Udang Jamur Nanas Saus Tiram & Tumis Bayam Jagung Manis

Tiba-tiba ketika sedang di kantor–yang kebetulan memiliki dapur yang cukup bagus–hasrat memasak saya timbul lagi. Random. Kalo galau ga jelas kadang suka pengen masak. Haha.. :lol:

Beranjaklah saya ke supermarket terdekat untuk belanja bahan-bahan memasak. Pengen masak apa, itu nanti saja. Yang penting belanja dulu. Kadang ide muncul belakangan. *seenaknya* :p

Bahan-bahan seperti udang, nanas, jamur, paprika, bayam, hingga jagung manis langsung masuk ke keranjang belanjaan. Masak apa ya? Makin bingung juga sih. Setelah lama berpikir, akhirlah terlintas untuk membuat Udang Jamur Nanas Saus Tiram & Tumis Bayam Jagung Manis. Menu pertama adalah resep yang saya buat setelah pengalaman makan-makan saya di Singapura dan Thailand. Inspirasinya dari kedua negara tersebut. Sedangkan menu yang selanjutnya merupakan menu yang biasa Mamah saya buat di rumah.
masak1
Continue reading »

Samsung Galaxy Note 10.1 with Premium Suite

Saya sudah punya Galaxy Note 10.1, lalu kemudian ada informasi yang mampir telinga saya. Katanya Galaxy Note 10.1 sudah berubah, kalau yang sebelumnya sudah keren, sekarang jadi keren banget! *terpana*

Oke, ternyata kabar yang mampir tak bohong, nyata seada-adanya. Untuk gambarannya seperti apa, ini video-nya:

Kelihatan sekali ada beberapa pengembangan yang dilakukan Samsung pada Galaxy Note 10.1. Intip yuk!

Continue reading »

Mercure Jakarta Simatupang Hotel: Makan, Santai dan Tidur!

Beberapa minggu yang lalu saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi Mercure Jakarta Simatupang Hotel. Mercure sendiri merupakan merek non-standar dari Accor, hotel terkemuka di dunia dengan lebih dari 3.500 hotel dan 145.000 karyawan di 92 negara. Ngapain aja saya di sana? Sudah pasti untuk makan! Wohoooo~

Setelah saya disambut oleh penjaga pintu yang ramah, saya pun langsung menuju lobby hotel yang bersebelahan langsung dengan Restoran Graffiti, tempat saya akan memanjakan perut dan lidah. Sekitar 10 menit saya menunggu, saya kemudian diajak oleh Anti, PR and e-Communication Manager Mercure Jakarta Simatupang, menuju Restoran Graffiti. Sambil berbincang-bincang, Anti mengatakan jika konsep Restoran Graffiti maupun hotel ini dipenuhi unsur-unsur Indonesia. Benar saja, saya melihat jejeran kaleng kerupuk yang biasa saya temui di warung-warung menghiasi dinding Restoran Graffiti. Unik!

Mercure5

Lalu makan apa aja, Men?
Sabar…akan saya ceritakan semuanya. Pertama-tama, saya langsung memesan 2 minuman sekaligus. Hihihi… :p

Yang pertama adalah Lychee Ice Tea, minuman yang paling sering dipesan orang di restoran ini. Rasa manisnya pas dan rasa asam dari leci juga tidak membuat perut saya kaget. Tapi yang jadi favorit saya adalah Virgin Mojito-nya! Lime juice, soda water and mint leaves! 3 unsur yang memang saya sukai. Saya suka asam, minuman bersoda dan sensasi dingin daun mint. Juara deh.

Mercure1

Pesanan pembuka datang: Pizza Diavola. Pizza roti tipis dengan topping beef pepperoni, bawang merah besar, jamur, daun basil dan cabai Jalapeno. Yuuum! Ringan tapi tetap membangkitkan selera makan saya. Untuk pizza ini saya habis hampir setengah loyang. Hahahaha..

Mercure3

Perut mulai terisi, tapi minat saya untuk menu selanjutnya sangat tinggi. Untungnya menu utama yang saya pesan yaitu Ikan Gindara Woku khas Manado telah datang. disajikan dengan nasi hangat, menu ini langsung bikin liur saya banjir. Ikan Gindara dimasak dengan bumbu Woku, manis-pedas-asam-gurih semua hadir dalam satu hidangan. Rasa kuat dari daun serai dan kemangi menyeimbangkan rasa dari ikannya itu sendiri. Potongan besar, tanpa duri, dan juicy! Langsung ludes kurang dari 15 menit. :p

Mercure2

Sebagai penutup, saya akhirnya meminta saran pelayan menu apa yang pas untuk ngemil tapi tidak terlalu berat. Lalu pelayan menyarankan saya untuk memesan Stuffed Chicken Wing served with Spicy Barbecue Sauce. Saya kira saya masih akan menemukan tulang pada sayap ayamnya, ternyata prosesnya daging ayam dikeluarkan dari kulit, memisahkan tulangnya, lalu dimasukkan kembali ke kulit sayap ayam tersebut, barulah untuk proses pebumbuan dan penggorengan. Sehingga akan menyisakan tulang hanya pada ujung sayapnya saja. Jenius!

Mercure4

Perut sudah kenyang, tapi Anti masih mengajak saya untuk mengunjungi SLAM: Sky Lounge At Mercure. Berlokasi di lantai teratas hotel, SLAM memiliki pemandangan indah Jakarta. Pemandangan yang masih terlihat hijau bersanding dengan gedung-gedung di kejauhan, jarak pandang yang luas tak terhalangi sesuatu di sekitarnya. Sambil menikmati indahnya tempat ini, saya habiskan waktu sore itu dengan segelas Red Carpet (Vodka Citron, Midori, Strawberry and Lime Juice).

Mercure7

Bicara soal Graffiti maupun SLAM, keduanya sangat cocok untuk menghabiskan waktu bersama teman, keluarga ataupun pasangan. Apalagi saat Hari Valentine, dijamin pengalaman berbeda bisa didapatkan di tempat ini. Apalagi untuk hari-hari spesial tempat ini selalu memberikan penawaran yang juga spesial. So, kalo kalian mau coba makanan enak plus tempat yang asik untuk santai ataupun tidur, tempat ini wajib dikunjungi. :)

Mercure6

NB: Lift-nya touchscreen lho! Baru pertama kali lihat untuk sebuah lift.. ^^

—–
Restoran Graffiti & SLAM
@ Mercure Jakarta Simatupang Hotel
Jl. R.A. Kartini No.18, Lebak Bulus
Jakarta Selatan 12440
Tel: +62 21 75 999 777 | Twitter @Mercure_Smtpg

Mewujudkan Impian Jalan-Jalan dengan Mudah

Jalan-jalan itu asik. Asik banget! Selain bisa melihat tempat baru, orang-orang baru, budaya baru, makanan baru serta segala hal lain yang baru, jalan-jalan itu bagai mata air di padang pasir. Menyegarkan pikiran dan hati. *oke ini agak lebay* :p

Namun untuk mewujudkan impian jalan-jalan tadi memang butuh kesiapan yang matang. Misalnya: dana yang cukup, observasi lokasi yang akan menjadi tujuan, kemahiran berbahasa serta komunikasi yang baik, penanganan pada diri sendiri ketika terjadi hal diluar dugaan, serta akses yang mudah ketika melakukan transaksi.

collage
Foto-foto yang diambil ketika jalan-jalan untuk sebuah proyek bernama #HOREproject

Continue reading »

#EastJavaTrip (part 2): Menapaki Indahnya Bromo

Setelah siang hari lidah saya dimanjakan dengan makan-makan, perjalanan ke Malang pun segera berlanjut ke Bromo. Agen perjalanan yang saya hubungi sudah siap untuk menjemput saya di hotel pada tengah malamnya. Rencana akan menuju Bromo pada pukul 1 pagi dan akan ditempuh dengan waktu sekitar 2 jam perjalanan dengan menggunakan mobil jeep.

“Pak Umen, saya sudah di depan hotel..bisa berangkat sekarang?” kata pemandu saya di telepon tengah malam itu. Bergegaslah saya keluar kamar menuju lobi hotel lalu menemui pemandu yang akan membawa saya ke Bromo. Wohooo…perjalanan dimulai!

Saya duduk di jok bagian depan. Malang sangat dingin malam itu. Suhu dinginnya masih bisa saya rasakan walaupun baju yang saya kenakan sudah cukup tebal. Tapi semangat untuk melihat matahari terbit di Bromo tidak surut, justru inilah waktu yang saya tunggu-tunggu selama ini.

Dalam perjalanan, saya tidak sendiri dalam grup tersebut. Saya berkenalan dengan Tijs Bouwhuis, turis asing asal Belanda yang juga akan ke Bromo dengan pacarnya, Alyke Deunk, serta seorang teman lagi yang saya lupa namanya. Hehe.. Mereka bertiga sudah beberapa pekan di Indonesia. Setelah Bromo ini mereka akan ke Jogjakarta lalu bertolak kembali ke negara asal mereka di Belanda.

Malam yang sangat cerah menyambut kami di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Saya masih bisa melihat hutan lebat, jalan berbatu serta lembah-lembah yang disinari oleh terangnya bulan sepanjang perjalanan. Perjalanan yang lebih mencengangkan saya adalah ketika jeep kami telah melintasi padang savana dengan tebing panjang yang indah. Tidak terlalu jelas, namun sinar bulan tadi masih menyinari tempat yang indah itu. Bahkan di tengah tiupan pasir yang lebat sekalipun, bintang-bintang masih dapat terlihat dengan jelas menyempurnakan perjalanan kami.

Malang 3
Continue reading »

#EastJavaTrip (part 1): Makan-Makan di Kota Malang

“Oke, sebut salah satu daerah yang ingin kamu kunjungi, Men!” Begitulah batin saya ketika merencanakan liburan waktu itu. Ada beberapa destinasi yang ingin saya datangi, dan dari sekian banyak rencana liburan yang sudah disusun, Malang serta Bromo menjadi tujuan saya berikutnya..

Berbekal voucher penginapan gratis yang saya dapat dari kuis Santika Hotel dan kado ulang tahun berupa tiket pesawat Garuda Indonesia dari teman saya @KoGary, saya pun berangkat menuju Malang siang itu. Cuaca cerah serta pendaratan yang–bagi saya–agak kurang nyaman mewarnai kali pertama saya menginjakkan kaki di Malang. Sedikit bengong karena bandara yang saya kira besar ternyata tak lebih besar dari Puskesmas dekat rumah saya. :p

Malang 1

Continue reading »

#seperempatabad

Film. Sebuah karya yang diarahkan oleh sutradara, dibangun oleh penulis skenario, dirangkai oleh penyunting, didukung oleh para kru, diperani oleh para aktor dan aktris, serta didukung penuh oleh produser. Semua terangkum atas sebuah rencana, sebuah cerita, sebuah kisah yang utuh.

Film-ku adalah sebuah kisah hidup. Rencana yang dimulai seperempat abad lalu. Atas kuasa-Nya film-ku diputar. Mengambil lokasi awal di sebuah desa Sukabumi, peran utama muncul di dalam sebuah rumah yang di halamannya terdapat pohon jambu.

Diperani oleh diri sendiri sebagai peran utama, dibangun atas takdir dan nasib, didukung oleh makhluk hidup lain ciptaan-Nya, dan dirangkai seiring waktu berjalan. Penuh liku dan haru. Teriris tabu dan ragu. Tereguk harapan dan impian. Berlimpah anugrah dan berkah. Berjalan beriringan…hingga seperempat abad.

The Gunawans
Continue reading »

Singapura, Saya Datang Kembali!

Ada telepon masuk, suara wanita di ujung sana berkata saya akan ke Singapura. Ahhh…senangnya! Setelah tahun lalu ke sana dengan biaya sendiri, kini saya akan ke sana dengan gratis karena saya dinyatakan sebagai pemenang Fast Browse & Win Plasa MSN yang diselenggarakan oleh Internet Explorer 9 dan Speedy.

Jika dilihat dari jadwalnya, jelas ini akan menjadi 2 hari yang penuh dengan agenda dan kegiatan yang menyenangkan. Saya ajaklah kakak ipar saya untuk petualangan singkat tersebut di negeri singa. Yups…Singapura, saya datang kembali!

Singapore1
Continue reading »

My Birthday: Do Many Things The New Way

Menjelang bertambahnya usia, ada 1 kalimat nasehat yang benar-benar nempel di kepala saya dari Simbok @venustweets, “Kalo mereka mampu, mereka udah ga bakal minta bantuan kamu lagi, Men!” Seketika saya menyadari kemampuan dalam diri saya, kemampuan yang patut disyukuri. Kemampuan yang harus diasah dan tak henti-hentinya disiram agar tetap menuaikan benih-benih ide yang baru.

Saya ingat telah melakukan banyak hal, tapi saya sadar bahwa beberapa hal lain yang harus dilakukan akan lebih banyak hadir di depan mata. Tantangan hidup semakin bertambah, mulai dari pekerjaan, keluarga hingga asmara yang sekarang entah di mana. *curhat*

Umen Monochromatic

Melakukan banyak hal memang jadi impian semua orang. Saya…yang menyukai jalan-jalan dan hobi sekali memasak tentu akan lebih senang jika menemukan banyak hal yang baru; mengunjungi tempat-tempat baru, bertemu dengan orang baru, meresapi budaya yang terus berkembang, hingga katakanlah mencoba resep baru ketika saya memasak. Maka jika ada yang saya inginkan di hari ulang tahun nanti, saya ingin melakukan banyak hal dengan cara yang baru. Salah satunya dengan memiliki Samsung Galaxy Note 10.1 yang juga “Do many things the New Way!”
Continue reading »

Jamuan Makan Siang bersama Maître Cuisinier de France, Master Chef Patrick Farjas!

Jumat malam tanggal 7 September lalu tiba-tiba @fairyteeth “mencolek” saya di BBM, “Beb, kamu mau ga dateng ke acara makan di Hotel Century Park? Ketemu Master Chef dari Perancis..” Tanpa berkata-kata lain, saya langsung menjawab, “MAU!!”

Bayangkan…saya akan bertemu Master Chef Patrick Farjas, seorang Maître Cuisinier de France!! Maître Cuisinier de France (Master Chef dari Perancis) sendiri adalah titel bergengsi yang ingin dimiliki oleh banyak koki, karena tidak semua koki bisa menjadi Cuisinier Maître. Kesempatan langka ini berkat sebuah blog mengenai wisata kuliner yaitu http://ceritaperut.blogspot.com yang berdomisili di Bandung. Malam itu juga saya diberi tahu oleh @ceritaperut untuk datang esok harinya jam 11:30 siang di Hotel @atletcentury Park, Senayan.

SocMedFeast

Sambil mencicipi welcome drink berupa Coffee Jelly yang dingin dan lembut itu, kami mendengar sedikit cerita tentang Master Chef Patrick Farjas. Ia memiliki obsesi menjadi seorang koki dari masih kecil. Ya walaupun sempat ditentang oleh keluarga, ia membuktikan kalau menjadi seorang koki adalah jalan hidupnya dalam berkarir yang sebenarnya. Pengalamannya bertahun-tahun menjadi koki juga telah membawanya menjadi Executive Chef Plumed Horse di Saratoga – Bay Area & Olympic Club Lakeside, San Francisco.
CoffeeJelly

Terus kapan makannya deh, Men?
Eiiitttsss…tak lama menunggu para pelayan masuk membawa hidangan pembuka yaitu salad. Dilihat dari presentasinya yang sederhana mungkin orang akan melihat dengan tidak tertarik. Tapi ketika salad itu masuk mulut, nyeeesss…rasa segar muncul di lidah. Rasa asam yang sedikit kuat dan aroma bawang–yang menurut saya–ringan sangat cocok dengan kesegaran dari sayuran yang tersaji. Dan sebagaimana salad yang baik adalah tidak adanya tanah yang tertinggal di pangkal bawah selada, salad ini sempurna di mata saya. Hehe…

Salad

Crispy Skin Cajun style Tasmanian Salmon with Tropical Salsa… Apa tuh, Men?
Ngiler ngeliatnya? Huihihi… Menu utama ini saya beri nilai 8!
TasmanianSalmon
Salmon yang dimasak garing bagian luarnya dan dengan menyesuaikan tingkatan pedas ini memiliki tekstur lembut di dalam. Jika saja ikan ini dimasak terlalu matang, bisa saja rasa juicy-nya hilang. Tapi ketika saya memakannya, rasa segar salmon itu justru mendominasi. Yang menjadi nilai tambah dari hidangan ini adalah adanya after-taste (yang saya sendiri kesulitan menemukan dari mana rasa itu berasal) yang masih bisa saya rasakan selama beberapa menit di mulut. Mungkin kalian akan merasa saya lebay alias berlebihan menuliskan ini, tapi begitulah adanya yang saya rasakan di lidah. :)

Soal Tropical Salsa saya mendapati rasa yang eksotis mulai dari mangga, nanas, lemon, paprika, bawang dan sentuhan pedas cabai. Hmmm…untuk yang ini cukup mudah ditiru kok, bahkan Chef Patrick juga bilang ini bisa kita buat secara mudah di rumah.

Untuk penyajian yang ditemani oleh nasi, saya berpendapat mungkin untuk menyesuaikan dengan konsumsi masyarakat Indonesia. Tapi kalau pun harus disajikan dengan kentang memang menurut saya malah kurang cocok. Uniknya lagi, penyajian nasi berbentuk kerucut ini terinspirasi oleh bentuk dari Nasi Tumpeng khas Indonesia. Yups…Chef Patrick Farjas pernah terkesan oleh Nasi Tumpeng saat kunjungannya pertama ke Indonesia.

Nah…tinggal menu penutup nih. Apa menunya, Men?
Chef Patrick bilang, ini cuma Apple Tart biasa. Tapi…dibuat secara khusus hanya untuk acara #SocMedFeast ini saja. Huwowwww!
Apple Tart_final
Rasanya? Duh…saya suka krim putihnya. Lembut dan manisnya pas ketika memakan bersama lapisan atas Apple Tart ini. Apalagi di bagian bawah potongan apel ada keju dengan rasa asin ringan, menjadikannya lezat. Jujur saya katakan presentasinya sungguh biasa saja, tapi soal rasa…..Apple Tart manis ini menjadi penutup yang “manis” di kesempatan istimewa ini. :D

IMG_1214

——-
Chef Patrick Farjas bisa ditemui di
Century Park Hotel
Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta 10270
pfarjas@atletcentury.com | www.atletcentury.com | fb.com/hotelatletcenturypark | twitter.com/atletcentury
——-
Tulisan mengenai jamuan makan ini juga bisa dilihat di http://ceritaperut.blogspot.com *jangan lupa mampir yaaa… ;) *
Terima kasih untuk @ceritaperut @stefkurniadi @rizkymamat @SaritaSutedja dan @fairyteeth