Perlengkapan Liburan Versi Umen

Sebagai yang suka jalan-jalan, kalian pasti familiar dengan hal-hal wajib yang harus dibawa saat berlibur. Mulai dari dokumen perjalanan lengkap, kacamata hitam/sporty, kamera, travel charger, obat-obatan pribadi, hingga baju cadangan untuk ganti jika cuaca tak terprediksi.

Umen @ Baubau

Mungkin kalau hal yang disebutkan di atas sudah biasa ya, tapi mungkin—ini mungkin loh ya—beberapa barang yang akan saya tulis ini sering terlewat atau bahkan terlupa untuk dibawa saat liburan. Apa saja itu?

1. Earplugs

Tekanan udara di dalam pesawat kerap menjadi masalah bagi penumpang pesawat, apalagi kalau sedang pilek. Hidung, telinga dan bagian kening akan terasa terganggu dan merasa sakit. Selain untuk jaga-jaga jika maskapai tidak menyediakannya, membawa earplugs juga jadi penolong apabila travelling bareng teman yang sering mendengkur keras. Katakan selamat tinggal untuk tidur terganggu dari suara dengkuran teman!

Person Ear With Earplug

Sumber: https://www.clearvaluehearing.com/clearvalue-hearing-blog/2016/12/12/how-earplugs-can-save-your-hearing

2. Botol Kosong
Kenapa membawa botol kosong itu penting, terlebih saat di luar negeri? Jawabannya mudah, yaitu agar bisa bersih-bersih dengan air apabila sedang ke toilet kering. Sepele sih, tapi suka kepikiran kan bagaimana kalian jalan-jalan tapi di “bawah sana” masih terasa tidak nyaman karena belum bersih-bersih menggunakan air?
Saya biasa menyediakan air keran dan diletakkan pada kantung tas sebelah kiri, sedangkan sisi kanannya biasanya untuk air minum. Lebih mudah diingat kan? Kanan untuk air minum, kiri untuk air bersih-bersih saat ke toilet.

botol minum

Sumber: https://www.brilio.net/news/ini-bahayanya-jika-mengisi-ulang-botol-air-mineral-botol-air-mineral-150512b.html

3. Selotip
Ngapain sih bawa-bawa selotip di tas? Eitsss..jangan protes dulu! Biasanya saya bawa selotip untuk keadaan super darurat. Misal saja tas robek, tinggal sat set sat set, tas bisa tertambal aman untuk sementara. Contohlain saat sol sepatu menganga, bisa juga dililit selotip besar untuk sementara hingga ketemu toko sepatu atau sandal sebagai pengganti.

selotip

Sumber: https://id.aliexpress.com

4. Kantong Kresek/Tas Lipat
Fungsinya banyak, bisa untuk menahan dan membungkus barang bawaan yang basah dan kotor (baju basah/kotor, sepatu kotor, dsb.), serta membawa barang belanjaan dan kelebihan barang yang tak terduga. Untuk plastik, biasanya saya ambil dari laundry bag di hotel. Sedangkan tas lipat, saya bawa dari rumah hasil goodie bag acara-acara tertentu. Gratis!

tas belanja

Sumber: https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/hobi/13/03/08/mjcdwp-bikin-tas-belanja-dari-kaus-murah-ramah-lingkungan

5. Obat Luka #GakPakePerih
Iya iya…yang ini baru saya terapkan. Ini penting sekali. Saya gak mau repot bawa banyak-banyak obat luka, apalagi yang harus pakai kapas untuk penggunaannya. Produk baru dari Hansaplast ini solusi banget! Yeess….ini adalah perlengkapan wajib saya bawa baru-baru ini, namanya Hansaplast Spray Antiseptik. Tinggal semprot dan gak pake perih.

Hansplast2

Hansaplat1

Kalau kalian sendiri, ada barang lain yang beda dari biasanya kalian bawa gak? Coba ceritakan dong!

hansaplast4

Kursi Penonton Asian Games 2018 Kosong?

Dalam gegap gempita dan animo tinggi masyarakat terhadap perhelatan olahraga terbesar se-Asia, Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, saya pun tak mau ketinggalan untuk ikut larut merayakannya. Namun hajatan olahraga yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali itu mendadak diterpa sedikit kendala, yakni permasalahan tiket pertandingan. Apa yang sebenarnya terjadi?

Tiba-tiba saya jadi ingin dan merasa perlu menuliskannya di blog. Menyampaikan pengalaman yang saya alami belakangan hari ini perihal tiket pertandingan pada Asian Games 2018.

Tak berjudul
Jujur saja, saya sangat menantikan perhelatan sebesar Asian Games jauh-jauh hari. Sejak SEA Games 2011 di Jakarta dan Palembang, rasanya kehausan akan pesta olahraga internasional di Indonesia makin menjadi-jadi. Begitu tahu negara lain mengundurkan diri sebagai tuan rumah dan Indonesia yang dipilih menggantikannya, rasanya senang sekali mendengar berita itu. Saya berpikir: saya harus menonton pertandingan secara langsung. Ini momen langka!

Pesta pembukaan pun digelar meriah pada 18 Agustus 2018. Indonesia menjadi sorotan dunia karena berhasil menampilkan suguhan indah yang begitu manis. Hingga kemudian, terjadi hal yang tidak saya duga keesokan harinya. Saya dan beberapa orang lainnya kesulitan mendapatkan tiket pertandingan. Beberapa jalur sudah saya coba, mulai dari pembelian online hingga langsung di venue. Cabang olahraga yang saya ingin saksikan semua sudah sold out. Tapi dari berbagai cerita dikabarkan di dalam venue masih terlihat kosong penonton. Kenapa bisa terjadi?

Berbagai isu dan kabar burung pun berhembus perihal sulitnya mendapatkan tiket. Ada yang mengatakan hal tersebut akal-akalan oknum, ada juga yang berpendapat karena vendor tiket yang kurang siap, bahkan yang sampai ke telinga saya adalah soal calo yang memborong dan berniat menjual kembali dengan harga yang fantastis. Semua orang tersulut dan ingin marah termasuk saya. Bagaimana bisa ketika kita ingin menyukseskan ajang sebesar ini tapi malah kesulitan mendapat tiket? Hingga sampai akhirnya saya membaca tweet berikut:

Saya melewatkan fakta serupa terjadi di beberapa perhelatan olahraga besar lainnya. Kursi penonton yang kosong menjadi tantangan satiap panitia. Saya baca utasan tweet tersebut dan browsing berita lama, ada berbagai sebab. Ini yang bisa saya rangkum:

1. Penonton Yang Mengurungkan Niat
Mereka telah jauh-jauh hari membeli beberapa tiket pertandingan, tetapi mengubah niat mereka untuk datang menonton di saat-saat akhir. Ada yang karena cuaca (yang mereka ingin hindari sehingga mencari laga lain di venue dalam ruangan yang lebih hangat), keperluan mendadak, hingga rasa kecewa karena atlet yang didukung kalah dalam laga sebelumnya. Tidak sedikit juga alasan kebiasaan. Di Brazil banyak yang tidak terbiasa menonton pertandingan yang durasinya lama seperti tenis. Sehingga cabang ini juga terlihat kosong. (sumber dari sini dan sini)
2. Kursi Sponsor, Wartawan dan Undangan
Saya tahu panitia menyiapkan beberapa tempat untuk undangan, wartawan dan rekanan sponsornya. Tapi yang saya lewatkan adalah ternyata banyak sponsor dan undangan yang kurang memanfaatkan jatah ini dengan baik. Misalnya tiket yang dibagikan untuk kuis oleh sponsor, terkadang pemenang justru tidak hadir. Begitu juga para undangan yang tidak datang secara mendadak.
Dikutip dari berita di sini, juru bicara INASGOC, Danny Buldansyah, mengatakan bahwa selama ini mereka mengalokasikan sebanyak 20% dari total tiket untuk Pengurus Besar (PB) atau Pengurus Pusat (PP) organisasi cabang olahraga di Indonesia. Dengan keputusan yang baru, panitia kini menguranginya menjadi hanya 10% saja. Itu berarti masih ada 90% untuk dijual umum.


3. Alasan Keamanan
Mungkin bagi awam seperti saya tidak banyak tahu akan hal ini. Belakangan ini saya diberitahu teman bahwa salah satu alasan kursi kosong merupakan bagian dari pengamanan. Jumlahnya tidak banyak, namun cukup untuk memberi ruang gerak petugas melakukan pengamanan saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Belakangan saya baca di media tentang evaluasi penjualan tiket. Mulai dari perpindahan penjualan online ke jaringan yang lebih besar dan stabil, hingga ditangkapnya calo-calo tiket di GBK.

Saya rasa itu langkah yang patut diapresiasi. Perbaikan memang harus terus dilakukan agar kesan sukses dari Asian Games 2018 benar-benar terwujud. Tak lupa yang paling penting adalah dukungan penuh kita terhadap atlet-atlet yang masih berjuang hingga 2 September nanti. Semoga Indonesia terus menambah raihan medali hingga Asain Games 2018 ini usai.

Mengapa Kita Harus Lari Ke Pantai?

Ialah Sam, gadis riang gemar berselancar yang tinggal di Rote, Nusa Tenggara Timur. Bersama ibunya, ia akan melakukan perjalanan darat dari Jakarta menuju Pantai Plengkung (G-Land) dan bertemu surfer idolanya. Dalam rencana perjalanan itu, turut serta Happy, sepupu Sam. Drama dan kejadian lucu khas anak-anak pun mulai bermunculan sepanjang perjalanan.

Tak berjudul

Begitulah gambaran dari film anak-anak terbaru dari Miles Films (yang kebetulan adalah rumah produksi favorit saya) berjudul Kulari Ke Pantai. Sejak kehadiran Petualangan Sherina (2000), saya sudah jatuh hati pada Miles Films. Film anak-anak yang diproduksi mereka dapat membius saya untuk masuk ke dalam dunia anak yang sesungguhnya. Misalnya saja ketika kehadiran Untuk Rena (2006), dan puncaknya adalah saat Laskar Pelangi (2008) yang sukses membuat jutaan pasang mata basah dan hati mengharu biru.

Walau bisa dibilang hanya Petualangan Sherina dan Laskar Pelangi film untuk anak-anak produksi mereka yang melegenda, bagi saya sendiri Untuk Rena patut mendapat tempat istimewa di hati saya.

Ada lagi Sokola Rimba (2013), berfokus mengenai kegigihan dan problema menjadi seorang guru di pedalaman hutan rimba. Dalam film ini memang masih melibatkan karakter anak-anak. Sayangnya lagi, film ini juga tidak melegenda atau sukses besar di pasaran. Namun sejak saat itu, saya masih tetap merindukan film bertema atau yang dipersembahkan untuk anak-anak produksi dari Miles Films. Kapan bikin film anak-anak lagi ya?

***

Pertanyaan itu terjawaab di tahun ini. Digadang-gadang sebagai produksi film anak-anak terbesar di tahun 2018, film Kulari Ke Pantai mulai tayang 28 Juni 2018 di bioskop-bioskop tanah air. Film yang konon dipersiapkan hamper 10 tahun lamanya.

Tak berjudul

Ke Gala Premier Film “Kulari Ke Pantai” bersama keponakan.

Saya yang mendapat kesempatan menghadiri Gala Premier film Kulari Ke Pantai 23 Juni 2018, punya sedikit alasan yang harus dibagikan tentang mengapa kita harus menonton film ini. Apa saja itu? Silakan disimak:

1. Rindu Film Anak-Anak
Mudah dihitung berapa jumlah film untuk anak-anak yang diproduksi di Indonesia. Sedikitnya jumlah produksi film untuk anak-anak mungkin memengaruhi mengapa banyak anak Indonesia yang tidak mendapatkan tayangan layak sesuai usianya. Apalagi dengan kehadiran film pahlawan super yang sebenarnya lebih cocok untuk usia 13 tahun ke atas dan perlu bimbingan orangtua.

Film Kulari Ke Pantai adalah oase bagi orangtua untuk memberikan tayangan yang layak, dan untuk anak agar mendapatkan film sesuai dengan usianya dengan cerita yang sangat menghibur. Drama komedi yang dirindukan oleh semua anggota keluarga.

2. Memanjakan Mata
Saya selalu mengapreasi apa yang disajikan dalam film-film Miles tentang seringnya mengangkat unsur-unsur lokal. Belum hilang ingatan mengenai Belitung yang menjadi terkenal setelah Laskar Pelangi, lalu diajak melihat savana di Sumba lewat Pendekar Tongkat Emas (2014), hingga mengenal Bugis pada Athirah (2016).

Sempat dibuat kecewa di Pendekar Tongkat Emas karena terlalu banyak mengambil gambar pemandangan, sampai-sampai sedikit merasa bosan, namun terbayar puas di Kulari Ke Pantai. Porsi adegan pemandangannya sangat pas, tapi tetap memanjakan mata. Mas Riri Riza “membawa” penonton ikut melihat pemandangan indah dan berpetualang ke Cirebon, Temanggung, Pacitan, Banyuwangi, Bromo, Blitar, dan Rote. Saya jadi berpikir ingin merasakan perjalanan yang sama yang dilakukan oleh Mama Uci, Sam, dan Happy ini sepanjang menonton film ini. Ya…mungkin sebentar lagi akan ada peningkatan jumlah reservasi hotel dan restoran serta kunjungan wisatawan di lokasi wisata baru yang menjadi tempat syuting film ini.

Tak berjudul

3. Cerita Yang Hangat
Sebagai pendatang baru, Maisha Kanna (Sam) dan Lil’li Latisha (Happy) sukses membawakan karakter mereka masing-masing dengan cerita yang hangat. Bagaimana mereka yang dulu adalah saudara sepupu yang akrab, kemudian menjadi saling menjauh, hingga akhirnya menyadari bahwa mereka adalah keluarga yang tidak bisa dipisahkan akan membawa arti penting bagi penonton, khususnya anak-anak. Mengajarkan arti tentang saling menjaga, peduli, rasa saling percaya, hingga kerendahan hati untuk mengakui kesalahan dan saling memberi maaf.

Ada kerenggangngan antara ibunya Sam, Mama Uci, yang diperankan oleh Marsha Timothy, dengan ayahnya Happy, yang diperankan oleh Lukman Sardi. Menjadikan cerita Kulari Ke Pantai tidak hanya menyuguhkan permasalahan anak-anak saja, melainkan drama keluarga yang sedikit rumit.

***

Di luar alasan yang sudah saya sebutkan, ada satu lagi hal paling menarik. Mungkin ini adalah film pertama yang disiapkan sebagai proyek Miles Cinematic Universe(?). Penasaran itu mengenai apa? Nah, saksikan langsung film Kulari Ke Pantai pada 28 Juni 2018 untuk menemukan jawabannya.

Ajak seluruh keluarga dan siap-siap “kita lari ke pantai” bersama!

Tak berjudul

Sutradara: Riri Riza
Produser: Mira Lesmana
Pemain: Marsha Timothy, Maisha Kanna, Lil’li Latisha

Foto: Miles Films

KINCIR Power Lunch: Gudang Informasi Generasi Z!

Pada setiap perkembangan zaman, kita telah sering mendengar istilah “generasi”. Generasi merupakan orang-orang yang berada pada satu angkatan. Setidaknya hingga saat ini kita sudah mengenal 5 generasi, yaitu Baby Boomers, Generasi X, Generasi Y, Generasi Z, dan Generasi Alpha.

Bagi yang terlahir di tahun 1990-an hingga sekitar akhir tahun 2010, merupakan generasi yang tumbuh dan hidup dalam masa digital. Sangat akrab dengan perkembangan teknologi, serba bisa, lebih berpikiran terbuka, dan dapat bekerja lebih cepat alias gesit.

Hal inilah yang kemudian mendasari Giring Ganesha, selaku CEO dan Co-Founder KINCIR, untuk fokus dalam menyediakan wadah bagi Generasi Z agar selalu update dengan tren terbaru yang ada.

Apa itu KINCIR?
Sejak didirikan pada tahun 2013, KINCIR hadir pertama kali sebagai situs media sosial khusus anak muda dengan berbasis pada online fans club, yang juga merupakan yang pertama ada di Indonesia.

Pada perkembangannya, KINCIR sendiri memiliki komitmen untuk menjadi media yang memberikan informasi dan hiburan secara bertanggung jawab bagi generasi muda yang menggemari pop culture. Keren kan?

KINCIR dengan tampilan baru.
Buat teman-teman yang penasaran, terhitung 2 November 2017 lalu, tampilan situs KINCIR menglami perubahan. Dengan tagline “We Are Young”, KINCIR menghadirkan 3 kanal baru dan mengembangkan 2 kanal yang sudah ada sebelumnya. Apa saja itu?

1. Geeky
Kanal ini berisi konten mengenai budaya pop anak muda, khususnya buat cowok-cowok. Kita bisa membaca informasi mulai dari film, komik, game, anime, teknologi dan bahkan sains.

2. Chillax
Di sini kamu dapat melihat gaya hidup generasi muda, seperti pengetahuan umum dunia, masalah percintaan, buku, travel, musik, kuliner, kesehatan, edukasi, hingga karir.

3. Icon
Info seputar selebritas, figure yang tengah menjadi viral, dan tokoh yang menginspirasi dalam bidang apapun, bisa dibaca pada kanal ini.

4. Turbo
Penyuka otomotif? membahas otomotif, mulai dari pembahasan mengenai kendaraan hingga modifikasi aksesoris otomotif yang digemari anak muda.

5. Style
Yang tidak kalah menarik, KINCIR juga memiliki kanal yang bisa member memberi inspirasi untuk kalian dalam bergaya. Mulai dari bagaimana cara memadukan pakaian, aksesoris, sepatu, hingga gaya. Lengkap dibahas!

Menghibur, terpercaya, mengedukasi dan berani menyuarakan pendapat.
Pada kesempatan tersebut, Giring juga menambahkan, “…kami tidak ingin hanya menjadi media yang fun untuk generasi Z ini. Tapi kami ingin menjadi media yang mampu memberikan konten-konten terpercaya, dapat dipertanggungjawabkan, mengedukasi dengan cara yang fun, penuh dengan visual yang menarik dan berinteraksi dengan para pembaca sehingga mereka dapat menyuarakan pendapat mereka.” Sesuai banget Generasi Z!

Oh iya, untuk yang penasaran seperti apa KINCIR bisa langsung berkunjung ke situsnya melalui http://bit.ly/KincirPowerLunch. Kalian pun bisa mengikuti update dari KINCIR di channel lain seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube.

Sikaaaaaat!

#AkuBeaCukai: Pengalaman Langka Berkunjung Ke Cikarang Dry Port

“Lokasinya di Cikarang. Semacam ‘pelabuhan’ tapi kering. Bukan di pinggir laut. Bingung gak dengarnya?” Itu kalimat pertama yang saya dengar waktu dapat ajakan mengunjungi Cikarang Dry Port. Ya, saya bingung.

Masih gak ada bayangan tentang apa itu Cikarang Dry Port, juga fungsi dan seperti apa kondisinya di sana. Apakah semacam pelabuhan? Atau seperti gudang? Atau mungkin terminal bus? Bagi saya, ini semua benar-benar asing di telinga.

Aku Bea Cukai 1

Hingga akhirnya pagi itu saya bertemu dengan Ibu Ardhani Naryasti dan teman-teman dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Mereka dengan senang hati menjelaskan tentang rencana perjalanan kami ke Cikarang Dry Port.

Aku Bea Cukai 2

Apa itu Cikarang Dry Port?
Cikarang Dry Port merupakan “perpanjangan tangan” dari Pelabuhan Tanjung Priok. Di mana segala pelayanan pabean dapat terkoneksi dengan pelabuhan-pelabuhan lain di seluruh dunia. Cikarang Dry Port jadi solusi bagi pengusaha untuk melakukan kegiatan bongkar muat barang sampai barang tersebut keluar (dwelling time) yang selama ini hanya difokuskan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Lokasinya sendiri berada di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat. Waktu tempuh dari Jakarta kurang lebih 1 jam perjalanan. Terbilang dekat jika diakses antara Tanjung Priok ke Cikarang.

Aku Bea Cukai 3

Proses apa saja yang terjadi di Cikarang Dry Port?
Agar waktu tunggu barang impor di Pelabuhan Tanjung Priok tidak padat, proses pelabelan dan proses pemeriksaan barang dilakukan secara terpisah. Kehadiran Cikarang Dry Port membantu proses tersebut.

Sebelum peti kemas yang masuk ke Cikarang Dry Port dibuka untuk diperiksa, petugas Bea dan Cukai akan menyesuaikan data dengan label yang tertera. Prosesnya termasuk mengambil gambar petugas dengan sebagian pintu peti kemas yang terbuka.

Apabila sudah sesuai, maka pembongkaran akan dilakukan oleh vendor yang ditunjuk langsung oleh klien atau importir di bawah pengawasan Bea dan Cukai. Nah, jadi bukan petugas Bea dan Cukai yang bongkar lho.. Hal itu untuk menghindari dugaan barang hilang oleh petugas Bea dan Cukai. Jadi jangan suka suudzon dulu nih kalau nemu kasus seperti itu. Hehe..

Barang dicek hingga ke ujung dalam peti kemas. Tumpukkan barang dihitung dan disesuaikan dengan dokumen yang dikeluarkan. Belum berhenti sampai di situ, masih ada proses pengambilan sampel, yakni dengan mengeluarkan 10%-20% dari total barang. Kardus barang dibuka, dilihat isinya dan juga harus melewati mesin x-ray scanner. Fiuhhhh…panjang dan melelahkan ya prosesnya!

Aku Bea Cukai 4

Pelabuhan kering ini melayani aktivitas ekspor dan impor mencakup pendistribusian barang ke daerah di pulau Jawa Contoh ini terlihat dari hadirnya jalur kereta yang menghubungkan Tanjung Priok, Cikarang Dry Port dan lokasi lainnya di daerah pulau Jawa. Dengan luas area lebih dari 200 hektar, pada bagian belakang tempat ini bisa dilihat jalur kereta yang dimaksud.

Dengan pelayanan terpadu satu atap, proses dokumentasi dan pemeriksaan terkait Bea Cukai, Karantina Hewan dan Karantina Tumbuhan diselesaikan di sini. Dengan teknologi modern, petugas dapat mengontrol langsung arus peti kemas yang berjalan dari Tanjung Priok ke Cikarang Dry Port melalui e-seal yang sudah dilengkapi dengan GPS, GPRS, dan RFID. Semua benar-benar terlihat efisien.

Aku Bea Cukai 5

Saya bersyukur sekali bisa dapat kesempatan langka seperti ini. Banyak ilmu baru yang saya tahu. Semoga akan ada kesempatan untuk saya bisa melihat proses kepabean lainnya.

Aku Bea Cukai 6

Untuk yang butuh informasi dan punya pertanyaan seputar Bea dan Cukai, jangan lupa terkoneksi dengan akun media sosialnya di Twitter @beacukairi @BravoBeaCukai dan Instagram @beacukairi, bisa juga berkunjung ke website www.beacukai.go.id.

BBQ Frankfurter Pizza x Duo Cheesy

Seperti yang sudah-sudah, tiap tahunnya Pizza Hut Delivery atau yang biasa dikenal dengan PHD, mengeluarkan produk-produk unggulan terbaru. Di penghujung tahun 2016 ini, sosis frankfurter dan 2 jenis keju menjadi senjata andalan terbaru PHD. Apa saja itu?

Resmi dirilis beberapa waktu lalu, PHD memperkenalkan produk terbarunya yakni BBQ Frankfurter Pizza dengan pinggiran Duo Cheesy. Pizza ini mengedepankan jenis sosis berkualitas yang digunakan, yaitu beef frankfurter. Rasa daging pada sosis yang lebih terasa serta teksturnya yang lebih padat, menyajikan sensasi rasa sosis yang berbeda dari sosis yang biasa.

bbq frankfuter pizza phd

Keunikan lain pada produk PHD yang baru adalah pilihan pinggiran Duo Cheesy. Yaitu pinggiran pizza dengan 2 jenis keju yang berbeda: keju mozzarella dan keju cheedar. Sebagai penikmat keju tentu akan menyukai pinggiran baru ini, termasuk saya sendiri.

bbq frankfuter pizza phd 2

Bagaimana dengan harga?
Untuk kamu yang ingin mencoba pizza dengan topping BBQ Frankfurter dengan pinggiran Duo Cheesy, kamu bisa membelinya dengan harga Rp 95.000,- untuk ukuran reguler (10 inci), Rp 145.000,- untuk ukuran Jumbo (14 inci) dan Rp 245.000,- untuk ukuran Double Jumbo.

Sedangkan jika kamu ingin memesan Paket Mantap (1 Duo Cheesy BBQ Frankfurter Pizza Reguler, 1 Suny Peach Flatbread & 2 jenis minuman), kamu cukup membayar dengan Rp 130.000,- saja. Upgrade pizzamu ke ukuran Jumbo cukup dengan menambahkan Rp 50.000,-.

paket mantap frankfurter duo cheesy phd

Ingin coba pinggiran yang berbeda? Bisaaa… Kamu bebas memilih. Bisa pesan BBQ Frankfurter Pizza dengan pinggiran Original, Stuffed Crust atau pun Sausage Crust. Gak cuma itu saja, pada pizza Classic seperti Tuna Melt, Meaty, Cheesy Galore, Supreme dan Hawaiian Chicken, kamu pun bisa memilih dengan pinggiran Duo Cheesy!

Masih penasaran? Langsung pesan aja! Yang pasti kalau dalam 30 menit pesananmu belum tiba, kamu masih bisa dapat voucher pizza gratis! Semua #GakPakeAlasan, gitu kata mereka. Benar-benar cocok buat menyambut akhir tahun bersama teman dan keluarga deh…

Kalau sudah coba, share juga pengalamanmu di social media dengan hashtag #BBQFrankfurter dan #DuoCheesy ya!

World Premier Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 di Indonesia Motorcycle Show 2016

Bertepatan dengan dibukanya perhelatan Indonesia Motorcycle Show 2016 atau yang biasa disingkat dengan IMOS 2016, saya iseng-iseng mampir ke sana saat jam makan siang. Niatnya sih mau lihat-lihat dan cari helm baru, tapi karena salah satu booth sudah penuh sesak dengan pengunjung yang hadir, saya jadi penasaran. Ada apa sih di booth tersebut?

Booth yang ramai itu adalah booth milik Suzuki Indonesia. Orang-orang, termasuk para awak media, sudah memenuhi area depan panggung dari booth Suzuki. Kain-kain nampak menutupi sesuatu yang jika dilihat bentukannya merupakan kendaraan roda dua. Wah…ini pasti sebentar lagi akan ada peluncuran produk baru. Makin penasaran, akhirnya saya mencoba makin mendekat agar lebih jelas.

Suzuki

Benar saja! Siang itu adalah momen besar bagi Suzuki Motor Corporation dan PT. Suzuki Indomobil Sales yang sedang melakukan gebrakan ‘world premier’ Suzuki di Indonesia, yakni peluncuran pertama kali produk Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 di dunia.

GSX1

Dalam penjelasan saat event berlangsung, pemilihan Indonesia sebagai ‘World Premier Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150’ bukan tanpa alasan dan bisa dibilang luar biasa. Indonesia dianggap memiliki pengaruh bisnis yang baik terutama bagi perkembangan sepeda motor backbone sport berkapasitas mulai dari 150cc. Tak hanya itu, Indonesia juga merupakan basis untuk produksi Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150, yang kemungkinan akan diekspor ke negara lainnya.

Hadirnya Suzuki GSX-R150 untuk mewakili sisi ‘racing’ dan GSX-S150 dari segi ‘street sport’, sesuai dengan inisial yang disematkan pada kedua tipe motor tersebut.

Emang apa aja sih yang spesial dari Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 ini?

Yang pertama saya lihat serta cukup menarik perhatian adalah desainnya, sangat sporty dan ergonomis.  Tampil stylish dengan 5 pilihan warna, saya terpesona oleh warna-warnanya.

Tak mau kalah dengan pengunjung lain yang mencoba untuk menduduki Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 ini, saya pun akhirnya berkesempatan untuk foto di atasnya. Kesan yang saya dapat adalah terasa tidak begitu berat seperti dugaan saya sebelumnya. Ringan namun tetap compact.

GSX2

Ditanya soal performa dan fitur, usher yang saya temui bilang kalau Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 ini mengusung mesin 150cc DOHC berteknologi fuel injection, yang mana sanggup menghasilkan performa tinggi saat dikendarai. Oh iya, Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 sudah dilengkapi fitur-fitur unggulan terkini lho….yaitu  LED Headlight, LCD Speedometer, dan Easy Start System. Tak ketinggalan ada Key-Less Ignition yang merupakan teknologi pertama dalam sejarah sepeda motor yang diproduksi di Indonesia.

Lihat video di:

Mengenai kapan produk ini akan dipasarkan, Mr. Seiji Itayama, Managing Director – 2 Wheels, PT. Suzuki Indomobil Sales, dalam sambutannya mengatakan, “Penjualan perdana akan dimulai pada awal tahun 2017 di Indonesia terlebih dahulu, kemudian disusul dengan negara-negara ASEAN yang lain setelahnya.”

SAM_1027

Jadi bagi teman-teman yang ingin sekali merasakan performa terbaik serta teknologi terbaru dari Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 ini harus bersabar hingga awal tahun depan. Sambil menunggu bisa mampir ke www.suzukigsxrs150.com buat tahu informasi terbarunya. Jangan lupa juga untuk nabung dari sekarang, hehehe…

Berbahagia di VidaFest 2016

Sejak hadirnya candaan: “Bekasi terletak jauh di luar planet bumi”, nama Bekasi kerap dianggap sebelah mata bagi sebagian orang. Padahal, Bekasi sendiri adalah kota yang penuh potensi, memiliki daya tarik dan rumah bagi komunitas kreatif yang sedang berkembang. Ini terbukti dari hadirnya berbagai acara yang menggandeng beberapa komunitas di Bekasi, salah satunya adalah VidaFest 2016.

VidaFest merupakan festival tahunan yang digagas oleh Gunas Land, sebuah pengembang proyek kawasan perumahan terpadu Vida di Narogong, Bekasi. Dengan mengambil tema “angin”, VidaFest tahun kedua masih bertempat di kawasan InSitu – Bumiwedari, Vida Bekasi.

VidaFest

Sabtu, 22 Oktober 2016, saya berkesempatan untuk hadir di acara vidaFest 2016. Bersama beberapa teman blogger lainnya, kami berangkat menuju VidaFest 2016 dan tiba ketika menjelang jam makan siang. Karena perut sudah lapar, kami bergegas masuk ke area festival.

Acara ini terbagi dari berbagai area yang penuh aktivitas, misalnya: ada lokasi bermain anak di pinggir danau, tenan-tenan makanan dan minuman, area workshop di sebuah kedai kopi bernama Little Talk serta area untuk pelaksanaan drone race. Sembari makan, kami memilih masuk ke Little talk yang saat itu sedang berlangsung workshop coffee cupping dan latte art. Menarik sekali!

Tidak hanya itu, bincang-bincang selanjutnya tentu tak kalah seru. Ada bincang-bincang tentang kebersihan lingkungan, info berkebun, teknologi dan bahkan sebelum kami tiba ternyata telah dilaksanakan workshop membaca untuk anak.

VidaFest2016 1

Sekitar pukul 3 sore, kami diajak berkeliling area Vida Bekasi dengan menumpang Odong-Odong. Ini bagian yang paling seru, karena selain bisa melihat keseluruhan area Vida Bekasi, kami seperti sedang tamasya sekolah oleh iringan lagu-lagu yang diputar di Ondong-Odong. Hahaha… 😆

VidaFest2016 2

Selain didukung oleh fasilitas lengkap seperti kolam renang dan taman bermain, ternyata di Vida Bekasi terdapat kebun yang dikelola bersama dengan warga di sana. Jenis tanaman yang ada terbilang beragam, mulai dari sayuran, tanaman obat hingga pohon buah. Tak jauh dari kebun itu, ada terdapat pula area pengolahan sampah. Ini keren sekali!

VidaFest2016 3

Lihat videonya di:

Sebelum pulang, belum lengkap rasanya jika tidak menikmati festival layang-layang sambil mendengarkan sayup-sayup musik dari panggung utama. Sungguh sore yang sempurna. Semoga tahun depan bisa datang lagi ke Vida Fest di Vida Bekasi.

Jadi…Bekasi keren dan bisa bikin bahagia juga kan? 😉

#UMENvlog: Makassar Trip (Festival Layang-Layang 2016, Fort Rotterdam)

Pertama kali dapat kabar kalau klien bakal bikin acara di Makassar, wuih…antusias banget dong! Soalnya saya sendiri memang belum pernah ke Makassar.

Eh tapiiii….saya ini juga sedikit banget pengetahuan tentang kota ini. Udah gitu, waktu bebas tugas pun hanya 1 hari saja. Jadi, ke manakah Umen jalan-jalan ke Makassar hanya dalam waktu 1 hari saja? Ceritanya sudah dirangkum di video ini…

LISTERINE® Berbagi Senyum: Senyum Anak Indonesia

Banyak yang bilang tindakan amal termudah yang bisa dilakukan oleh manusia tapi dampaknya besar bagi orang lain adalah senyum. Bener gitu?

Yang pasti sih ya, selain diajarkan dan dianjurkan dalam agama, senyum bisa memberikan perasaan hati yang senang dan bahagia buat orang lain. Saya sih percaya itu. Apalagi kalau yang senyum itu gebetan sendiri… *eh* *dijewer* :p

Berbagi Senyum

Bicara tentang senyum, saya dukung banget nih waktu tahu kalau ramadan tahun ini LISTERINE® punya program CSR (Corporate Social Responsibility) yang kece tentang besarnya makna dari sebuah senyum. Adalah LISTERINE® Berbagi Senyum, program digital yang akan mendanai operasi bibir sumbing untuk anak 100 Indonesia penyandang bibir sumbing.

Digelar beberapa waktu lalu di restoran bilangan Jakarta Pusat, press conference mengenai LISTERINE® Berbagi Senyum dihadiri oleh Andien dan perwakilan dari PT. Johnson & Johnson. Gak cuma penjelasan tentang program LISTERINE® Berbagi Senyum aja, acara ini juga bersamaan dengan buka puasa bersama dan pengenalan produk LISTERINE® Zero. Produk LISTERINE® Zero ini dijelaskan memiliki rasa lebih lembut namun tetap bisa membunuh 99,9% kuman di dalam mulut, sehingga mulut tetap bersih & nafas tetap segar selama 12 jam dan berpuasa.

Berbagi Senyum 2

Oh iya, gimana cara kerja dari LISTERINE® Berbagi Senyum tadi? Begini..
Bekerjasama dengan Smile Train Indonesia, LISTERINE® Berbagi Senyum mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dengan cara “mendonasikan” senyum. Ya benar, cukup dengan senyum maka kita sudah ikut berpartisipasi dalam donasi ini. Upload langsung foto senyum kita di Twitter atau Instagram, lalu mention akun @listerineid. Jangan lupa tambahkan hashtag #BerbagiSenyum di tiap fotonya. Program ini sendiri akan berjalan selama Juni 2016. Jadi jangan segera terlewat ikutan!

Tapi biar kamu bisa lebih jelas lagi tahu mekanismenya, jangan lupa klik http://bit.ly/SenyumUmenumenBlog dan lihat video ini.