PHD Cheeseburger Pizza: Saat Pizza Bertemu Burger!

Kalian lebih pilih mana, pizza atau burger? Buat yang doyan makan seperti saya pasti agak bingung untuk memilih di antara keduanya. Yang satu punya keju mozarela dan saus nikmat, satunya lagi punya rasa daging lezat yang berair. Tapi kenapa tidak dijadikan satu saja? Ya benar, pizza dengan topping daging burger lezat dengan paduan keju meleleh!

Jika selama ini ide menyatukan keduanya hanya bisa kalian temukan dalam situs sepeti 9GAG, maka kini kalian bisa melihat ide penyatuan ini secara langsung di depan mata! Pizza Hut Delivery atau PHD yang dikenal dengan jaminan dalam 30 menit pesanan akan tiba di depan rumah–pssst…udah tahu kan kalau telat diantar kita bisa dapat pizza gratis?–mengeluarkan menu terbarunya yakni PHD Cheeseburger Pizza. Hmm…seperti apa ya?

Pizza3

Cheeseburger Pizza memang tidak berbeda jauh dengan wujud pizza pada umumnya, namun kalian bisa menemukan perbedaan dari topping-nya yang terlihat menggiurkan. Patty lezat dilapisi keju leleh menghiasi tiap pinggiran pizza. Belum berhenti sampai di situ, kalian juga bisa merasakan saus ala burger keju pada seluruh permukaan pizza. Apabila diperhatikan lebih detail, terlihat remahan daging asap yang akan menambah cita rasa dari pizza ini. Sebuah sensasi makan pizza yang berbeda.

Jangan langsung puas! Kalian perlu coba juga yang namanya Meat Puff. Pastry dengan patty dan keju ala cheeseburger ini cocok banget buat ngemil. Kalian akan temukan saus melimpah yang tersembunyi di bawah patty. Pokoknya enak!

Pizza2

Nah asiknya lagi, dengan hanya 84ribu rupiah saja, kalian bisa bawa pulang PHD Cheeeseburger Pizza ukuran reguler dan nyobain enaknya si Duo Mantap ini! Tapi jika ingin lebih lengkap, bisa pilih Paket Mantap seharga 114ribu, sudah termasuk pizza reguler, 4 potong Meat Puff dan 2 minuman.

Kalau cuma sendiri makannya bagaimana? Bisaaaa…langsung saja pesan yang Mantap Personal. Kalian akan dapat pizza ukuran personal dan 2 potong Meat Puff. Harga? Cukup 40ribu saja.

Pizza3

Biar lebih kepengin, langsung klik situs PHD di sini dan lihat video di bawah ini:

Selamat mencoba yaaa! 🙂

Twitter PHD: @PHD_1500600
Facebook PHD: www.facebook.com/PHD1500600

Kelapa, Kuliner Nusantara Dan Kepopulerannya Di Dunia

Sebagai negara kepulauan, Indonesia adalah surga bagi tumbuhnya tanaman kelapa. Sepanjang pesisir pulaunya, kelapa bisa dengan mudah ditemui di Indonesia.

Hei….masih ingatkah kalian lagu Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki? Ya, tak hanya menceritakan bagaimana kaya dan eloknya negeri ini tapi juga menyampaikan bahwa negeri ini memiliki sumber nutrisi penting yang sangat melimpah, yaitu kelapa.

Pulau Lengkuas, Belitung, Indonesia

“…Pulau Kelapa Yang Amat Subur…” – Nyanyian Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki

Apa saja manfaat dari kelapa?
Coba sebutkan, bagian mana yang tidak bisa dimanfaatkan dari tanaman kelapa? Hampir tak ada, alias semua bagiannya mempunyai manfaat yang beragam. Misalnya saja akar dan batangnya yang bisa dijadikan bahan baku kerajinan, air niranya yang diolah menjadi gula merah, serat sabutnya bisa dijadikan tali atau dianyam menjadi keset, daunnya kerap dijadikan atap rumah dan sapu lidi, batoknya bisa jadi arang, sedangkan bakal tunas, air serta daging buahnya bisa diolah menjadi bahan makanan dan minuman. Tidak hanya itu saja, kelapa memiliki nutrisi yang baik untuk tubuh.

Dikutip dari website Sari Husada, asam lemak omega 3 pada kelapa dapat mengurangi peradangan serta melumasi sel-sel dan sendi. Kandungan gulanya yang kecil bermanfaat sebagai energi bagi tubuh. Yang juga tak kalah pentingnya, di dalam santan kelapa terkandung kalsium, protein, serta bermacam mineral seperti natrium, kalium, fosfor, zat besi dan tembaga.

Gizi Kelapa

Kuliner Nusantara
Kuliner Indonesia sejak lama dikenal memiliki cita rasa yang kaya. Bayangkan saja, dengan jumlah wilayahnya yang luas, didukung komoditi bahan baku berlimpah, serta banyaknya suku dan budaya, Indonesia punya banyak makanan lezat yang beraneka ragam. Uniknya lagi, banyak kuliner nusantara tersebut yang mengandung bahan baku dari kelapa.

Di Aceh misalnya, kita bisa menemui Gulai Aceh yang menggunakan santan. Sama halnya seperti Mie Gomak dari Sumatera Utara dan Mie Celor buatan orang Palembang yang juga menggunakan santan pada kuahnya. Oh iya, Dendeng Batokok khas Minang juga akan lebih sedap jika Lado Mudo-nya menggunakan minyak kelapa asli. Minyak dihasilkan dari memasak santan kental yang kemudian akan memisahkan antara minyak dari ampasnya. Saya pernah membuatnya bersama Mamah dan ternyata memang terbukti lebih enak. Hehe..

Dendeng Batokok

Bergeser ke Pulau Jawa, Sop Buntut Betawi, Gepuk Sapi Serundeng Khas Sunda serta areh pada Gudeg Jogja juga menggunakan kelapa sebagai bahan bakunya. Kalau Bali? Hmmm…kalian pernah coba Sate Lilit? Sate dari olahan daging cincang ini juga menggunakan parutan kelapa sebagai bahannya. Cara mengolahnya adalah daging cincang dicampur dengan kelapa parut, lalu ditambah dengan bumbu lainnya. Bahan sate kemudian dililitkan (atau dibentuk) pada batang serai sebelum akhirnya dibakar di atas bara api kecil.

Bagaimana dengan pedalaman Kalimantan? Adalah Sayur Umbut Kelapa, makanan warisan leluhur suku Dayak yang tentu saja mengambil manfaat dari kelapa. Sedangkan pada daerah Timur Indonesia, kita punya Sinole (berbahan sagu, kelapa dan gula) dari Papua, Putu Cangkiri’ (tepung beras ketan yang dicampur gula merah dan kelapa muda) dari Bugis-Makassar dan Nasi Lapola dari Maluku.

Mana saja kuliner Indonesia yang populer di dunia?
Pertanyaan yang sangat mudah dijawab tentulah Rendang. Sajian daging yang dimasak lama dengan berbagai bumbu dan santan kelapa ini sangat populer di dunia internasional karena kelezatannya. Bahkan beberapa waktu lalu sempat masuk dalam daftar makanan terlezat dunia versi kantor berita asing. Hebat bukan?

Hanya itu saja? Tentu tidak. Kita juga punya Es Cendol yang menggunakan santan kelapa. Hidangan penutup dan segar ini bahkan populer juga di negara tetangga. Dan jangan salah, Sate dan Soto yang menjadi sajian kuliner khas Indonesia juga populer di mancanegara lho! Wah bangga ya.. 🙂

Jadi, kuliner Indonesia gak kalah keren kan? Apalagi setelah tahu dari nilai gizi dan juga kepopulerannya di luar negeri.. 😀

—-

Informasi diambil dari berbagai sumber.

Cara Mudah Membuat “Japanese Curry”

Sebenarnya tulisan ini bisa dibilang bukanlah sebuah resep seperti yang biasa saya buat, tapi lebih tepatnya “cara membuat”. Alasannya, beberapa bahan utama yang digunakan dalam menu ini bukanlah saya racik sendiri, melainkan membeli yang sudah jadi.

Tapi bagaimanapun juga, semoga tulisan ini menyampaikan pesan bahwa membuat kari ala Jepang tidak sesulit yang dibayangkan. Jadi makin banyak pembaca yang menyukai serunya memasak. Hohoi~! ^^
JapaneseCurry2

Bahan-bahan:
– 500 gram daging sapi, potong sekitar 2 cm, oh iya…daging sapi juga bisa diganti dengan daging ayam (kalo ada yang mau pakai pork juga silahkan, hehe..)
– 4-5 buah kentang, kupas, potong dadu
– 2-3 buah wortel, kupas, potong dadu
– 1 buah paprika hijau, potong 2 cm
– 1 buah bawang bombay, potong kasar
– 1 kemasan kari Jepang, biasanya dalam 1 kemasan terdapat 2 cup, dapat dibeli di supermarket seperti Papaya Melawai kawasan Blok M
– 1,5 liter air

Cara membuat:
– Rebus daging dalam air mendidih, setelah proses memasak berjalan 10 menit, kemudian masukkan wortel dan kentang secara bersamaan.
– Setelah 30 menit, masukkan paprika dan bawang bombay. Setelah terlihat layu, tambahkan dadu kari ke dalam panci.
– Aduk hingga semua kari larut dan kuah terlihat cukup kental.
– Angkat dan sajikan bersama nasi hangat.

Porsi tersebut bisa untuk 12 orang. Tapi jangan khawatir, kalian bisa membuat dengan porsi yang lebih kecil. Gunakan 1 cup kari dengan menggunakan setengah bahan-bahan yang ditulis di atas.

JapaneseCurry

Jangan ngiler ya! :p

Makin ngiler kan? Yuk coba membuat kari ala Jepang sendiri di rumah! ^^

Selamat mencoba yaaaa….


Terima kasih buat Teteh Erni yang udah rela disuruh-suruh jadi “model tangan” di video Vine-nya. Sayang ya cahayanya kurang, jadi hasilnya kurang memuaskan. Hahaha… 😆

Udang Jamur Nanas Saus Tiram & Tumis Bayam Jagung Manis

Tiba-tiba ketika sedang di kantor–yang kebetulan memiliki dapur yang cukup bagus–hasrat memasak saya timbul lagi. Random. Kalo galau ga jelas kadang suka pengen masak. Haha.. 😆

Beranjaklah saya ke supermarket terdekat untuk belanja bahan-bahan memasak. Pengen masak apa, itu nanti saja. Yang penting belanja dulu. Kadang ide muncul belakangan. *seenaknya* :p

Bahan-bahan seperti udang, nanas, jamur, paprika, bayam, hingga jagung manis langsung masuk ke keranjang belanjaan. Masak apa ya? Makin bingung juga sih. Setelah lama berpikir, akhirlah terlintas untuk membuat Udang Jamur Nanas Saus Tiram & Tumis Bayam Jagung Manis. Menu pertama adalah resep yang saya buat setelah pengalaman makan-makan saya di Singapura dan Thailand. Inspirasinya dari kedua negara tersebut. Sedangkan menu yang selanjutnya merupakan menu yang biasa Mamah saya buat di rumah.
masak1
Continue reading »

Jamuan Makan Siang bersama Maître Cuisinier de France, Master Chef Patrick Farjas!

Jumat malam tanggal 7 September lalu tiba-tiba @fairyteeth “mencolek” saya di BBM, “Beb, kamu mau ga dateng ke acara makan di Hotel Century Park? Ketemu Master Chef dari Perancis..” Tanpa berkata-kata lain, saya langsung menjawab, “MAU!!”

Bayangkan…saya akan bertemu Master Chef Patrick Farjas, seorang Maître Cuisinier de France!! Maître Cuisinier de France (Master Chef dari Perancis) sendiri adalah titel bergengsi yang ingin dimiliki oleh banyak koki, karena tidak semua koki bisa menjadi Cuisinier Maître. Kesempatan langka ini berkat sebuah blog mengenai wisata kuliner yaitu http://ceritaperut.blogspot.com yang berdomisili di Bandung. Malam itu juga saya diberi tahu oleh @ceritaperut untuk datang esok harinya jam 11:30 siang di Hotel @atletcentury Park, Senayan.

SocMedFeast

Sambil mencicipi welcome drink berupa Coffee Jelly yang dingin dan lembut itu, kami mendengar sedikit cerita tentang Master Chef Patrick Farjas. Ia memiliki obsesi menjadi seorang koki dari masih kecil. Ya walaupun sempat ditentang oleh keluarga, ia membuktikan kalau menjadi seorang koki adalah jalan hidupnya dalam berkarir yang sebenarnya. Pengalamannya bertahun-tahun menjadi koki juga telah membawanya menjadi Executive Chef Plumed Horse di Saratoga – Bay Area & Olympic Club Lakeside, San Francisco.
CoffeeJelly

Terus kapan makannya deh, Men?
Eiiitttsss…tak lama menunggu para pelayan masuk membawa hidangan pembuka yaitu salad. Dilihat dari presentasinya yang sederhana mungkin orang akan melihat dengan tidak tertarik. Tapi ketika salad itu masuk mulut, nyeeesss…rasa segar muncul di lidah. Rasa asam yang sedikit kuat dan aroma bawang–yang menurut saya–ringan sangat cocok dengan kesegaran dari sayuran yang tersaji. Dan sebagaimana salad yang baik adalah tidak adanya tanah yang tertinggal di pangkal bawah selada, salad ini sempurna di mata saya. Hehe…

Salad

Crispy Skin Cajun style Tasmanian Salmon with Tropical Salsa… Apa tuh, Men?
Ngiler ngeliatnya? Huihihi… Menu utama ini saya beri nilai 8!
TasmanianSalmon
Salmon yang dimasak garing bagian luarnya dan dengan menyesuaikan tingkatan pedas ini memiliki tekstur lembut di dalam. Jika saja ikan ini dimasak terlalu matang, bisa saja rasa juicy-nya hilang. Tapi ketika saya memakannya, rasa segar salmon itu justru mendominasi. Yang menjadi nilai tambah dari hidangan ini adalah adanya after-taste (yang saya sendiri kesulitan menemukan dari mana rasa itu berasal) yang masih bisa saya rasakan selama beberapa menit di mulut. Mungkin kalian akan merasa saya lebay alias berlebihan menuliskan ini, tapi begitulah adanya yang saya rasakan di lidah. 🙂

Soal Tropical Salsa saya mendapati rasa yang eksotis mulai dari mangga, nanas, lemon, paprika, bawang dan sentuhan pedas cabai. Hmmm…untuk yang ini cukup mudah ditiru kok, bahkan Chef Patrick juga bilang ini bisa kita buat secara mudah di rumah.

Untuk penyajian yang ditemani oleh nasi, saya berpendapat mungkin untuk menyesuaikan dengan konsumsi masyarakat Indonesia. Tapi kalau pun harus disajikan dengan kentang memang menurut saya malah kurang cocok. Uniknya lagi, penyajian nasi berbentuk kerucut ini terinspirasi oleh bentuk dari Nasi Tumpeng khas Indonesia. Yups…Chef Patrick Farjas pernah terkesan oleh Nasi Tumpeng saat kunjungannya pertama ke Indonesia.

Nah…tinggal menu penutup nih. Apa menunya, Men?
Chef Patrick bilang, ini cuma Apple Tart biasa. Tapi…dibuat secara khusus hanya untuk acara #SocMedFeast ini saja. Huwowwww!
Apple Tart_final
Rasanya? Duh…saya suka krim putihnya. Lembut dan manisnya pas ketika memakan bersama lapisan atas Apple Tart ini. Apalagi di bagian bawah potongan apel ada keju dengan rasa asin ringan, menjadikannya lezat. Jujur saya katakan presentasinya sungguh biasa saja, tapi soal rasa…..Apple Tart manis ini menjadi penutup yang “manis” di kesempatan istimewa ini. 😀

IMG_1214

——-
Chef Patrick Farjas bisa ditemui di
Century Park Hotel
Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta 10270
pfarjas@atletcentury.com | www.atletcentury.com | fb.com/hotelatletcenturypark | twitter.com/atletcentury
——-
Tulisan mengenai jamuan makan ini juga bisa dilihat di http://ceritaperut.blogspot.com *jangan lupa mampir yaaa… 😉 *
Terima kasih untuk @ceritaperut @stefkurniadi @rizkymamat @SaritaSutedja dan @fairyteeth

#UMENshow: Panna Cotta Triple Berries

Tiba-tiba linimasa saya seliweran foto Panna Cotta berkat @aMrazing, duh..jadi kepikiran pengen modifikasi makanan ini sejak lama. Lalu karena “dosa” besar saya, blog ini terlalu lama ga update soal resep masakan. Maka dengan itu saya persembahkan kepada pembaca blog ini sebuah resep modifikasi terbaru dari saya, Panna Cotta Triple Berries.

Panna Cotta Triple Berries (final)

Emang modifikasinya kayak apa sih?
Continue reading »

#ACI2011: Pindang Patin Yang Kucinta

Inilah pengalaman daku saat berpetualang Aku Cinta Indonesia di Palembang. Beberapa rumah makan yang menyediakan pindang patin daku coba. Semua memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Mulai dari kuahnya yang kental dan agak sedikit cair, mulai dari tingkat kepedasannya, hingga dari aroma amis ikan patin yang berbeda-beda di setiap rumah makan. Semua tergantung proses dan penyajian makanannya.

Pindang Patin dengan kuah yang asam, gurih dan pedas.

Pindang Patin dengan kuah yang asam, gurih dan pedas.

Continue reading »

#UMENshow: Lasagna Aroma Rendang dan Si Centil Asam Manis

Lasagna Aroma Rendang

Memberi “hadiah” bagi anak-anak saat menjalani ibadah puasa dapat kita wujudkan dengan berbagai cara. Salah satunya memberi sajian istimewa menjelang buka puasa.

Dalam #UMENshow kali ini, sengaja saya tidak livetweet melalui akun @umenumen, akun Twitter saya. Karena sulit jika dilakukan saat sedang puasa seperti ini. Hehehe.. :p

Disini saya memposting 2 menu. Apa saja? Inilah menu tersebut… Continue reading »

#UMENshow: Ayam Rica Mentega Daun Kucai

Kucai merupakan jenis daun sayuran yang biasanya hadir dalam masakan, seperti masakan-masakan negara Asia (Cina dan Vietnam). Bentuknya pipih dan memanjang 40 hingga 50 sentimeter. Yang unik dari kucai adalah aromanya yang lebih mirip bawang putih daripada daun bawang, sehingga dalam bahasa Inggris disebut garlic chives. Daun kucai diketahui mampu mencegah penyakit kanker dan hipertensi, serta bisa menurunkan kadar kolesterol darah. Senyawa yang terkandung di dalamnya berfungsi sebagai antioksidan, anti-kanker, antibiotik dan anti-bakteri.

Dalam kesempatan #UMENshow kali ini saya mau berekplorasi dengan kucai. Dengan bahan utama ayam, inilah menu Ayam Rica Mentega Daun Kucai..

 

Ayam Rica Mentega Daun Kucai

 

Continue reading »