Advan T3X: Tampil Elegan Untuk Segala Usia

Mamah saya bisa dibilang sebagai Mamah yang tidak gaptek alias gagap teknologi. Sejak hampir 2 tahun lalu, Mamah sudah terbiasa menggunakan smartphone yang saya miliki. Biasanya Mamah meminjam gadget saya hanya sekedar main Tetris atau melihat tutorial cara penggunaan hijab yang sedang tren.

Saya sih senang-senang saja jika Mamah mau menggunakan teknologi terbaru. Apalagi sekarang bukan hanya untuk main game saja, tetapi sudah merambah menggunakan gadget untuk melihat resep masakan, resep bikin kue, lihat video nasyid, baca berita dan sebagainya. Makin rajin si Mamah pake gadget.

Advan

Kini Mamah makin antusias dalam dunia per-gadget-an, soalnya tablet terbaru milik saya ini “sudah nyaman tangan” buat Mamah. Adalah Advan T3X baru, sebuah tablet dengan desain elegan, hadir dengan navigasi yang nyaman sehingga memudahkan penggunanya melakukan pengoperasiannya, termasuk bagi Mamah saya.

Dari segi layar, Advan T3X memiliki layar yang jernih dan gambar yang tajam beresolusi 1920×1200 IPS Screen. Ukurannya yang 8,9 inch cukup nyaman digunakan untuk menonton film dan menjalankan aplikasi game.

Kalau saya pribadi, saya suka Advan T3X dari segi performanya yang tangguh. Saya kadang suka malas membawa gadget besar, jadi untuk urusan kerja dan gak mau repot, saya lebih sering bawa Advan T3X ini ke mana-mana. Prosesornya sendiri menggunakan Cortex A7 Quad Core 1.5 GHz dengan kapasitas RAM sebesar 1 GB. Besar kan? So, gak ada lagi hambatan ketika buka beberapa aplikasi.

Bicara soal memori, Advan T3X juga cukup oke kok, soalnya internal memory-nya sendiri sudah 8 GB. Itu pun saya masih bisa menambah dengan external memory. Oh iya, satu lagi yang penting, Advan T3X ini sudah OS Android Jelly Bean 4.2, asik kan?

87866406-produk-t3x-depan

foto oleh Advan

Buat yang suka selfie, jangan salaaah…kamera depannya asik banget buat selfie-an karena udah didukung kamera 2MP. Sedangkan untuk kamera belakang, Advan T3X disuguhi kamera 8MP yang hasil gambarnya juga cihuy.

Oke..oke…fitur udah, harganya sendiri gimana? Jangan khawatir, harga Advan T3X ini gak bikin kantong bolong kok. Dengan fitur yang banyak tadi, harga Advan T3X berada di angka kurang dari 2,5 juta rupiah saja. Keren kan?

Fitur keren, harga oke, tampilan elegan dan Mamah pun bisa menggunakannya dengan mudah. Butuh alasan apa lagi buat gak jatuh cinta sama Advan T3X? I’m #InLoveWithT3X !

Punya cerita yang sama? Share yaaa… ;)

7 Hal Yang Akan Dilakukan Di 7 Ikon Inggris

Saya masih ingat betul ketika pertama kali mendengar kata “Inggris” semasa kecil dulu. Yang saya tahu saat itu, “Inggris” adalah sebuah sebutan untuk bahasa yang asing di telinga. Setiap saya menonton TV dan terdapat banyak adegan dengan bahasa yang tidak saya kenali, saya langsung beranggapan bahwa hal tersebut adalah “Bahasa Inggris”. Setelah saya sedikit lebih mengenal bahwa “Inggris” merupakan sebuah tempat, saya malah membayangkannya sebagai daerah yang terletak di belakang tembok di mana pesawat-pesawat lepas landas.

Beberapa tahun setelahnya, saat saya sudah lebih mengenal konsep negara dan “luar negeri” seperti “Inggris” bukanlah berlokasi di belakang tembok bandara, saya juga hanya paham bahwa Inggris tak lebih dari sekedar rumah tinggal Mr. Bean dan Lady Diana. Cukup menyedihkan.. :lol:

Kini setelah dewasa–cieeee–dan mengetahui Inggris adalah salah satu negara di benua Eropa yang menjadi tempat bermukimnya Emma Watson, terbayanglah 7 hal yang ingin dan akan saya lakukan di sana. Kenapa? Apa saja itu? Oke…marilah kita berandai-andai dan akan saya beri tahu nanti alasannya~

1. Foto selfie di Big Ben

london
foto dari sini 

 Tahukan kalian bawah London kini menyandang ’Ibu Kota Selfie Dunia’? Berdasarkan riset yang dirilis oleh situs Suggestme.com, London diklaim sebagai kota yang paling banyak dijadikan objek untuk berfoto selfie. Big Ben menjadi salah satu ikon yang paling diminanti untuk ber-selfie ria. Nah sayang banget kan kalo udah sampe ke Inggris tapi gak mampir ke London dan ikutan posting foto selfie di depan Big Ben?

2. Jahilin tentara Buckingham Palace

Inget video di atas tadi dong? Iya..itu adalah salah satu adegan di serial Mr. Bean di mana ia menjahili tentara–ya apalah itu sebutannya–Buckingham Palace. Penasaran pengen nyoba kayak gitu gak sih? Kalo saya sih pengen banget! Pengen buktiin apa benar mereka sekaku dan sediam itu? Tapi kalo mereka lebih galak dari aslinya, hm…ajakin foto bareng aja kali yaaa… :p

3. Bergaya jadi Robert Langdon di Westminster Abbey

Westminster Abbey
foto dari sini 

Walaupun lokasi syuting The Da Vinci Code tidak benar-benar menggunakan Westminster Abbey dan menggantinya di tempat lain, tapi jika benar bisa menginjakkan kaki di Inggris, saya wajib memasukkan tempat ini sebagai daftar kunjungan wajib. Selain melihat arsiterturalnya yang indah, tak ada salahnya jika bergaya ala Langdon dengan pasang wajah sok serius dan berpakaian necis di sini. Hihihi..

4. Mengibarkan bendera Indonesia di Trafalgar Square

London - Trafalgar Square (Postcard)
via Roger Wollstadt

Jadi gini guys, berhubung Trafalgar Square ini tempat untuk mengenang pertempuran Trafalgar di 1805, jadi bolehlah saya dengan bangga mengibarkan bendera kebangsaan kita yaitu merah putih di sini. Gak ada maksud apa-apa sih, cuma mau menunjukkan bahwa semangat kita sebagai bangsa Indonesia juga gak kalah sama semangat mereka saat berjuang di pertempuran tersebut. *cieeeh*

5. Minikmati malam musim gugur di London Eye

london eyevia KiLlaH UnIt

Hanya duduk, memandang orang berlalu-lalang, menikmati lagu-lagu nan syahdu dan menyesap segelas kopi panas. Mungkin hanya itu yang akan saya lakukan untuk menikmati malam musim gugur di depan London Eye. Sebuah cara sederhana untuk menikmati hidup. Momen indah bukan? :)

6. ‘Planking’ di The Beatles Story

-beatles museum | LIVERPOOL-
via zerbert gambit

Mungkin sedikit basi untuk melakukan foto ‘planking’ di sana. Tapi jika saya berhasil mengunjungi ‘altar suci’ tempat di mana memorabilia The Beatles disimpan sejak pertama kali mereka terbentuk hingga John Lennon dan Paul McCartney bersolo karir, saya akan merayakannya dengan melakukan foto planking. 

7. Peron 9¾ di King’s Cross Station

Platform 9 3/4 - Plattform  9¾ -  Harry Potter - Hogwarts Express at King's Crossvia Pete Shacky

Terakhir, hal yang akan saya lakukan di Inggris, di London, oh…di King’s Cross Station tepatnya..adalah mengunjungi peron yang sangat legendaris di dunia Harry Potter. Sebuah ‘pintu masuk’ menuju dunia sihir. Sebagai penggemar Harry Potter, saya wajib ke tempat ini jika ke Inggris nanti.

Nah itulah 7 hal yang akan saya lakukan di 7 ikon terkenal Inggris. Ini semua akan menjadi kenyataan jika saya bisa menjadi salah satu yang beruntung ke #InggrisGratis bersama @MisterPotato_ID. Doakan yaaa…^^

IMG_4251

Harapan Dan Mimpi Yang Tak Pernah Mati

Entah sudah berapa banyak air mata yang keluar dari mata saya hari itu. Seakan masih tak percaya, saya kembali menangis di bawah kaki ‘Mandela’, mengingat kembali mimpi-mimpi dan harapan yang pernah saya buat dan saya minta..

Angin dingin sore yang menghembus menyadarkan sebuah hal. Benarkah saya sedang menginjak negeri orang? Nyatakah mimpi indah ini? Tuhan, saya tidak ingin segera bangun jika memang ini hanya sekedar mimpi..

Hope

Terlempar belasan tahun sebelumnya, saat usia saya masih 6 tahun, saya masih ingat sekali mimpi-mimpi itu datang dari mana. Mimpi yang mulai ditanam bertahun-tahun, dipupuki oleh berjuta harapan, disirami perjuangan dan disinari doa-doa. Kakakku, Teteh Erni, mengajarkan pelajaran Bahasa Inggris pertama untuk saya dengan sebuah kalimat sederhana, “Mom, I’m hungry..” Itulah kalimat Bahasa Inggris pertama yang diajarkan pada saya. Yang menjadi benih dari sebuah mimpi. Mimpi untuk bisa ke luar negeri.

Beberapa tahun kemudian, saya menerima oleh-oleh cantik dari seorang teman kelas. Sebuah gantungan kunci berukir patung singa emas dengan ekor seperti ikan yang memuntahkan sesuatu dari mulutnya. Di bawah ukiran tersebut tertulis sebuah kata “Singapore”. Saya diberitahu bahwa gantungan kunci ini berasal dari luar negeri, yaitu Singapura, negara tetangga yang sangat modern dan maju. Saya hanya bisa mengangguk lugu tak tahu. Dijelaskan bagaimanapun, saya tetap tidak memiliki gambaran mengenai “luar negeri”. Hanya rasa senang dan senyum simpul ketika saya menerima oleh-oleh tersebut di tangan.

Memasuki usia remaja, ketika nilai Geografi saya terbilang cukup bagus dan memiliki gambaran yang baik mengenai luar negeri, obsesi untuk bisa pergi ke luar negeri semakin menggebu-gebu. Saya sudah menuliskan beberapa negara yang ingin saya kunjungi kelak. Memasukkannya dalam kepala dan menyemaikannya sebagai benih-benih mimpi yang baru.

Lalu apa perjuangan yang pernah saya buat?
Sebagai langkah awal, saya berkata kepada Mamah untuk bisa didaftarkan pada sebuah kursus Bahasa Inggris. Saya sadar bahwa saat itu biaya yang dibutuhkan belum sepenuhnya terkumpul. Tapi lagi-lagi kekuatan doa memberi jalan. Saya mendapat beasiswa dari tempat Bapak bekerja yang bisa saya gunakan sebagai biaya mendaftar kursus Bahasa Inggris. Ini akan menjadi modal awal saya untuk bisa ke luar negeri, entah bagaimana caranya nanti.

Menjelang kelulusan SMA, saya kembali mencari cara agar bisa mewujudkan mimpi saya. Dengan mengikuti beberapa kompetisi menggambar dengan hadiah perjalanan ke luar negeri. Namun keberuntungan saya memang bukan di situ. Saya kalah dan sempat putus asa untuk kembali bermimpi. Tapi Teteh bilang, “Kalo punya mimpi itu jangan cuma mimpi, tapi setelah bangun harus dikejar..” Semangat saya kembali membuncah.

Uang hasil bekerja saya jauh dari kata cukup untuk melakukan perjalanan ke luar negeri sendiri. Pengetahuan saya juga dirasa masih kurang untuk menjalani prosesnya sendiri. Bermodalkan hobi lain saya yang suka mengakses internet, saya mencoba beberapa kompetisi online. Tentu saja yang hadiahnya berupa perjalanan ke luar negeri. Dukungan dari teman dan keluarga mengalir deras ketika saya mati-matian mengikuti kontes itu. Hingga suatu ketika saya berhasil meraihnya dan berhasil menginjakkan kaki di tanah Afrika. Sebuah pintu pengalaman yang membuka mimpi-mimpi lain. Sebuah jalan yang mengajarkan untuk tidak pernah berhenti berharap. Serta sebuah kepercayaan untuk jangan takut meminta melalui doa.

Sejak saat itu, saya belajar banyak hal mengenai harapan dan mimpi yang tak pernah mati. Saya juga jadi lebih berani untuk melakukan perjalanan ke luar negeri. Saya membuat target #1negara3provinsi, yaitu bahwa tiap tahun setidaknya saya harus bisa mewujudkanmimpi untuk melakukan perjalanan ke satu negara baru dan tiga provinsi baru.

1negara3provinsi

sebuah tweet di tahun 2012

Jika ada mimpi dan harapan apa yang ingin saya capai sekarang, adalah melakukan perjalanan ke Inggris secara gratis. Kenapa Inggris? Karena Inggris adalah negara yang bahasanya menjadi motivasi saya untuk bisa ke luar negeri, dan Inggris pulalah salah satu negara yang pernah saya catat dan saya tuliskan di kepala untuk dikunjungi kelak.

MisterPotato

Semoga saya bisa mewujudkannya melalui #InggrisGratis bersama @misterpotato_id tahun ini. :)

 

Osaka Moo: Oase Steak ala Jepang di The BREEZE

Boneka sapi yang tergantung pada pintu masuk menyambut saya sore itu. Origami serta beberapa kaktus mini juga menghiasi sudut-sudut ruangan yang berdesain minimalis namun bernuansa hangat. Adalah Osaka Moo, sebuah oase pagi penggemar steak di kawasan Sinar Mas Land – BSD City, Tangerang Selatan.

Dari beberapa informasi yang saya dapat, Osaka Moo memiliki menu steak yang disajikan dengan saus bercita rasa khas Jepang. Di tempat ini, kalian dapat menikmati daging berkualitas dengan 7 saus yang bisa dipilih sesuai selera.

OsakaMoo1

Menurut Chef Wasito, nama Osaka Moo diambil dari salah satu nama kota di Jepang yaitu Osaka yang terkenal dengan penghasil daging sapi berkualitas. Sedangkan untuk “Moo” diambil dari suara lenguhan sapi.

osakamoo2

Saya memesan rib-eye steak dengan orange miso sauce dan Japanese green sauce. Orange miso sauce cukup menarik perhatian saya karena saya belum pernah menemui saus seperti ini sebelumnya. Sedangkan untuk side dish-nya sendiri, mata saya langsung tertuju pada mashed potato with apple, yap…kentang tumbuk yang disajikan dengan potongan buah apel.

Saya tergolong penyuka daging steak dengan tingkat kematangan medium rare. Kering di bagian luar, tapi juicy di dalam. Osaka Moo menyajikan steak medium rare yang sesuai dengan keinginan saya. Tidak keras, lembut saat digigit dan ada rasa segar yang pas di lidah.

OsakaMoo3

Saus orange miso-nya juga saya sangat suka. Rasa asam yang ringan dan manis aroma jeruk bagi saya sangat nikmat saat ditambahkan bubuk cabai yang pedas. Sensasi makan steak yang baru dan berbeda bagi saya. Mungkin saya akan memesan steak dengan saus ini lagi nanti. Hehe..

OsakaMoo4

Ada hal unik lain yang kalian bisa temui di sini. Sup miso-nya memiliki bahan yang mungkin tidak ditemui di sup miso pada umumnya, yaitu penggunaan irisan batang kecombrang. Buat saya yang memang asli Sunda, sensasi menggigit kecombrang ini sangat menyenangkan. Tenang…rasanya tidak mengubah rasa asli dari sup miso itu kok. Tapi saat menemukan potongan kecombrang dalam sup yang disendok, saya langsung mengenalinya sebagai rasa yang kaya. Penasaran? :D

Untuk penutup, saya mencoba puding dan matcha (teh hijau) ice cream. Puding di sini tidak disajikan dengan vla, melainkan dengan yoghurt. Alasannya agar pengunjung dapat merasakan hal yang berbeda saat menyantap puding ini. Kemudian untuk ice cream-nya sendiri, diproduksi langsung di tempat ini lho, bukan es krim kemasan.

SinarMasLand

Lokasi Osaka Moo terletak di dalam mal The BREEZE di kawasan Sinar Mas Land. The BREEZE merupakan mal dengan konsep terbuka hijau yang memadukan gaya hidup serta lingkungan. Perancang The BREEZE adalah perancang yang sama yang merancang Namba Parks dan Ropongi Hills di Jepang, serta Santa Monica Promenade di Amerika. Untuk bisa sampai ke lokasi, cukup dengan mengakses jalur tol JORR dan keluar di pintu tol BSD City.

Nah…buat kalian yang ingin mencoba steak dengan saus unik ini, silahkan mampir ke Osaka Moo. Tak hanya bisa menemukan steak yang enak, kalian juga akan disuguhkan dengan kenyamanan dan kehijauan tempat ini. Selamat mencoba!

Twitter: @sinarmas_land | @TheBreeze_BSD
Facebook: www.facebook.com/sinarmasland | www.facebook.com/TheBreezeBSDCity | www.facebook.com/Osakamoo
Website: http://www.sinarmasland.com/

#SAFERUNNING: Medali Lari Saya Yang Pertama!

Medali lari pertama yang saya peroleh? Ya..tepat sekali! Ini medali lari saya yang pertama. Bagi saya sendiri ini merupakan sebuah catatan sejarah. Entah sejak kapan saat acara-acara lari mulai booming, sebenarnya saya sudah sangat tertarik untuk ikut berlari. Tapi lagi-lagi, rasa pesimis berhasil menyelesaikan lintasan lari sering muncul dalam pikiran saya. Sehingga saya sering mengurungkan niat untuk ambil bagian di tiap lomba lari.

Dari segi kemampuan saya dalam berolahraga saat di sekolah dulu, saya hanya bisa bermain bulutangkis, bersepeda dan lari. Walaupun saat berlari saya bukan jadi yang terdepan, lari merupakan hal yang mudah dilakukan dan tanpa membutuhkan alat pendukung yang rumit menurut saya, sehingga saya suka sekali jika guru olahraga akan mengambil nilai berlari. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, niat saya untuk berlari jadi menurut belakangan ini.. *lirik perut* :lol:

SafeRunning1

Saya baru memutuskan untuk mencoba berlari kembali beberapa waktu lalu. Tepatnya saat gelaran #SAFERUNNING atau Pocari Sweat Run Jakarta 2014. Saya ambil bagian di nomor 5K. Tak hanya ingin melihat seberapa besar kemampuan saya dalam berlari, tapi juga karena kehadiran beberapa member dari JKT48 yang turut serta dalam lomba lari tersebut. Hahaha… :p

Pagi-pagi sekali saya sudah memesan taksi untuk menuju lokasi Pocari Sweat Run Jakarta 2014 (yang sebenarnya bukan di Jakarta) di Alam Sutera. Cuaca pagi itu cukup dingin dan berawan, ada kekhawatiran jika saat lomba dimulai akan turun hujan. Benar saja, hujan turun setibanya saya di lokasi. Untungnya sekitar 30 menit sebelum lomba dimulai cuaca berubah menjadi bersahabat dengan udara yang sangat segar sekali.

Kesan saya saat melihat venue adalah…ini tempat yang keren buat lari! Lintasan yang dipilih panitia terlihat menyenangkan dan memiliki banyak pohon rindang di beberapa titik lintasan. Parkir yang luas,tempat penitipan barang dan posisi booth yang ada juga membuat saya cukup antusias. Hanya saja, jumlah toilet yang disediakan membuat saya sedikit kecewa. Selama saya berada di lokasi, saya (dan beberaoa teman) hanya diarahkan pada satu titik toilet saja. Itu juga terjadi dengan beberapa peserta lain, sehingga antrian di depan toilet jadi sangat panjang.

Hujan yang cukup deras agak menghambat jalannya kegiatan lomba. Panitia yang sangat profesional harus membersihkan lintasan dari genangan air dan menyebabkan lomba sedikit mundur dari jadwal yang ditentukan. Eits…tapi itu tidak menurunkan semangat kami untuk berlari lho..! Pasalnya setelah 15 menit mundur dari jadwal, sekitar 5000 peserta langsung berlari dengan penuh semangat! Termasuk saya sendiri.

SafeRunning2

Jangan tanya bagaimana catatan waktu yang saya peroleh, hahahahaha…saya kalah dari member-member JKT48 itu! Duh.. :lol:

Tapi yang menjadi kebanggaan pada diri saya adalah saya dapat menyelesaikan lomba dengan cukup sukses. Terlebih persiapan yang saya lakukan terbilang kurang dan tidak maksimal. Ini jugalah penyebab saya mengalami kram pada kaki, yang lucunya terjadi saat selesai lomba dan sedang mengantri di photo booth. Hihi.. :p

Terus kapok gak?
Hahahaha…jangan bercanda! Ini mungkin akan menjadi rencana rutin saya ke depan. Saya jadi ketagihan merasakan euforia-nya. Berkenalan dengan orang-orang baru, menaklukkan lintasan, dan menjadi finisher. Sebuah momen yang ingin saya ulang. :)

Kalo kalian sendiri gimana? :D

Work Hard, Travel Harder?

Saya masih ingat sekali bagaimana teman baik saya, Simbok Venus, bercerita mengenai pilihannya untuk menjadi seorang freelancer. Bukan karena tentang idealisme. Tapi yang dapat saya ambil dari ucapannya pada saat itu adalah bahwa kita harus menikmati hidup dengan lebih hidup. Keselarasan dan keseimbangan dalam melakukan pekerjaan serta menghabiskan waktu untuk keluarga ataupun diri sendiri.

Mungkin teman-teman juga tak sedikit yang mendapat protes dari keluarga karena kesibukan yang dialami sering di luar batas. Sedikitnya waktu berkumpul dan bersenang-senang dengan keluarga juga malah membuat kehidupan harian kita makin tak membaik. Bisa-bisa semuanya malah makin berantakan..

WorkHardTravelHarder

Saya mau berbagi sedikit cerita bagaimana menjalani pekerjaan tapi masih bisa sedikit bersenang-senang. Siapa tahu bisa jadi ide juga buat teman-teman.

Porsi waktu
Sesuaikan porsi kerja dan liburan. Gunakan akhir pekan (sebisa mungkin) untuk dihabiskan bersenang-senang. Buat jadwal rutin minimal 2 akhir pekan untuk dinikmati sendiri. Salurkan sesuai hobi masing-masing. Berhubung saya menggemari JKT48, ya sebisa mungkin saya akan nonton show mereka minimal sebulan sekali. Atau biasanya saya habiskan 2 akhir pekan dalam sebulan itu untuk memasak. Yang pasti, harus ada porsi untuk diri sendiri. Lalu untuk jatah cuti, coba lihat prioritasnya. Ini berhubungan dengan lamanya santai saat musim liburan (seperti saat lebaran) dan ketika ingin jalan-jalan impulsif. Pastikan jatah cuti digunakan dengan baik sesuai porsinya.

Pembagian budget
Sama halnya dengan poin di atas, hal ini juga berhubungan erat kok. Buat budget rutin untuk bersenang-senang. Biasanya per bulan saya harus ada budget sebagai berikut (untuk bersenang-senang): budget nonton Theater JKT48 minimal 1 kali, budget makan enak minimal 1 kali, budget nonton di bioskop 1 kali, budget buat masak sesukanya minimal 1 kali, dan sebagainya. Sedangkan untuk jalan-jalan, biasanya minimal 3 bulan sekali. Dengan adanya budget-budget ini, kita sudah bisa merencanakan kapan harus bersenang-senang. Yaaa…siapa tahu kan dengan ada budget khusus ini motivasi untuk berlibur semakin jelas. Jadi kalo lagi suntuk sama kerjaan kita bisa bilang, “Tenang…seminggu lagi kamu akan cuti dan liburan, jadi semangatlah untuk minggu-minggu sibuk ini!” Semacam memotivasi diri.

Online di mana saja
Nah ini gak kalah penting. Siapa bilang liburan gak bisa sambil memantau kerjaan? Walaupun jadi agak terganggu dan menghilangkan esensi dari liburan itu sendiri, paling tidak kita bisa menjalankan keduanya secara bersamaan. Jadi kalo kalian lagi benar-benar gak bisa ninggalin kerjaan sama sekali, jangan batalkan rencana liburan tadi. Tetaplah jalankan sesuai rencana awal. Yang kalian butuhkan cuma gadget yang dapat menghubungkan kalian dengan dunia luar serta yang dapat mendukung segala aktivitas kerjaan.

Work hard, but travel harder! Hahahaha…

Nah…udah lihat video-nya? Itu cerita liburan singkat saya beberapa hari lalu di Dolphin Island, Kep. Seribu. Di sela kesibukan yang padat, saya terbantu banget dengan Toshiba Satellite NB10t yang dapat mendukung aktivitas kerja. Ringan dibawa, tangguh dan responsif.

Kalian punya cerita serupa? Share dong.. ^^

Mau tahu fitur Toshiba Satellite NB10t? Silahkan berkunjung ke sini.

Teman Nongkrong Yang Seru

Kegiatan apa yang paling asik dilakukan saat senggang? Tidur-tiduran? Nonton? Atau memasak? Pasti banyak dari teman-teman yang menjawab nongkrong bareng teman. Iya gak, sih?

Nongkrong alias kumpul bareng–bisa berupa jalan-jalan, ngopi-ngopi, atau sekedar main gitar di teras rumah–memang paling seru bersama teman. Apalagi kalo teman tersebut punya hobi dan kegemaran yang sama. Nongkrong tidak hanya bisa 1 atau 2 jam, bahkan bisa berjam-jam dan kadang tidak jelas apa yang dibahas. Yang penting seru, bisa tertawa lepas dan menikmati sepanjang hari bersama-sama.

temennongkrongA
Tapi nih…yang bikin saat-saat nongkrong “rusak” itu adalah ketika salah satu dari kita fokus ke gadget masing-masing. Kita memang berada di tempat yang sama dan di waktu yang sama, namun perhatian kita disibukkan oleh apa yang muncul di layar gadget. Misalnya sekedar untuk check-in lokasi di Foursquare (eh, masih jaman ga sih?), unggah foto makanan yang kita makan di Instagram, posting foto di Path, update status di Facebook atau sekedar berbalas mention di Twitter. Gak ada salahnya juga sih, toh memang hal-hal tadi bikin kita juga terkoneksi dengan orang lain yang tidak hadir pada tempat itu.

Kita tidak bisa menyalahkan sepenuhnya hal tersebut pada gadget, tapi kita bisa memanfaatkan gadget sebagai “teman” nongkrong yang seru. Kok bisa?

Bisaaa…
Beberapa hari lalu saya membawa “teman” baru untuk diperkenalkan ke teman-teman terdekat saya. “Teman” baru saya ini beneran gak ribet. Dia bisa masuk dalam tas saya yang ukurannya tidak terlalu besar dan gak bikin saya merasa terbebani waktu saya bawa ke manapun. Beratnya pun hanya sekitar 1,3 kilo saja, dan dari segi penampilan dia punya style yang keren. Gak malu-maluin deh kalo diajak nongkrong.

ToshibaB

Toshiba Satellite NB10t belakangan memang jadi teman nongkrong saya yang seru. Layar sentuh yang dihadirkan sangat responsif serta membuat teman terdekat saya kagum dan penasaran untuk mencobanya. Ketajaman warna pada Toshiba Satellite NB10t terbilang sangat baik untuk sebuah laptop dengan harga yang ramah di kantong. Main game, mendengar musik, atau menonton film bersama-sama jadi lebih seru dengan Toshiba Satellite NB10t.

ToshibaA

Jika fokus pada sebuah gadget tapi juga bisa dilakukan bersama teman-teman terdekat kita, kenapa tidak? Selain bisa tetap terhubung dengan dunia luar, kita juga bisa seru-seruan bareng kan?

Oh iya, kalo kalian penasaran sama teman baru saya yang seru itu, kalian bisa cari tahu lebih lengkap di sini lho.. Selamat berkenalan dengan teman baru saya ya! ;)

gambar oleh @goenrock

Toshiba Satellite NB10t: Si Ringkas Yang Tangkas!

Coba sebutkan, apa masalah yang sering ditemui ketika kita bicara sebuah keringkasan? Yap, salah satunya adalah ukuran. Baik ukuran akan besarnya sesuatu, dan atau ukuran berat sesuatu.

Saya memiliki masalah pada bagian pinggang akibat kecelakaan ringan yang terjadi beberapa bulan lalu. Cedera yang menghinggap pada bagian pinggang ini belakangan semakin menjadi-jadi ketika saya harus berangkat kerja membawa laptop yang berat ataupun saat traveling. Beberapa kali sempat terpikir untuk mengganti laptop lama dengan yang lebih ringkas namun juga tangkas dalam penggunaan. Akhirnya ke-riweuh-an itu semua terjawab sejak mencoba Toshiba Satellite NB10t seminggu yang lalu.

Toshiba2


Kecil dan Tangguh

Bicara mengenai ukuran, Toshiba Satellite NB10t ini berukuran 11.6 inci. Meskipun begitu, Toshiba Satellite NB10t memiliki kinerja yang baik. Dengan dukungan prosesor Intel Celeron N2810 2.00GHz dan OS Windows 8, Toshiba Satellite NB10t sangat pas untuk mendukung pekerjaan saya. Yes! Ini Notebook, bukan Netbook.

“Ini bukan Netbook, tetapi Notebook yang besarnya hanya seukuran tas tangan.”

Toshiba Satellite NB10t merupakan model layar sentuh dari Toshiba Satellite NB10. Layar sentuh HD Clear Superview LCD-nya memudahkan saya dalam mendukung aktivitas bekerja. Bahkan saat mencoba beberapa game, dengan leluasa navigasi kini tak hanya sebatas mengandalkan touch pad saja, tapi langsung menyentuh layarnya. Seru!

Toshiba1

Dari segi desain, saya sangat menyukai warna perpaduan silver dan hitamnya yang elegan. Menghadirkan tampilan yang kuat serta minimalis. Rasanya bisa bergaya saat membawanya ke tempat-tempat nongkrong yang “hits”. Hihi.. :lol:

Oh iya, Toshiba Satellite NB10t juga dilengkapi banyak fitur-fitur menarik lho. Mulai dari Built-in HD Web Cam with Microphone hingga Stereo Speaker yang mumpuni, sangat pas untuk chatting atau sekedar mendengar musik dan menonton film. Sedangkan untuk konektivitas, tersedia WLAN, USB, HDMI®, ethernet LAN dan card reader.

Untuk penyimpanannya sendiri, Toshiba Satellite NB10t sudah ada RAM sebesar 4GB. Masih merasa kurang? Tenang..bisa upgrade hingga 8GB. Kalau saya dengan 4GB juga sudah cukup sih.. ^^

Berikut fitur-fitur dan spesifikasi yang saya dapat di internet:
• 11.6 HD Clear Superview LCD with LED backlight 1366×768 pixels with 10 Point Multi Touch
• RAM: up to 8GB DDR3 (1,600MHz)
• 2,5 SATA HDD up to 500GB
• WLAN (802.11 b/g/n) Bluetooth 4.0
• 2x USB 2.0, 1x USB 3.0, HDMI®, Ethernet LAN, card reader, microphone in, headset out.
• Builtin TouchPad with multi-gesture
• Camera: Built in HD Webcam with microphone
• Sound: Stereo speaker enhanced
• Weight: Starting at 1.30 kg
• Dimension: 284 x 208 x 21.5mm
• OS: Windows8 (64bit)

Nah ini video-nya..

Harganya sendiri gimana, Men?
Hayo tebak…kira-kira dengan spesifikasi ciamik dan bandel gini harganya berapa? Ga tau?
Hehe…tenang, harganya terjangkau dan ramah buat kantong kok. Untuk Toshiba Satellite NB10 sendiri harganya sekitar 4 jutaan, sedangkan yang saya pakai yaitu Toshiba Satellite NB10t harganya sekitar 6 jutaan. Jelas jadi pertimbangan untuk teman-teman yang sedang mencari notebook dengan fitur keren dan harga yang terjangkau.

Buat saya pribadi, keseluruhan keunggulan ini tak lengkap jika portabilitasnya sendiri jadi berkurang. Untungnya Toshiba Satellite NB10t memiliki ukuran berat yang juga ramah bagi cedera pinggang saya (yang sering kambuh setelah mengangkat beban yang terlalu berat), yaitu 1.3kg! Saya bisa membawanya dengan lebih leluasa kemanapun tanpa harus khawatir akan beratnya.

mandiri e-cash: Cara Baru Bertransaksi Dengan Mudah Dan Aman

Setiap detik, akan hadir sebuah hal yang baru. Baik hal tersebut memang sudah direncanakan sebelumnya, atau bahkan tidak pernah terencana sebelumnya.

Contoh yang sering terjadi adalah ketika menjelang tengah malam dan kalian sangat butuh sekali pulsa untuk menelpon. Sedangkan pada malam tersebut hujan sedang turun dengan derasnya serta memaksa kalian semakin tak mungkin untuk keluar rumah membeli pulsa. Pernah mengalami hal serupa?

mandiri_e-cash

Itulah yang terjadi pada saya beberapa minggu lalu. Kehabisan pulsa di tengah malam saat kondisi cuaca tidak mendukung. Memang saat itu saya bisa mengontak teman saya via chatting atau Twitter untuk mengirimkan pulsa ke nomer saya, tapi apakah pada waktu tersebut teman saya itu masih terjaga dan mau membantu saya mengirimkan pulsa? Hehe…pastinya belum tentu mau dan belum tentu bisa. Continue reading »

Garut Trip: Talaga Bodas, Pemandian Air Panas & Wisata Kuliner

Apa yang terlintas dari benak Anda ketika mendengar kata “Garut”? Saya sendiri langsung menggambarkan Garut sebagai sebuah kabupaten di Jawa Barat yang memiliki hawa sejuk, dengan komoditi teh dan penganan khasnya yaitu dodol. Saya juga pernah mendengar soal budaya adu domba (dalam arti sebenarnya) serta lokasi pemandian air panas yang banyak tersebar di daerah Garut.

Namun selain itu semua, Garut juga memiliki lokasi wisata lain—yang menurut teman saya, @efenerr—belum begitu banyak diketahui orang lain. Apakah itu?

Garut1

Bersama teman-teman ACI, atas dasar rasa penasaran tempat wisata yang disebutkan oleh teman saya, kami pun memustuskan berangkat ke Garut. Menggunakan bus Big Bird berkapasitas 10 orang, kami berangkat menuju Garut pukul 10 malam dari Jakarta.

Perjalanan dari Jakarta menuju Garut melalui tol Cipularang seharusnya dapat ditempuh sekitar 4 jam. Sayangnya saat kami melewati Rancaekek di Bandung, terjadi kemacetan yang cukup panjang akibat adanya perbaikan jalan. Kami secara bergantian melihat kondisi selama perjalanan, sedangkan sisanya tertidur lelap dalam kursi nyaman bus Big Bird.

Garut2

Menjelang pukul 4 pagi, kami tiba di sebuah penginapan bernama Tirta Merta 2. Dua kamar yang kami sewa masing-masing memiliki 2 ranjang yang cukup nyaman dengan kamar mandi di dalam. Setelah cukup beristirahat dan sarapan, tujuan kami hari itu adalah mengunjungi Talaga Bodas, yang dalam Bahasa Indonesia berarti telaga atau danau putih. Talaga Bodas merupakan kawah yang terbentuk akibat letusan Gunung Talaga Bodas. Sama halnya dengan Kawah Putih Patuha di Ciwidey, Bandung, Talaga Bodas juga memiliki pemandangan yang sangat indah. Sayangnya, akses yang kurang baik menuju lokasi mungkin menjadi alasan Talaga Bodas tidak sepopuler Kawah putih Patuha.

Garut3

Tak jauh dari lokasi utama danau, kita bisa menemui pemandian air panas di alam terbuka. Namun lagi-lagi, lokasi pemandian air panas masih dalam renovasi, sehingga usaha untuk mandi di pemandian masih terbilang kurang nyaman. Oh iya, untuk bisa menuju akses ini sangat murah kok. Retribusi sekitar 3000 rupiah per orang akan ditarik saat kita memasuki pintu gerbang (yang juga sedang dalam renovasi).

Garut4

Karena cuaca pada sore itu kurang baik, akhirnya kami memutuskan untuk mencoba berenang di kolam air panas di dekat tempat kami menginap. Kami bertolak menuju lokasi sambil menikmati tayangan yang tersedia di dalam bus Big Bird. Kita bisa menonton DVD yang kita bawa masih-masing dari rumah.

Sebenarnya banyak hal menarik yang bisa kita temui di Garut, misalnya di Tirta Merta 2 tempat kami menginap, terdapat fish spa dan taman dengan batu refleksi. Dan bicara soal kuliner, Garut tak hanya dikenal dengan dodol Garut saja, tapi ada cokelat yang berisi dodol.

Garut juga terkenal dengan es goyobod, yaitu es campur berisi potongan hunkue atau kanji, avokad dan kelapa muda. Masih ada lagi, di beberapa restoran, terdapat juga es kelapa yang diberi durian dan es krim aneka rasa. Bagi penggemar durian, pasti tidak akan melewatan minuman ini!

Garut5

Makanan enak juga banyak terdapat di Garut. Jangan ragu untuk mencicipi kuliner yang terdapat di dekat alun-alun Garut. Sepanjang jalan akan ditemui panganan seperti onde-onde, kue putu, sop kaki sapi, sate domba, siomay, cilok (baso sagu), dan banyak lainnya.

Selamat berkunjung ke Swiss van Java! ^^