangat baik di JNII International Final Tournament of Champions. Ia ingin mereka dapat bermain fokus saja, karena gelar juara masih sulit diprediksi untuk saat ini.

Ditanya tentang pendapatnya bagi para anak muda yang belum dan ingin mencoba olahraga golf, mereka menyarankan untuk jangan takut untuk mencoba. Saat ini banyak grup-grup golf dengan anggota anak-anak muda yang bisa diikuti. Mereka menambahkan bahwa olahraga golf akan sangat berguna, khususnya dalam menjalin relasi bisnis. Good! Semoga sukses di JNII International Final Tournament of Champions ya!
Jack Nicklauss 6


foto: Jack Nicklaus Indonesia

Perlengkapan Liburan Versi Umen

Sebagai yang suka jalan-jalan, kalian pasti familiar dengan hal-hal wajib yang harus dibawa saat berlibur. Mulai dari dokumen perjalanan lengkap, kacamata hitam/sporty, kamera, travel charger, obat-obatan pribadi, hingga baju cadangan untuk ganti jika cuaca tak terprediksi.

Umen @ Baubau

Mungkin kalau hal yang disebutkan di atas sudah biasa ya, tapi mungkin—ini mungkin loh ya—beberapa barang yang akan saya tulis ini sering terlewat atau bahkan terlupa untuk dibawa saat liburan. Apa saja itu?

1. Earplugs

Tekanan udara di dalam pesawat kerap menjadi masalah bagi penumpang pesawat, apalagi kalau sedang pilek. Hidung, telinga dan bagian kening akan terasa terganggu dan merasa sakit. Selain untuk jaga-jaga jika maskapai tidak menyediakannya, membawa earplugs juga jadi penolong apabila travelling bareng teman yang sering mendengkur keras. Katakan selamat tinggal untuk tidur terganggu dari suara dengkuran teman!

Person Ear With Earplug

Sumber: https://www.clearvaluehearing.com/clearvalue-hearing-blog/2016/12/12/how-earplugs-can-save-your-hearing

2. Botol Kosong
Kenapa membawa botol kosong itu penting, terlebih saat di luar negeri? Jawabannya mudah, yaitu agar bisa bersih-bersih dengan air apabila sedang ke toilet kering. Sepele sih, tapi suka kepikiran kan bagaimana kalian jalan-jalan tapi di “bawah sana” masih terasa tidak nyaman karena belum bersih-bersih menggunakan air?
Saya biasa menyediakan air keran dan diletakkan pada kantung tas sebelah kiri, sedangkan sisi kanannya biasanya untuk air minum. Lebih mudah diingat kan? Kanan untuk air minum, kiri untuk air bersih-bersih saat ke toilet.

botol minum

Sumber: https://www.brilio.net/news/ini-bahayanya-jika-mengisi-ulang-botol-air-mineral-botol-air-mineral-150512b.html

3. Selotip
Ngapain sih bawa-bawa selotip di tas? Eitsss..jangan protes dulu! Biasanya saya bawa selotip untuk keadaan super darurat. Misal saja tas robek, tinggal sat set sat set, tas bisa tertambal aman untuk sementara. Contohlain saat sol sepatu menganga, bisa juga dililit selotip besar untuk sementara hingga ketemu toko sepatu atau sandal sebagai pengganti.

selotip

Sumber: https://id.aliexpress.com

4. Kantong Kresek/Tas Lipat
Fungsinya banyak, bisa untuk menahan dan membungkus barang bawaan yang basah dan kotor (baju basah/kotor, sepatu kotor, dsb.), serta membawa barang belanjaan dan kelebihan barang yang tak terduga. Untuk plastik, biasanya saya ambil dari laundry bag di hotel. Sedangkan tas lipat, saya bawa dari rumah hasil goodie bag acara-acara tertentu. Gratis!

tas belanja

Sumber: https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/hobi/13/03/08/mjcdwp-bikin-tas-belanja-dari-kaus-murah-ramah-lingkungan

5. Obat Luka #GakPakePerih
Iya iya…yang ini baru saya terapkan. Ini penting sekali. Saya gak mau repot bawa banyak-banyak obat luka, apalagi yang harus pakai kapas untuk penggunaannya. Produk baru dari Hansaplast ini solusi banget! Yeess….ini adalah perlengkapan wajib saya bawa baru-baru ini, namanya Hansaplast Spray Antiseptik. Tinggal semprot dan gak pake perih.

Hansplast2

Hansaplat1

Kalau kalian sendiri, ada barang lain yang beda dari biasanya kalian bawa gak? Coba ceritakan dong!

hansaplast4

Kursi Penonton Asian Games 2018 Kosong?

Dalam gegap gempita dan animo tinggi masyarakat terhadap perhelatan olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, saya pun tak mau ketinggalan untuk ikut larut merayakannya. Namun hajatan olahraga yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali itu mendadak diterpa sedikit kendala, yakni permasalahan tiket pertandingan. Apa yang sebenarnya terjadi?

Tiba-tiba saya jadi ingin dan merasa perlu menuliskannya di blog. Menyampaikan pengalaman yang saya alami belakangan hari ini perihal tiket pertandingan pada Asian Games 2018.

Tak berjudul
Jujur saja, saya sangat menantikan perhelatan sebesar Asian Games jauh-jauh hari. Sejak SEA Games 2011 di Jakarta dan Palembang, rasanya kehausan akan pesta olahraga internasional di Indonesia makin menjadi-jadi. Begitu tahu negara lain mengundurkan diri sebagai tuan rumah dan Indonesia yang dipilih menggantikannya, rasanya senang sekali mendengar berita itu. Saya berpikir: saya harus menonton pertandingan secara langsung. Ini momen langka!

Pesta pembukaan pun digelar meriah pada 18 Agustus 2018. Indonesia menjadi sorotan dunia karena berhasil menampilkan suguhan indah yang begitu manis. Hingga kemudian, terjadi hal yang tidak saya duga keesokan harinya. Saya dan beberapa orang lainnya kesulitan mendapatkan tiket pertandingan. Beberapa jalur sudah saya coba, mulai dari pembelian online hingga langsung di venue. Cabang olahraga yang saya ingin saksikan semua sudah sold out. Tapi dari berbagai cerita dikabarkan di dalam venue masih terlihat kosong penonton. Kenapa bisa terjadi?

Berbagai isu dan kabar burung pun berhembus perihal sulitnya mendapatkan tiket. Ada yang mengatakan hal tersebut akal-akalan oknum, ada juga yang berpendapat karena vendor tiket yang kurang siap, bahkan yang sampai ke telinga saya adalah soal calo yang memborong dan berniat menjual kembali dengan harga yang fantastis. Semua orang tersulut dan ingin marah termasuk saya. Bagaimana bisa ketika kita ingin menyukseskan ajang sebesar ini tapi malah kesulitan mendapat tiket? Hingga sampai akhirnya saya membaca tweet berikut:

Saya melewatkan fakta serupa terjadi di beberapa perhelatan olahraga besar lainnya. Kursi penonton yang kosong menjadi tantangan satiap panitia. Saya baca utasan tweet tersebut dan browsing berita lama, ada berbagai sebab. Ini yang bisa saya rangkum:

1. Penonton Yang Mengurungkan Niat
Mereka telah jauh-jauh hari membeli beberapa tiket pertandingan, tetapi mengubah niat mereka untuk datang menonton di saat-saat akhir. Ada yang karena cuaca (yang mereka ingin hindari sehingga mencari laga lain di venue dalam ruangan yang lebih hangat), keperluan mendadak, hingga rasa kecewa karena atlet yang didukung kalah dalam laga sebelumnya. Tidak sedikit juga alasan kebiasaan. Di Brazil banyak yang tidak terbiasa menonton pertandingan yang durasinya lama seperti tenis. Sehingga cabang ini juga terlihat kosong. (sumber dari sini dan sini)
2. Kursi Sponsor, Wartawan dan Undangan
Saya tahu panitia menyiapkan beberapa tempat untuk undangan, wartawan dan rekanan sponsornya. Tapi yang saya lewatkan adalah ternyata banyak sponsor dan undangan yang kurang memanfaatkan jatah ini dengan baik. Misalnya tiket yang dibagikan untuk kuis oleh sponsor, terkadang pemenang justru tidak hadir. Begitu juga para undangan yang tidak datang secara mendadak.
Dikutip dari berita di sini, juru bicara INASGOC, Danny Buldansyah, mengatakan bahwa selama ini mereka mengalokasikan sebanyak 20% dari total tiket untuk Pengurus Besar (PB) atau Pengurus Pusat (PP) organisasi cabang olahraga di Indonesia. Dengan keputusan yang baru, panitia kini menguranginya menjadi hanya 10% saja. Itu berarti masih ada 90% untuk dijual umum.


3. Alasan Keamanan
Mungkin bagi awam seperti saya tidak banyak tahu akan hal ini. Belakangan ini saya diberitahu teman bahwa salah satu alasan kursi kosong merupakan bagian dari pengamanan. Jumlahnya tidak banyak, namun cukup untuk memberi ruang gerak petugas melakukan pengamanan saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Belakangan saya baca di media tentang evaluasi penjualan tiket. Mulai dari perpindahan penjualan online ke jaringan yang lebih besar dan stabil, hingga ditangkapnya calo-calo tiket di GBK.

Saya rasa itu langkah yang patut diapresiasi. Perbaikan memang harus terus dilakukan agar kesan sukses dari Asian Games 2018 benar-benar terwujud. Tak lupa yang paling penting adalah dukungan penuh kita terhadap atlet-atlet yang masih berjuang hingga 2 September nanti. Semoga Indonesia terus menambah raihan medali hingga Asain Games 2018 ini usai.

[Tokoh] Mengenal Sosok Prita Kemal Gani

Malam itu saya terlambat hadir ketika Simbok Venus mengirimkan pesan melalui WhatsApp, “Kamu sudah di mana?” Saya langsung menjawab, ” Saya sudah di parkiran, sebentar lagi saya ke atas ya, Mbok..” Tapi ternyata butuh waktu hampir 10 menit berkeliling mal karena luasnya mal itu agak membingungkan saya mencari lokasi yang dituju.

Tepat pukul 7:15 menit saya sudah tiba di lokasi undangan makan malam. Sebuah meja yang sudah dipenuhi makanan itu nampak sudah dikelilingi oleh para tamu lain yang hadir. Beberapa dari mereka yang telah duduk nampak tidak asing, mereka adalah teman-teman blogger. Saya melihat satu kursi kosong tersisa, tentunya itu kursi yang dipersiapkan untuk saya. Dengan nampak tak enak hati saya masuk ke ruangan dan langsung meminta maaf karena datang terlambat. Sesosok ibu dengan senyumnya yang ramah kemudian berdiri dan menjabat tangan saya, “Ini Mas Umen ya? Iya, tidak apa-apa.. Mari..mari..silahkan duduk!” Saya jadi makin tak enak hati, pertama karena telat datang, kedua karena beliau sudah tahu nama saya (iya, pasti Simbok yang mengenalkan nama saya, saya jadi sangat terharu..hihi).

Tak berjudul

Ternyata teman-teman saya yang hadir pada malam itu sedang larut berbincang dengan sosok yang akhirnya saya kenal dengan nama Prita Kemal Gani. Ibu Prita terlihat antusias mendengar cerita-cerita dari para blogger. Begitu juga sebaliknya ketika Ibu Prita bercerita mengenai dunia public relations. Dari informasi yang saya dengar, Ibu Prita ini baru saja kembali ke tanah air setelah menerima ASEAN People’s Award (APA) dari KTT ASEAN 2015 ke-27 yang berlangsung pada 20-21 November 2015 di Kuala Lumpur, Malaysia. Ibu Prita ini dinilai sebagai figur wanita yang dapat memberi dampak besar terhadap community building di masyarakat ASEAN. Wah hebat ya! 🙂

Tapi siapa sih Ibu Prita Kemal Gani ini?
Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR atau yang lebih akrab dipanggil Ibu Prita ini adalah Founder & Director London School of Public Relations Jakarta. Ibu dari 3 orang anak yang sekarang juga menjabat sebagai Ketua ASEAN Public Relation Network (APRN) ini pernah mengetuai Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia pada tahun 2011-2014. Beliau dikenal sebagai sosok ibu aktif yang memberi kontribusi besar bagi pendidikan public relations di Indonesia.

Tak berjudul

Kisah itu bermula saat membuka lembaga kursus public relations (PR) pada tahun 1992. Berbekal menyewa ruang kantor berukuran 12 meter persegi di bilangan Jalan Sudirman, Jakarta, lembaga kursus ini terus berkembang hingga pada akhirnya menjadi sebuah sekolah tinggi pada tahun 1999, yang kemudian dikenal secara luas sebagai Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “The London School of Public Relations Jakarta” (LSPR). Kini LSPR semakin besar dan berkembang, dengan memiliki 6 konsentrasi studi pilihan yaitu; Public Relations, International Relations, Marketing, Mass Communication, Visual Design Communication & Advertising dan Performing Arts Communication.

Masa depan public relations di Indonesia..
Ibu Prita bercerita banyak hal, mulai dari kesukaannya yang bekerja dari rumah hingga fakta bahwa orang-orang Indonesia sangat siap bersaing dalam dunia public relations dengan negara-negara ASEAN. Selain tahan banting, kita dikenal sebagai orang yang kreatif, begitu Ibu Prita bercerita. “Kita sangat bisa bersaing dan unggul, sayangnya kendala kita belum banyak yang percaya diri berbahasa asing (baca: Bahasa Inggris)”, beliau menambahkan.

Keoptimisannya terhadap masa depan public relations Indonesia direncanakan dengan pembangunan kampus baru di daerah Bekasi. Tak hanya itu saja, tekad beliau ingin LSPR kelak menjadi London School of Public Relations ASEAN. Wah…saya dukung, Ibu!

Tak berjudul

Tak terasa 2 jam kami makan dan berbincang tentang banyak hal. Saya pribadi juga mendapat ilmu dari beliau.
Terima kasih atas waktunya ya, Ibu Prita. Semoga kita bisa bertemu kembali di lain kesempatan. 🙂

My Daily Life with Transitions®

Sudah hampir sebulan mata ini dimanjain sama Transitions® Signature™ Lenses dengan teknologi Chromea7™ yang ada di kacamata baru saya. Selain kenyamanan yang dirasakan saat menggunakannya waktu ngantor, dipakai saat travelling juga enak banget.

Is there any difference? Yes, of course.

IMG_0786
Beberapa dari kalian mungkin agak asing dengan Lensa Transitions® Signature™, eits…tapi jangan salah, lensa ini lagi tren sekali lho! Lensa Transitions® mampu menangkal 100% sinar UVA/UVB yang mengganggu serta mengakibatkan kerusakan mata.

IMG_0779
Kalo kalian pernah baca tulisan saya di artikel sebelumnya, pasti tahu kalo lensa ini dapat beradaptasi di kondisi cahaya dan lingkungan apapun. Misalnya kalian sedang berada di dalam ruangan yang kondisi pencahayaannya kurang, Lensa Transitions® Signature, menyesuaikan jumlah cahaya yang diterima mata tersebut dengan mengelolanya secara optimal. Dan ketika kalian berpindah ke luar ruangan yang terik dan banyak cahaya, lensanya seketika beradaptasi menjadi gelap. Perpindahan ini terjadi karena ada triliunan molekul fotokromik di dalam lensa yang mulai mengalami perubahan struktur. Reaksi inilah yang bikin lensa berubah menjadi gelap. Coba klik di sini deh..

IMG_0646
Ketika beberapa hari lalu saya pakai saat jalan-jalan (dan ternyata cuaca di lokasi berbeda dengan di Jakarta yang belakangan sedang hujan dan mendung), seterik apapun cuacanya tetap bisa lancar beraktivitas. Bersepeda, hiking dan naik motor pun mata terbantu dengan lensa Transitions® Signature™. Cahaya yang disaring lensa Transitions® Signature™ membuat mata kita tidak perlu bekerja keras, sehingga mata akan tetap santai dan nyaman sepanjang hari serta mengurangi kelelahan pada mata.

Kacamata3
Nah, kalo kamu makin penasaran lagi, coba cari tahu tentang Transitions® Signature™ lenses di sini: http://www.transitions.com/id/produk/lensa-adaptif-transitions/

Terima kasih sudah membaca! 

Catatan Dari Bangkok (part 1): #PiyambakanTrip, Suk11 & BTS Skytrain

Ini merupakan catatan yang belum terselesaikan. Sebuah catatan sederhana saya mengagumi kota Bangkok yang eksotis, ramah dan penuh cita rasa. Januari lalu akhirnya saya menginjakkan kaki di sana. Nekat dan dengan persiapan yang seadanya…

Awalnya, jalan-jalan ini memang dipersiapkan untuk proyek bernama #PiyambakanTrip yang dicetus @aralle. Niatnya adalah merekam setiap peristiwa jalan-jalan yang dilakukan oleh seorang diri dan nantinya dibukukan. Karena itulah namanya #PiyambakanTrip (baca: jalan-jalan sendirian). *tapi entah kelanjutannya gimana..hihihi* 😆

Continue reading »

Kopdar Masak

Salah siapa? Hihihi….

Umen belanja? Foto oleh Goenrock.

Ini semua karena hasil percakapan @goenrock, @k_amelina (Kristin), @fannyfanny (Fanny), @akusukamasak (Astrid) dan @natalixia (Nath) di Twitter yang berencana akan kumpul dan membuat sandwich untuk sarapan. Lho kok sarapan? Memangnya mau ada apa? Usut punya usut ternyata Nath dan Fanny ingin melakukan “jogging cantik” dan diakhiri dengan masak bersama. Aku pun ter-summon!

Continue reading »