Perpanjang Paspor. Apakah Sama dengan Membuat Paspor Baru?

Jadi begini, terhitung akhir Mei 2015 lalu paspor saya sudah habis masa berlakunya. Sebagai warga negara yang baik, tentu tindakan pencegahan (apasih?) harus segera dilakukan, yaitu perpanjangan paspor.

Saya akan cerita-cerita bagaimana saya memperpanjang paspor dengan jalur online. Apa saja sih yang harus dipersiapkan? Bagaimana prosesnya? Silahkan dibaca~! šŸ˜€

Paspor_1

>> Pra Permohonan Personal
Minggu, 24 Mei 2015
Saya mendaftar perpanjangan paspor via online melalui situs http://www.imigrasi.go.id/ sekitar pukul 10 malam. Di situs tersebut tertera berbagai macam layanan yang bisa dilakukan secara online. Saya lalu klik bagian “Layanan Paspor Online” yang kemudian akan menuju ke laman yang berbeda. Pada laman tersebut, saya langsung men-klik gambar yang bertuliskan “Pra Permohonan Personal“.

Pra_Permohonan_Personal
Karena saya ingin memperpanjang masa berlaku paspor yang sudah habis, maka jenis permohonan yang saya pilih adalah “Penggantian – Habis Berlaku“. Lalu bagaimana jika ingin membuat paspor baru? Tinggal pilih saja permohonan “Baru – Paspor Biasa“. Lalu isi data yang diperlukan. Ingat ya, perhatikan baik-baik kolomnya dan teliti sebelum submit data.

Saya menerima e-mail konfirmasi sekitar 5 menit setelah pengisian data. E-mail berisikan link konfirmasi serta lampiran yang harus dicetak. Lampiran tersebut adalah Bukti Pengantar ke bank untuk melakukan pembayaran paspor yang harus kita bayar melalui Bank BNI. Berikut rinciannya:
Biaya Paspor: Rp 300.000,-
Jasa TI Biometrik: RP 55.000,-
Jumlah: Rp 355.000,-

>> Pembayaran Paspor di Bank
Senin, 25 Mei 2015
Pukul 9 pagi saya mendatangi kantor cabang Bank BNI terdekat. Tanya saja security bank dan jelaskan keperluan kita, pasti akan langsung dibantu dengan memberikan nomor antrian. Saat nomor antrian dipanggil, kita bayarkan biaya pembuatan paspor melalui teller. Oh iya, ada tambahan biaya Rp 5.000,- untuk saat membayar di bank ya! Ini adalah biaya administrasi bank.

Setelah proses pembayaran melalui bank berhasil dan kita menerima jurnal bank, buka kembali e-mail konfirmasi sebelumnya, klik tautan “LANJUT” atau copy paste tautan konfirmasi pembayaran pada browser tab baru. Tautan akan menuju laman untuk konfirmasi. Masukkan jurnal bank, lalu pilih tanggal penyerahan dokumen. Saat itu, tanggal paling dekat yang bisa saya pilih adalah tanggal 4 Juni 2015. Mungkin karena sedang masuk musim liburan sehingga jumlah pemohon paspor membludak dan lama waktu yang diperlukan untuk memroses pengajuan jadi lebih lama.

Apabila prosesnya berhasil, kita akan menerima e-mail lagi berisikan lampiran Tanda Terima Permohonan. Cetak dan bawa bersama dokumen yang diperlukan saat penyerahan dokumen di kantor imigrasi.
IMG_6623

>> Penyerahan Dokumen, Biometrik dan Wawancara
Kamis, 4 Juni 2015
Saya datang ke Imigrasi Jakarta Barat pukul 7:30 pagi, 30 menit lebih awal dari waktu yang tertera pada kertas Tanda Terima Permohonan. Saya membawa dokumen asli dan fotokopiannya dalam ukuran A4. Agar lebih mudah, saya memilih fotokopi dokumennya saat di lokasi. Kenapa? Karena jasa penyedia fotokopi di sana biasanya tahu ukuran serta format fotokopi dokumen yang diperlukan. Tempat fotokopi di Imigrasi Jakarta Barat sendiri letaknya ada dipojokan dekat kantin.

Jadi dokumen apa saja yang dibutuhkan? Ini daftarnya:
* KTP dan fotokopi
* Kartu Keluarga dan fotokopi
* Akte Kelahiran atau Ijazah dan fotokopi
* Paspor lama dan fotokopi
* Tanda Terima Permohonan
* Bukti Pembayaran Bank
* Surat Pernyataan Karyawan dari Perusahaan (ini sebenarnya tidak terlalu diperlukan, tapi ada baiknya dibawa jika status kita sudah bekerja di suatu perusahaan)

Pada petugas imigrasi, saya meminta nomor antrean. Nomor antrean ternyata dibedakan antara pemohon melalui jalur biasa dan pemohon jalur online. Inilah salah satu manfaat dari daftar online, selain tidak perlu lagi mengisi data secara manual, kita juga sudah dipastikan akan mendapatkan nomor antrean di hari itu. Beda dengan jalur biasa yang kadang nomor antreannya sudah habis dibagikan bahkan sebelum pukul 7 pagi.
paspor_2
Saya mendapat nomor antrian 31. Sejak layanan dibuka pukul 8 pagi, saya hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit sampai nomor antrean saya dipanggil. Saya masuk ruangan utama dan menuju pada barisan pemeriksaan dokumen. Dokumen asli dan fotokopinya akan diperiksa untuk kemudian dimasukkan pada map biru oleh petugas. Pada map tertera nomor antrean baru. Carilah tempat duduk dan tunggu hingga dipanggil kembali.

Selang hampir 45 menit, nomor saya dipanggil. Saya diarahkan untuk masuk ke dalam ruangan seperti yang diumumkan pada layar monitor. Di dalam ruangan sudah ada petugas yang akan memeriksa ulang dokumen. Petugas akan bertanya tempat dan tanggal lahir kita, juga bertanya ke mana kita akan bepergian jika paspor ini jadi nanti. Itu tadiĀ adalah tahap wawancara yang akan ditutup dengan pengambilan sidik jari serta foto untuk paspor. Jangan lupa sedikit senyum ya! šŸ˜€

>> Pengambilan Paspor
Kamis, 11 Juni 2015
Kok seminggu? Entahlah…mungkin memang banyak jumlah pemohon paspornya, jadinya paspor baru selesai seminggu kemudian. Saya mendengar dari beberapa pengalaman bahwa paspor yang diambil sesuai jadwal biasanya akan diberikan setelah jam makan siang. Jadi daripada menunggu lama saya ke kantor Imigrasi Jakarta Barat pukul 1 siang.

Loket Pengambilan Paspor ada di sebelah kiri dari pintu ruang utama. Di sana terdapat 2 loket, saya serahkan tanda buktinya di loket paling kanan. Karena saat itu tidak terlalu ramai saya hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit sebelum menerima paspor baru melalui loket di sebelah kiri. Cek kembali paspor baru lalu tandatangani. Pada proses ini saya tidak menerima nomor antrean sama sekali.

Lalu bagaimana jika ingin mengambil paspor lama kita? Mudah saja, tinggal fotokopi paspor baru lalu serahkan di loket kiri tadi saat pengambilan paspor. Paspor lama langsung akan diberikan. Jangan lupa juga, di proses ini kita tidak mengeluarkan uang lagi ya. Jadi sekarang sudah tidak perlu keluar uang untuk hal yang tidak jelas. Asyik ya? šŸ™‚

Secara proses sebenarnya pembuatan paspor baru dengan perpanjangan masa berlaku paspor sama saja. Pastikan data yang diberikan telah sesuai, dokumen yang dibawa lengkap, serta sedia waktu yang cukup. Hindari membuat paspor melalui calo karena membuat sendiri saja sebenarnya sudah lebih mudah. Terima kasih telah membaca! šŸ˜€